Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Rahasia Quran & Sunnah

Fakta: Jenggot Antibiotik Pembunuh Bakteri Tahan Obat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 April 2016 07:30 7:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 April 2016 08:15
Bagikan
ilustrasi: Jordan Horner, terlihat rapi dengan jenggotnya. Jordan adalah seorang muallaf dari East End London yang pernah dilarang shalat di tempat umum
Bagikan

BAGI kaum pria, memelihara janggut adalah sunnah yang sayangnya tidak terlalu marak diikuti. Banyak pria memilih bercukur hingga dagu mereka licin. Namun tahukah anda bahwa janggut yang terpelihara dapat membantu anda memerangi penyakit?

Sebuah team dari University College London yang dipimpin oleh Dr. Adam Rogers mengemukakan bahwa memelihara jenggot dengan seksama adalah kunci untuk menemukan antibiotik baru. Saat ini, dunia sedang menghadapi banyak kasus drug resistance (tahan terhadap jenis obat tertentu, termasuk antibiotik), dimana seseorang tidak mengalami perkembangan dalam menghadapi sebuah penyakit karena tubuhnya tidak bereaksi terhadap obat yang diberikan.

Setiap tahunnya, lebih dari 2 juta penduduk Amerika Serikat mengalami drug resistance, dan lebih dari 23 ribu diantaranya meninggal. Pada tahun 2014, WHO mengumumkan bahwa kini dunia menghadapi “pasca-antibiotik” dimana infeksi biasa yang dapat ditanggulangi dengan antibiotik telah berevolusi menjadi penyakit yang mengancam nyawa.

Begitu lambatnya perkembangan antibiotik dunia, sampai-sampai dari 89 obat baru yang disetujui oleh WHO pada 2002, tidak ada satupun yang tergolong antibiotik. Kurangnya antibiotik baru berarti selama bertahun-tahun kita memerangi infeksi yang disebabkan oleh bakteri dengan obat yang sama, dan hal ini memberikan waktu bagi bakteri untuk berevolusi dan tahan terhadap obat yang kita miliki.

Nah, rupanya para pria yang memelihara janggutnya lebih tahan terhadap penyakit karena adanya facial hair tersebut. Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Hospital Infection pada 2014 menyebutkan bahwa dari 408 orang pekerja medis pria yang menjadi subyek penelitian, mereka yang berjanggut cenderung tidak terhinggapi oleh Methicilin-resistant staph aureus (MRSA), sebuah spesies bakteri yang tahan terhadap sebagian besar antibiotik dan salah satu penyebab utama infeksi-infeksi yang umum terjadi.

Baca Juga

Terinspirasi Hadis Nabi, Siswi MAN Juarai Myres 2022 setelah Teliti Senyawa Antikanker dari Sayap Lalat
Di Balik Fenomena ‘Bintang Jatuh’
6 Alasan Mengapa Rasulullah ﷺ Melarang Meniup Makanan dan Minuman
Al-Qur’an Pernah Menceritakan Kisah Tanah dan Bangunan yang Tertelan Bumi
Keajaiban Wudhu, Mencegah Kanker Kulit [2]

Berjenggot Bisa Cegah Kanker dan Tetap Awet Muda

Buya Yahya: Penghina Jenggot dan Arab Bisa Nifaq …

Dr. Roberts melakukan penelitiannya sebagai bagian dari acara TV BBC berjudul Trust Me, I’m a Doctor (Percayalah, Saya Dokternya). Bersama timnya, Dr. Roberts meneliti 20 pria berjanggut di jalanan kota London. Dari sample tersebut, para peneliti ini berhasil mengkulturkan 100 rangkaian bakteri selama 4 minggu, dan sebagian besar adalah spesies yang tumbuh di kulit wajah.

Tim yang sama juga menguji bakteri-bakteri di jenggot ini dengan serangkaian bakteri indikator yang tahan terhadap obat. Hasilnya mengejutkan, karena ternyata seperempat dari bakteri yang tumbuh di janggut dapat membunuh bakteri yang tahan terhadap obat, menunjukan bahwa janggut memiliki semacam antibiotiknya sendiri.

Detilnya, tim tersebut menemukan bahwa bacterium yang tumbuh dari sample janggut bernama Staphylococcus epidermis secara efektif menyerang dan membunuh sebuah bentuk E.coli yang tahan terhadap obat. Para peneliti menyimpulkan, bahwa jika sebagian bakteri berevolusi menjadi tahan terhadap obat, maka bakteri yang lain berevolusi untuk menghasilkan racun yang dapat membunuh spesies yang tahan terhadap obat.

Penemuan ini tentunya memberikan ketentraman bagi para pria berjanggut akan masalah higienis tidaknya wajahnya. Namun, sepertinya masih akan lama sebelum para dokter memberikan resep dengan obat yang berasal dari janggut, karena menghasilkan dan mengetes antibiotik baru amatlah kompleks, mahal, serta membutuhkan waktu yang lama. Menurut Dr. Brad Spellburg, asisten professor kedokteran di UCLA dikutip laman medicalnewstoday.com menyebutkan bahwa hal tersebut tidak menarik secara ekonomis bagi perusahaan farmasi.

“Antibiotik adalah obat untuk jangka pendek, dan perusahaan farmasi tahu bahwa mereka menghasilkan lebih banyak uang dengan menghasilkan obat yang harus anda minum setiap hari sampai akhir hayat anda,” ujar Dr. Spellberg dalam sebuah newsletter yang diterbitkan oleh Alliance for the Prudent Use of Antibiotiks (APUA).

Sebelum ini, Islam sudah memerintahkan umatnya merawat jenggot. Hal ini sebagaimana anjuran Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

Dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Ada sepuluh macam fitroh, yaitu memendekkan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.” (HR. Muslim).*/Tika Af’idah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Adam RogersantibiotikbakteriinfeksijanggutjenggotUniversity College London
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH. Aceng Zakariya Resmikan Persis Kalimantan Utara
Tulisan selanjutnya Memberi Pinjaman kepada Allah?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Rahasia Quran & Sunnah

Keajaiban Wudhu, Mencegah Kanker Kulit [1]

14 Januari 2016 08:11
Rahasia Quran & Sunnah

Bukti Sains Dalam Al-Qur’an [2]

5 September 2015 07:11
Rahasia Quran & Sunnah

Bukti Sains Dalam Al-Qur’an [1]

5 September 2015 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?