Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Konvergensi Informasi dan Kebangkitan Media (Cetak) Islam [3]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Mei 2016 11:20 11:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Mei 2016 13:15
Bagikan
Menag Suryadharma Ali memberikan sambutan pada Pembukaan The 3rd International Islamic Conference on Media (Media and Social Responsibility) yang diselenggarakan Rabithah Al-Alam Al-Islami (Muslim World League) dan Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (03/12/20130
Bagikan

Sambungan artikel KEDUA

 

oleh: Muh. Nurhidayat

 

Ketiga, mempererat ikatan psikologis dengan komunitas pembaca/pelanggan

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Wartawan senior AS, Mario Garcia mengakui, hal terpenting bagi suratkabar (media cetak) adalah meningkatkan hubungan dengan komunitas khalayaknya. Namun banyak suratkabar yang tidak memperhatikan komunitasnya. Mereka hanya menampilkan berita yang dianggap penting oleh redaksi saja. Hal-hal yang dianggap penting oleh komunitas khalayaknya, justru diremehkan redaksi (Batten, 2010)

Wartawan, menurut Garcia, cenderung membuat berita sensasional yang mengorbankan masyarakat dan institusi di sekitar tempat mereka berada. Mereka belum menjadi perpanjangan tangan khalayak—pembaca. Wartawan lebih senang melaporkan berita kritikan daripada berita solusi. (Batten, 2010)

Berdasarkan pendapat Garcia, maka ikatan psikologis dengan komunitas pembaca/pelanggan harus dibangun agar mereka merasa ikut memiliki media cetak tersebut. Jika pembaca/pelanggan sudah punya ikatan emosional/psikologis, maka mereka akan tetap loyal terhadap media yang dikonsumsinya. Loyalitas pembaca akan terlihat ketika media tersebut tengah mengalami masalah—bahkan musibah yang sulit diprediksi kapan datangnya.

AS yang dikenal sebagai negara berpenduduk orang-orang individualistis, ternyata juga menyimpan fenomena membanggakan tentang orang-orang yang peduli terhadap lingkungan dan komunitasnya. Fenomena ini ternyata dimotori sejumlah media cetak lokal yang berhasil membangun ikatan psikologis dengan pembacanya. Seperti koran lokal dari Columbus, The Ledger Enquirer. Enquirer merasakan betapa pentingnya  menjalin ikatan psikologis dengan komunitas khalayaknya. Di bawah kepemimpinan Billy Watson, Enquirer sukses menjadi ‘motor’ penggerak masyarakat—pembacanya—menjadi  pribadi yang mampu bermitra dengan pemkot dalam mensukseskan pembangunan di kota tersebut. (Batten, 2010)

Selain itu, di Chicago, The Gazzete  juga mampu menjalin hubungan psikologis yang harmonis dengan para pembacanya, sehingga muncul komunitas yang peduli terhadap kamtibmas di kota tersebut. (Davis Merrit dalam Batten, 2010)

Reporter The Gazette, menurut Merrit,  jarang  berada di ruang redaksi. Mereka menggunakan ponsel untuk mengirimkan berita dan menghabiskan waktu di daerah tugas mereka, berdiskusi dengan pembaca, dan menuliskan berita. Reporter seperti ini yang oleh Mario Garcia disebut sebagai “eksekutif jurnalis”. (Batten, 2010)

Di kota Tallahassee, ketika Malcolm Johnson (mantan editor Tallahasse Democrate) menderita kanker, terdapat sedikitnya 400 orang warga yang menjenguknya secara beramai-ramai. Mereka menunjukkan rasa terima kasihnya kepada Johnson yang telah mendedikasikan dirinya untuk kota (komunitas) mereka. Johnson dikenal mampu membawa Tallahasse Democrate menjadi koran yang dekat dengan komunitas khalayaknya, bahkan mampu menjadi pelopor perlindungan alam di kota tersebut. (Batten, 2010)

Media (cetak) Islam tentu lebih mampu membangun kedekatan dengan komunitas khalayaknya daripada media massa umum. Sebab media cetak Islam umumnya dibangun dengan kesadaran sebagai media yang mampu menggerakkan umat dalam menciptakan kemashlahatan Islam.

Para pengelola media Islam (mulai dari pemimpin umum, pemimpin redaksi, redaktur, hingga reporter) harus menjadi pribadi mushlih. Saguni (2005) menyebutkan pribadi mushlih memiliki karakter: mampu membimbing masyarakat di sekitarnya kepada kebaikan, berperan aktif sebagai agen perubahan sosial di tengah komunitasnya, serta dapat memberikan solusi atas problematika yang menimpa khalayak.

