Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

OKI Desak Armenia Mundur Tanpa Syarat dari Karabakh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 April 2016 10:38 10:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 April 2016 10:36
Bagikan
Sekretaris Jenderal OKI Iyad Madani
Bagikan

Hidyatullah.com–Organisasi Kerjasama Islam (OKI) meminta Armenia mundur ‘tanpa syarat’ dari wilayah Nagorny Karabakh, setelah pertempuran meletus dengan tentara Azerbaijan yang masuk hari ketiga dan tiga orang lagi maut  atas konflik ini.

OKI mengutuk serangan militer Armenia terhadap perbatasan jajahan Azerbaijan dengan menyatakan Yerevan ‘tidak menghormati gencatan senjata sebelah pihak’ yang diumumkan oleh Baku.

Sekretaris Jenderal OKI, Iyad Madani mendesak pengunduran cepat, sepenuhnya dan tanpa syarat tentara Armenia dari wilayah dan teritorial Azerbaijan.

“Saya sangat mencemaskan memburuknya konflik Nagorno-Karabakh,” timpal  Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (Sekjen OKI), Iyad bi Amin Madani demikian kutip AFP Senin (04/04/2016).

Dia mendesak upaya internasional ditingkatkan terutama dari pihak Kelompok Minsk untuk membantu segera solusi politik dan ‘menjaga’ daerah jajahan Azerbaijan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kelompok Minsk yang diketuai oleh Prancis, Rusia dan Amerika Serikat (AS) memimpin upaya Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) untuk mencari solusi konflik tersebut.

Sebagaimana diketahui, bentrokan dua negara pecahan Uni Soviet –Armenia dan Azerbaijan– pecah lantaran berebut kawasan Nagorno-Karabakh. Kawasan itu kini diklaim sudah berada di tangan Armenia.

Sedianya kawasan ini berada dalam wilayah kedaulatan Azerbaijan, namun lebih banyak dihuni warga Armenia. Konflik perebutan wilayah ini sempat diselingi gencatan senjata sejak 1994, namun berulang kali terjadi pelanggaran gencatan senjata.

Terakhir, 2 April lalu merupakan puncak dari ketegangan kedua negara. Pada beberapa sumber disebutkan, belasan tentara dan beberapa warga sipil dari kedua belah pihak tewas akibat bentrokan bersenjata di kawasan tersebut.

Baca:

Militer Azerbaijan Menembak Jatuh Pesawat Militer Armenia

Presiden Armenia Serzh Sarkisian mengatakan 18 prajuritnya tewas dan 35 lainnya terluka dalam “pertempuran berskala besar” pertama gencatan senjata pada 1994 berakhir dengan perang, di mana tentara Armenia merebut wilayah dari Azerbaijan.

Seperti dilansir AFP, Presiden Sarkisian tidak menyebutkan secara spesifik apakah pasukan itu berasal dari Karabakh — wilayah yang mengklaim kemerdekaan sendiri namun didukung Yerevan — atau murni pasukan Armenia.

Sebelumnya Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan 12 tentaranya tewas dalam pertempuran dan sebuah helikopter militernya ditembak jatuh.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan, tiga tentaranya tewas ketika pasukan Armenia menyerang posisi mereka menggunakan mortir dan peluncur granat.

Kemarin, pertempuran sengit meletus antara kedua belah pihak yang berselisih, menyaksikan 18 orang Armenia dan 12 tentara Azerbaijan tewas dan masing-masing menuduh satu sama lain memulai serangan di perbatasan.

Kelompok etnis Armenia yang didukung Yerevan merebut kontrol di daerah pegunungan Nagorny Karabakh dalam perang pada awal 1990-an yang mengakibatkan 30.000 orang tewas.

Kedua belah pihak tidak pernah berdamai, bahkan menandatangani perjanjian gencatan senjata pada 1994.

Wilayah Nagorny Karabakh masih diakui sebagai bagian Azerbaijan oleh masyarakat internasional dan dua pihak berselisih itu sering berbalas tembakan, tetapi pertempuran terbaru tersebut menandai peningkatan kekerasan dan mendesak masyarakat internasional campur tangan untuk memulihkan perdamaian.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArmeniaAzerbaikanbentrokOKIUni Soviet
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Manusia Butuh Petunjuk Setiap Saat
Tulisan selanjutnya Menyoal Terorisme (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?