Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Kehormatan Perempuan, Ujung Tombak Peradaban

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 April 2016 17:14 5:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 April 2016 18:30
Bagikan
Bagikan

Oleh: Azimatur Rosyida

 

PEREMPUAN selalu memiliki rubrik tersendiri dalam ranah perbincangan manusia. Berbagai keunikan dan keistimewaan terkumpul dalam dirinya. Sayangnya, saat ini potensi tersebut lebih dimanfaatkan dalam dunia komersial. Iklan, majalah, tabloid, sealer, hiburan, dan berbagai media lainnya selalu menjadikan perempuan sebagai sosok persuasif untuk menghipnotis masyarakat. Dengan mengatasnamakan HAM, perempuan bisa mengantongi berbagai izin untuk melakukan segala hal. Ruang kebebasan berekspresi dan berpendapat terbuka selebar-lebarnya. Mengubah hal yang tabu seolah menjadi layak diperbincangkan. Mengubah hal yang asing seolah menjadi umum untuk dipertontonkan. Dari sinilah lubang kerusakan semakin membesar. Kebebasan yang berujung pada kebablasan. Pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan kerap kali terjadi, bahkan tidak sedikit yang terlibat dalam pelaku pornografi-pornoaksi. Berawal dari kesalahan sudut pandang mengenai pemanfaatan peran perempuan justru membawa kepada kelamnya peradaban.

Besarnya peran yang dimiliki perempuan erat kaitannya dengan pondasi keberhasilan dan kemajuan bangsa karena melalui rahimnya generasi baru terlahir. Sebuah kekuatan akan tercipta dari kesatuan tiga peran pentingnya dalam kehidupan berkeluarga bahkan bernegara, yaitu sosoknya yang penyayang, pendidik, dan pengatur. Tentu semua ini berangkat dari sudut pandang yang benar mengenai peran perempuan itu sendiri.

Islam memiliki pengaturan yang detail dan memberikan predikat yang istimewa terhadap perempuan. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

“Seluruh dunia adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang sholehah.” (HR. an-Nasa’I dan Ahmad)

Perempuan sholihah memiliki kedudukan mulia dihadapan Allah sekaligus kehormatan di dunia juga teraih. Transaksi jual beli amalnya hanya dengan Allah. Saat keluar rumah ia menutup perhiasannya dengan kerudung dan jilbab karena Allah yang memerintahkan [QS. Al-Ahzab:59 & QS. An-Nur:31]. Ia menundukkan pandangan agar syaitan tidak menyertai pandangannya. Lisannya terjaga dan tutur katanya lemah lembut layaknya Aisyah ra. Ketangguhannya demi membela Islam layaknya Khadijah ra. Lelahnya hidup adalah kebahagiaan selama ridho Allah selalu mengiringinya. Kemarahannya muncul dikala melihat kemaksiatan. Air matanya ia habiskan untuk memohon ampun kepada Allah. Kecantikannya hanya ia peruntukkan kepada seseorang yang halal untuk menikmatinya. Hanya surga yang mampu membayar kemulyaannya. Menjadikan dunia dan seisinya tidak mampu menandingi kenikmatan surga. Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d As-Sa’idi bahwasanya Rasulullah Shalallau ‘Alaihi Wassallam bersabda:  “Satu tempat di surga yang sebesar cambuk lebih baik dari dunia dan seisinya.”

Lebih daripada semua itu, perempuan adalah ibu generasi. Kecerdasannya ia optimalkan untuk mendidik anak yang terlahir dari rahimnya. Dalam Muqoddimah Dustur bab Sistem Sosial dinyatakan, “hukum asal seorang wanita dalam Islam adalah ibu bagi anak-anak dan pengelola rumah suaminya. Ia adalah kehormatan yang wajib dijaga.” Sampai penggambaran akan penjagaan kehormatan wanita adalah sesuatu yang untuk membelanya wajib dikorbankan harta maupun jiwa.

Begitulah cara Islam memulyaan perempuan, tidak lain untuk menjaga kemurnian perhiasan yang ia miliki agar pantas Allah membelinya dengan surga. Tidak akan menggadaikan potensi yang sudah Allah berikan hanya untuk kenikmatan dunia sesaat. Apalah arti pujian orang, jika sehelai rambut saja yang sengaja ia pertontonkan dapat mengundang siksa Allah. Apalah arti waktu yang ia habiskan demi memperoleh lembaran uang, jika anak mengeluh kurangnya perhatian dan kasih sayang dari seorang ibu.

Sudah sepatutnya kehormatan dan kemulyaan perempuan menjadi ujung tombak bagi kemajuan sebuah peradaban. Sehingga pemahaman Islam seperti ini tidak cukup hanya dipahami skala individu saja. Butuh adanya institusi negara yang juga menjamin kehormatan dan kemulyaan wanita terjaga. Sebuah negara yang menjadikan al-Quran dan as-Sunnah sebagai sumber hukum karena fitroh Islam adalah sebagai agama rahmatan lil ‘alamin yang dulu pernah menjadi sistem kehidupan umat manusia di dua per tiga belahan dunia selama 13 abad.*

Penulis mahasiswi UNAIR Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria Gaza Terancam Deportasi dari Prancis karena Tolak jadi Informan (1)
Tulisan selanjutnya Pria Gaza Terancam Deportasi dari Prancis karena Tolak jadi Informan (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?