Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Tragedi Aleppo: Antara Bashar al Assad dan Hulaghu Khan [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Mei 2016 11:31 11:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Mei 2016 12:00
Bagikan
ilustrasi: Serangan bom di Aleppo
Bagikan

Oleh: Mahmud Budi Setiawan

 

APA yang terjadi di Aleppo belum lama ini sebenarnya merupakan musibah bagi umat Islam. Pasalnya, ketika Kota Aleppo dibom oleh tentara Bashar  al-Assad dan sekutunya, media Barat yang getol mengangkat isu HAM ternyata bungkam jika pelanggaran HAM mendera kaum Muslim.

Pemimpin Muslim sendiri kebanyakan berpangku tangan atas tragedi ini, bahkan media mainstream dalam negeri pun seakan jengah melansir berita riilnya, padahal korban yang berjatuhan kebanyakan warga sipil.

Tragedi Aleppo yang memakan banyak korban dewasa ini, mengingatkan kita pada peristiwa tragis kejatuhan Aleppo di tangan Mongolia.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Saat Hulaghu Khan dan bala tentaranya sampai di Aleppo, 2 Shafar, 658 Hijriah (al-Bidayah wa al-Nihayah, 13/253), kondisi kota begitu mencekam. Hulaghu mengerahkan tentaranya untuk mengepung Aleppo. Ketika itu, Tauransyah, Paman al-Nâshir Yusuf diamanahi memegang kendali kepemimpinan Aleppo. Sedangkan al-Nâshir sendiri, menjauh dari Aleppo.

Syahdan, alat berat manjaniq (mangonel atau manganon, senjata untuk melempar batu besar, di zaman sekarang barangkali serupa tank) pun dipasang di sekeliling Aleppo. Mulailah tentara Mongolia membombardir benteng Aleppo (dalam Qishhatu al-Tatar min al-Bidâyah ilâ `Ain Jâlût, 187).

Di saat bersamaan, Miyafarqin (sekarang bernama Silvan, di wilayah Turki) di bawah  komando al-Kamil Muhammad al-Ayyubi bisa diruntuhkan, hal ini semakin menciutkan nyali penduduk Aleppo.

Semakin beringaslah serbuan tentara Tatar ketika mendengar keruntuhan Miyafarqin. Pengepungan Kota Aleppo berlangsung selama tujuh hari penuh (al-Bidayah, 13/253). Di saat genting itu, Hulaghu memberi tawaran kepada penduduk Aleppo, bagi yang mau membukakan pintu gerbang, maka akan dijamin keamanannya. Masyarakat pun bingung. Ada yang tak setuju(seperti Turansyah dan pengikutnya yang ingin tetap melawan), tapi kebanyakan masyarakat setuju kemudian membukakan pintu gerbang.

Janji pun diingkari (memang demikian karakter mereka sepanjang sejarah). Hulaghu menitahkan pada prajuritnya agar semua penduduk dibunuh, kecuali orang Nashrani. Terjadilah tragedi memilikukan dalam sejarah.

Para bapak, ibu, dan anak-anak disembelih dengan sangat sadis. Sampai akhirnya, Tauransyah pun yang berlindung di dalam Benteng Aleppo bersama prajuritnya, bisa ditaklukkan dalam jangka empat Minggu. Semua dimusnahkan, kecuali Turansyah, karena alasan politik tertentu yang sedang dijalankan Hulaghu. Inilah akhir tragis penduduk Aleppo pada tahun 658 H, di tangan Mongolia.

Bila kita mengamati kondisi Aleppo saat ini, dengan kondisi Aleppo saat ditaklukkan Hulaghu Khan, ada beberapa  kesamaan.

Pertama, pada waktu itu Aleppo mengalami krisis kepemimpinan. Saat itu Aleppo dipimpin oleh Emir keturunan Shalahuddin al-Ayyubi bernama al-Nâshir Yusuf.

Tidak seperti kakeknya yang dikenal pemberani dan peduli terhadap urusan umat, dia justru menjadi duri dalam daging umat. Perangainya begitu rendah dan hina, karena lebih mementingkan nafsu pribadi dibanding urusan umat.

Aleppo Dibombardir, Persatuan Ulama Serukan Galang Bantuan

Dalam sejarah, ia tercatat sebagai orang yang bersekongkol dengan Raja Luwis IX untuk memberi bantuan memerangi Mesir dengan imbalan Baitul Maqdis. Dia pula yang memudahkan langkah tentara Mongolia menginvasi Baghdad; memberi ucapan selamat kepada Hulaghu saat mendapatkan kemenangan gemilang; bahkan enggan membantu al-Kâmil Muhammad al-Ayyûbi selaku Emir Miyafarqin walau sekadar bantuan makanan.

Ironisnya, saat Aleppo dibombardir oleh tentara Mongolia, dirinya justru berada di Damaskus yang berjarak sekitar 300 kilo meter dari Aleppo.

Di waktu lain, al-Nâshir Yusuf pernah mengutus anaknya yang bernama al-`Azîz memimpin pasukan Muslim Aleppo untuk bergabung dengan pasukan Tatar menyerang Miyafarqin, bahkan memberikan hadiah kepada Hulaghu (Syamsuddin Adz-Dzahabi, dalam Târîkh al-Islâm wa Wafayât al-Masyâhîr wa al-A`lâm, 48/28).

Bayangkan, demi kepentingan pribadi, saudara sesama Muslim pun bisa dikorbankan. Pemimpin beginilah yang kala itu menguasai Aleppo. Persis seperti pemimpin Suriah sekarang, demi kepentingan pribadi dan golongan, akhirnya rakyat menjadi korban.

Kedua, secara umum umat Islam pada waktu itu kondisi umat terpecah belah. Ketiga, banyak terjadi perselisihan dan persengketaan. Keempat, perebutan kekuasaan di internal umat begitu menggejala, perang saudara pun tak dapat dihindarkan.

Kejadian ini persis dengan kondisi umat Islam sekarang yang kebanyakan terpecah belah, berebut kekuasaan, bermusuhan, bahkan tak jarang terjadi perang saudara antara sesama negara Muslim.* (BERSAMBUNG)

Penulis alumni Al Azhar Mesir, peminat masalah sejarah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aleppobashar al assadHulaghu KhanShalahuddin al Ayyubisuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mata-Mata CIA Klaim Amerika Serikat Terlibat Penangkapan Nelson Mandela
Tulisan selanjutnya Hizbullah Tuduh Kelompok Jihadis Tewaskan Badreddine

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?