Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tim Sahabat Al-Aqsha ke Sudan, Kunjungi Mahasiswa-mahasiswa Kedokteran Penerima Beasiswa Anda

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Maret 2016 07:49 7:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Maret 2016 07:49
Bagikan
Para mahasiswa kedokteran Palestina yang menerima beasiswa dari rakyat Indonesia sejak Januari 2012. Foto:SA
Bagikan

Hidayatullah.com–“Rindunya seperti mau bertemu anak sendiri,” kata salah satu relawan kita. Yang dimaksud ialah bertemu dengan mahasiswa-mahasiswa Palestina yang sedang belajar ilmu kedokteran di universitas-universitas Sudan. Sudah sejak Januari 2012, setiap bulan mereka menerima beasiswa dari masyarakat Indonesia lewat Sahabat Al-Aqsha dan Al-Sarraa Foundation.

Selama ini, komunikasi dan pengecekan dilakukan jarak jauh, lewat pengiriman video-video dan dokumen laporan tertulis, dibantu oleh Al-Sarraa Foundation. Awal Maret itulah pertama kalinya kita bertemu muka.

Dari 30 mahasiswa penerima beasiswa, hanya 16 orang yang bisa hadir di gedung pertemuan dan kegiatan mahasiswa Palestina malam itu.

“Mohon maaf sebesar-besarnya, 14 mahasiswa lain kuliah di universitas-universitas yang berlokasi cukup jauh, antara 4 sampai 9 jam perjalanan ke Khartoum,” kata Ayman Hassan, relawan Al-Sarraa Foundation di Khartoum, “padahal sebagian mereka besok ujian, atau praktik di rumah sakit.”

Tak apa, kata para relawan SA, ini saja sudah sangat menyenangkan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Malam itu hawa Khartoum, ibukota Sudan, terasa panas seperti biasa. Hawa langsung terasa adem saat ayat-ayat Al-Quran dilantunkan oleh mahasiswa bernama Izzuddin Abul Jabib membuka acara.

Pertemuan itu dilakukan dengan duduk di kursi-kursi yang melingkar agar saling bisa mengenal wajah dan senyumnya.

Selain para relawan SA dan Al-Sarraa Foundation serta para mahasiswa Palestina, hadir juga dalam pertemuan itu beberapa anggota Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah dipimpin Ketua Umumnya Ust. Nashirul Haq yang sedang berkunjung ke Sudan. Juga hadir beberapa mahasiswa Ilmu Syari’ah asal Indonesia.

Mewakili rakyat Indonesia dan seluruh relawan, dan mewakili Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha M. Fanni Rahman, dua relawan SA dari Indonesia memberikan sambutan. Satu dalam bahasa Arab, satu dalam bahasa Inggris.

“Bersyukur tiada terhingga karena Allah karuniakan pertemuan luar biasa ini..” kata relawan pertama yang lantas menjelaskan awal mula amanah beasiswa ini diterima di pundak Sahabat Al-Aqsha.

“Akhir tahun 2011, kami dengan gembira menerima amanah dari Al-Sarraa Foundation waktu itu. Karena dengan begini kami tidak perlu susah-susah mengurus birokrasi  dibandingkan kalau mendatangkan teman-teman mahasiswa ini belajar ke Indonesia.”

Selain itu, kata relawan pertama tadi, bahasa Arab yang merupakan bahasa utama di Sudan sangat memudahkan bagi para mahasiswa Palestina untuk belajar, dibandingkan kalau harus belajar bahasa Indonesia.

Dokter Mujahid

“Namun waktu itu kami menerima amanah beasiswa ini dengan satu syarat…” kata relawan tadi. Seketika wajah para mahasiswa tadi semakin penuh perhatian menyimak.

“Syarat yang kami ajukan waktu itu, setiap calon dokter penerima beasiswa ini kelak bukan hanya jadi seorang dokter, tapi jadi dokter yang ikut berjuang di garis depan seperti Dr. Abdul Aziz Ar-Rantisi yang spesialis anak dan Dr. Mahmud Zahhar yang spesialis bedah,” kata relawan pertama tadi penuh semangat.

Relawan tadi menutup sambutannya dengan menyampaikan harapan, semoga Allah menolong para calon dokter ini menempuh pendidikannya sukses dunia Akhirat.

