Hidayatullah.com — Arab Saudi berencana untuk menjual satu persen saham di raksasa minyak milik negara Saudi Aramco kepada “perusahaan energi global terkenal” dalam konteks rencana Visi 2030 untuk mendiversifikasi ekonomi kerajaan, ungkap Putra Mahkota Mohammed Bin Salman dalam wawancara kemarin.
“Kami melihat potensi penjualan – yang bisa bernilai sekitar $ 19 miliar, berdasarkan nilai pasar perusahaan – sebagai cara untuk mengunci permintaan pelanggan akan minyak mentah negara,” ujar Bin Salman (MBS) dilansir Middle East Monitor pada Rabu (29/04/2021).
Selama wawancara, MBS tidak mengungkapkan perusahaan global mana yang sedang bernegosiasi untuk membeli saham Saudi Aramco.
“Saya tidak bisa menyebutkan namanya tapi ini perusahaan besar. Kesepakatan ini bisa sangat penting dalam memperkuat penjualan Aramco di negara tempat perusahaan itu tinggal,” tambahnya.
Aramco adalah perusahaan terbesar di Arab Saudi.
Karena perang yang dipimpin Saudi di Yaman, fasilitas raksasa minyak itu menjadi fokus serangan balasan oleh pemberontak Syiah Houthi. Yang paling fatal terjadi tahun lalu ketika dua fasilitas minyak utama Aramco terkena serangan drone dan rudal jelajah yang menyebabkan kebakaran.
Serangan itu memotong pasokan minyak mentah Arab Saudi sekitar 5,7 juta barel per hari atau sekitar 50 persen dari produksinya.