Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Yunani Tersinggung Dikumandangkannya Adzan di Masjid Hagia Sophia oleh Turki

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juni 2016 00:43 12:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juni 2016 00:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Turki akhirnya mengizinkan penggunaan Hagia Sophia, bekas gereja Yunani kuno pada kekuasaan Konstantinopel pada abad ke 50, sebagai sarana ibadah umat Islam selama bulan Ramadhan.

Namuan sebuah gerakan resmi Yunani menentang dengan menyebut sebagai kemunduran dan ketidak-hormatan.

Ayat dari kitab suci umat Islam akan di bacakan di Byzantium setiap harinya pada bulan suci Ramadhan. Pembacaan dimulai sejak awal Ramadhan  dan juga disiarkan secara langsung di chanel religi Turki TRT Diyanet, Selasa (07/06/2016).

Hari Senin, pemerintah Turki mulai menyiarkan pembacaan Al-Quran dan Sahur (sunnah makan sebelum fajar di bulan Ramadhan), pada televisi nasional langsung dari Hagia Sophia, yang sebelumnya difungsikan sebagai Musium sejak sekularisasi Turki oleh Mustafa Kemal Aturk.

Lisa Daftari dari media asing melaporkan bahwa siaran akan dilanjutkan sepanjang bulan Ramadhan seiring dengan disetujuinya penggunaan berjangka waktu dari Hagia Sophia sebagai masjid sejak era Aturuk oleh Ankara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Harian Sabah memohon kepada pemerintah  Presiden Recep Tayyip Erdogan, mengumumkan siaran minggu lalu, yang menyebutkan Hagia Sophia “sebuah monumen baik umat Kristen dan umat Islam”.

Sedangkan perdana menteri anggota sayap kiri pemerintahan Yunani, Alexis Tsipras tidak mengeluarkan pernyataan resmi apapun dalam kasus ini.

Namun Daftari menterjemahkan pernyataan Kementerian Luar Negeri Yunani yang mengutuk inisiatif Turki itu dan menyebutnya sebagai langkah  “regresif” dan “fanatisme” serta tidak sesuai dengan masyarakat “modern, demokratis, dan sekuler.”

Surat kabar Yunani Ta Nea mencatat bahwa kemeterian juga beranggapan bahwa langkah ini  suatu kemunduran.

“Ritual Muslim pada monumen Internasional UNESCO tidak dapat di mengerti, hal itu menunjukkan ketidak hormatan dan kurangnya hubungan dngan kenyataan, ” ujar  Kementerian menyatakan. “Aksi tersebut tidak sesuai dengan masyarakat modern, demokratis, dan sekuler,” tambahnya.

Sementara itu, mantan Menlu  Yunani dan mantan Wali Kota Athena, Dora Bakoyannis mengatakan bahwa pembacaan  Al-Quran yang baru di Hagia Sophia telah merubah hampir keseluruhan Hagia.

Menurut Dora Bakoyannis, pembacaan Al-Quran baru-baru ini di Hagia Sophia telah mengubah bangunan itu menjadi hampir sebuah masjid untuk pertama kalinya dalam 80 tahun. Hagia Sophia menjadi sebuah masjid pertama kalinya pada 80 tahun terakhir ini.

Dalam pernyataan bersama, para pemimpin partai oposisi Yunani mengatakan bahwa langkah Ankara adalah tindakan provokatif. ”Menunjukkan rasa tidak hormat terhadap orang Kristen Ortodoks di seluruh dunia dan tidak sejalan dengan program Eropa-Turki,” bunyi pernyataan bersama itu, seperti dikutip dair Russia Today, Rabu (8/6/2016).

Proses Gereja Hagia Sophia menjadi Masjid Hagia bermula hari Jumat, 23 Maret 1453  di saat Kekaisaran Byzantium jatuh di tangan Sultan Mehmed II atau Muhammad Al Fatih.

Setelah Konstantinopel jatuh di tangan Muslim, saat itu Sultan Mehmed II turun dari kudanya dan bersujud syukur kepada Allah, lalu pergi ke Gereja Hagia Sophia dan memerintahkan tentaranya mengubahnya menjadi masjid yang dikenal dengan Aya Sofia. Saat itulah shalat Jumat berlangsung untuk pertama kali di tempat itu.

Proses Hagia Sophia menjadi sebuah masjid telah berlangsung hampir  lima ratus tahun lamanya. Namun pada tahun 1935 ketika Turki menjadi Republik, presiden pertamanya Mustafa Kemal Ataturk, tempat ini dijadikan sebuah museum.

Sebelumnya,  usaha Pemerintah Erdogan untuk mengubah Hagia Sophia menjadi masjid sudah dimulai sejak 2013. Namun gagasan itu juga direspon unjuk rasa sebagian orang di Turki.*/Qisma Z

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerjaHagia SophiamasjidpesisirRecep Tayip ErdoganTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengaji 1 Juz, Gratis 2 Liter BBM di Jakarta, Bekasi, dan Ngawi
Tulisan selanjutnya Doakan Jakarta, Syaikh Ikrimah: Pilihlah Pemimpin Muslim!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?