Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mata-Mata CIA Klaim Amerika Serikat Terlibat Penangkapan Nelson Mandela

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Mei 2016 11:28 11:28 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Mei 2016 11:28
Bagikan
NelsonMandela bersama Bill Clinton.
Bagikan

Hidayatullah.com—Informasi dari seorang mata-mata CIA kepada pihak berwenang Afrika Selatan di era apartheid yang memungkinkan penangkapan terhadap Nelson Mandela di tahun 1962, sehingga aktivis kulit hitam itu harus mendekam dalam penjara selama 27 tahun, demikian lapor harian Sunday Times.

Dilansir AFP Ahad (15/5/2016), koran tersebut mengutip pernyataan Donald Rickard, seorang mantan wakil konsul AS di Durban dan mata-mata CIA, kepada sutradara film asal Inggris John Irvin.

Film terbaru Irvin, “Mandela’s Gun”, bercerita tentang beberapa bulan sebelum penangkapan tokoh anti-apartheid itu, yang akan ditayangkan dalam festival film di Cannes pekan ini.

Setelah dibui selama lebih dari dua dekade Mandela akhirnya dibebaskan pada 1990 dan menjadi presiden kulit hitam Afrika Selatan pertama dari 1994 sampai 1999, sebelum akhirnya meninggal di usia 95 tahun pada 2013.

Sebuah artikel yang ditulis James Sanders, yang mengaku diminta Irvin untuk menyelidiki hal itu, mengatakan sutradara film tersebut melawat ke Amerika Serikat dan mewawancarai Rickard.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bekas mata-mata CIA itu menjelaskan bagaimana Mandela ditangkap saat dalam perjalanan antara Durban dan Johannesburg, tetapi dia menolak menjelaskan bagaimana dirinya tahu aktivis pembela hak warga kulit hitam itu akan berada di sana.

“Saya mengetahuinya ketika dia pergi dan dia pergi … di situlah saya terlibat dan di sanalah Mandela ditangkap,” kata Rickard.

Dia menambahkan bahwa Mandela “sepenuhnya berada di bawah kendali Uni Soviet.”

“Dia bisa saja menyulut perang di Afrika Selatan, Amerika Serikat harus terlibat, dengan enggan, dan keadaannya bisa menjadi seperti neraka,” imbuh Rickard.

“Ketika itu kita tertatih-tatih di pinggir jurang dan hal itu harus dihentikan, yang artinya Madela harus dihentikan. Dan saya menghentikannya,” kata Rickard.

Ketika Mandela ditangkap, sedang terjadi Perang Dingin antara blok negara-negara liberal dan menganut demokrasi dengan blok negara-negara komunis. Dua negara besar yang mewakili masing-masing ideologi, Amerika Serikat dan Uni Soviet (kini Federasi Rusia), saling berlomba menularkan pengaruh mereka ke negara-negara lain. Perang Dingin yang dimulai sejak 1947, atau dua tahun setelah berakhirnya PD II, membuat dunia internasional tegang karena diwarnai dengan perlombaan senjata dan alat perang.

Perang urat syaraf itu berakhir pada 1991, ketika Uni Soviet mulai diterpa angin perubahan politik dan sejumlah negara mulai melepaskan diri dari ikatan Moskow.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berbekal Janji Allah, Feri Rela Hidup Bersama Masyarakat Kumbe
Tulisan selanjutnya Tragedi Aleppo: Antara Bashar al Assad dan Hulaghu Khan [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?