Keempat, memperluas jaringan kerjasama dengan stakeholder

Pakar komunikasi Universitas Hasanuddin, Mansyur Semma (2000), memberikan nasehatnya, media massa perlu memperluas kerjasama dengan para  stakeholder-nya, yang meliputi: pemilik media (owner), penanam modal (investor), pembaca (reader), pemasang iklan (advertiser), pemerintah (regulator), kelompok sosial politik (social-political group), serta kelompok penekan (pressure group).

Dari kedelapan stakeholder yang disebutkan Semma, pembaca (reader) adalah stakeholder terpenting yang harus paling diperhatikan—dan dijaga loyalitasnya—oleh media massa. Dalam kalkulasi manusia, maju-tidaknya media ditentukan oleh banyak-sedikitnya khalayak.

Majalah Suara Hidayatullah adalah contoh media cetak Islam yang mampu memperluas kerjasama dengan banyak stakeholder-nya. Meskipun dikelola oleh sebuah ormas, majalah yang terbit dari Surabaya ini telah menjadi public sphere bagi kaum muslimin lintas ormas dan parpol. Reportase dunia Islam yang diberikan Suara Hidayatullah tidak hanya seputar komunitas ormas yang didirikan KH. Abdullah Said saja, tetapi juga diwarnai oleh liputan-liputan antar lembaga Islam di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.

Penggunaan kolom-kolom halamannya sebagai public sphere bagi para pembaca lintas organisasi dan—bahkan juga—lintas negara membuat Suara Hidayatullah boleh dinilai sebagai media cetak Islam yang paling eksis di Indonesia. Maka tidak mengherankan, jika para tokoh muslim menganggap majalah ini bukan hanya milik ormas Hidayatullah saja, tetapi harta ‘berharga’ umat Islam di negara kita yang harus dilestarikan eksistensinya.

Kelima, mempermudah pembaca untuk mengakses segala jenis media dalam satu grup/jaringan Media

Perkembangan internet memang tidak bisa dibendung lagi.  Media cetak perlu mengatasi keadaan ini dengan merangkul segala jenis media baru agar bisa tetap survive. Para pengelola media perlu memperhatikan pendapat wartawan terkenal Jerman, Wolfgang Riepl. Ketika menjadi pimred Nurenberger Zeitung pada 1913 silam, ia sudah meramalkan akan adanya media baru yang ‘lebih hebat pengaruhnya’ daripada media cetak. Namun media baru tersebut bukanlah sebagai pengganti media cetak, justru menjadi pelengkap media cetak. Ramalan ini terbukti ketika muncul radio (pada tahun 1920-an), televisi (pada 1950-an), serta internet (pada 1960-an di AS).

Di Indonesia, media cetak yang memperhatikan betul nasehat Riepl adalah Republika dan Suara Hidayatullah. Pada 1996 silam, kedua media Islam tersebut sudah ‘menerbitkan’ situs berita online (dulu khalayak menyebutnya media dotcom), ketika semua media—termasuk media umum mainstream—belum memikirkannya. Jika mau jujur, seharusnya komunitas praktisi jurnalistik Indonesia menobatkan Republika.co.id dan Hidayatullah.com sebagai pelopor situs berita di negara kita.

Dengan demikian, tekun berdoa kepada-Nya yang disertai ikhtiar sungguh-sungguh, akan menjadikan media cetak Islam bisa eksis, bahkan dapat bangkit di era konvergensi informasi sekarang ini. Para pengelola media (cetak) Islam dan kaum muslimin perlu bersinergi dalam mewujudkan media Islam—termasuk media cetaknya—sebagai saluran informasi prioritas, bukan lagi menjadi ‘corong’ berita alternatif.

Untuk itu, para pengelola media Islam dan kaum muslimin hendaknya komitmen melaksanakan perintah Allah swt., “Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu….” (QS. 9 : 105). Wallahualam.*

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ichsan Gorontalo, mantan pengurus KAMMI Daerah Sulsel

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:internetmediamedia cetakMedia Islamsurat kabar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketahuan Homo, Pangeran Charles Terancam Batal Jadi Ahli Waris
Tulisan selanjutnya Wapres: Sejak Lama, Pesantren  Berperan Ciptakan Kedamaian Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?