Relawan kedua yang berbahasa Inggris menyampaikan salam yang datangnya dari jarak ribuan kilometer, “Salam sayang dari para orang tua kalian, abang, adik dan teman-teman kalian di Indonesia, terutama dari sejumlah dokter yang semuanya ikut urunan membantu beasiswa kalian. Mereka mencintai kalian karena Allah meski belum pernah berjumpa. Semoga Allah pertemukan kita semua di halaman Masjidil Aqsha dalam keadaan merdeka, bertakbir dan bertahlil bersama dalam kemenangan besar. Semoga Allah pertemukan kita juga di Jannah Firdaus.”

Sejak awal 2012, dengan izin Allah, setiap bulan Sahabat Al-Aqsha menyampaikan amanah USD 100 kepada setiap mahasiswa itu. Relawan Al-Sarraa Foundation mewakili kita.

“Alhamdulillah dana beasiswa untuk 30 mahasiswa kedokteran Palestina sudah kita siapkan sampai bulan Juni 2016. Terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang mendukung dan menginfaqkan hartanya fii Sabiilillah untuk program beasiswa ini. Semoga Allah limpahkan berkah yang banyak,” jelas Ketua Umum SA Fanni Rahman di markasnya Yogyakarta.

Malam itu, teman-teman mahasiswa Indonesia yang hadir langsung menjelma jadi relawan SA melakukan wawancara pribadi ke setiap mahasiswa Palestina yang hadir.

Selain berkenalan lebih akrab, temu muka itu juga untuk mengumpulkan informasi lebih banyak, misalnya tentang berapa lama lagi pendidikannya selesai. Karena tahun pendidikannya berbeda-beda.

Seleksi Ketat

Para penerima beasiswa diseleksi ketat oleh tim relawan Al-Sarraa Foundation di Sudan. Ayman Hassan penanggung jawab amanah ini menjelaskan, “Para penerima beasiswa ini adalah pemuda-pemuda yang terpantau akhlaqnya baik, tidak pernah meninggalkan solat berjamaah kecuali uzur syar’i, tidak merokok, tidak pacaran dan semuanya berkomitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan Masjidil Aqsha dan Palestina.”

13 Dokter Hafizh

Yang lebih menggembirakan, menurut Bilal Al-Jamal, Ketua Persatuan Mahasiswa Palestina di Sudan, yang juga salah satu calon dokter penerima beasiswa kita, “Dari 30 orang mahasiswa ini, ada 13 orang yang huffazh Al-Quran (sudah selesai menghafal 30 juz).” Allahu Akbar!

Bilal juga mewakili para mahasiswa mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia. “Kami memandang Indonesia bangsa Muslim yang besar, semoga kita bisa membebaskan Masjidil Aqsha dan Palestina karena keduanya milik dan amanah umat Islam sedunia bersama-sama.”

Sebelum acara ditutup, Pak Wahyu Rahman, Bendahara Umum DPP Hidayatullah sekaligus Ketua Umum BMH (Baitul Maal Hidayatullah, salah satu lembaga amil zakat nasional) menyatakan BMH memberikan beasiswa sebulan penuh Juli 2016 untuk ke-30 mahasiswa ini, dengan nilai USD 3,000. Alhamdulillah.

Menurut Ayman, dari 450-an mahasiswa Palestina di Sudan, 124 diantaranya mahasiswa kedokteran. Baru 30 orang yang kita bantu beasiswanya. Ada 30 orang lainnya juga dibantu oleh HALUAN Malaysia, mitra SA. Semoga Allah tolong kita ikut membantu sisa mahasiswa lainnya.

Rasanya berat menutup pertemuan itu dengan doa yang panjang, yang dipanjatkan oleh Muhammad Balathah, salah satu penerima beasiswa. Namun esok hari sebagian mahasiswa ini harus ujian, sebagian harus tugas praktik.*/Tim SA

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doktergazamahasiswapalestinaSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ditangkap di Brussels, Prancis Minta Pelaku Serangan Paris Salah Abdeslam Diekstradisi
Tulisan selanjutnya LBH dan LGBT Saling Lempar Tanggung Jawab Somasi “LGBT Gangguan Jiwa”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?