Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim di Desa Myanmar Masih Khawatir Pasca Serangan Masjid

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juni 2016 13:37 1:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juni 2016 13:37
Bagikan
Sebuah masjid yang dirusak kelompok Buddha di Thuye Tha Mein
Bagikan

Hidayatullah.com–Komunitas Muslim di satu desa di Myanmar merasa khawatir setelah serangan terhadap masjid oleh penduduk setempat, menurut para pejabat.

Puluhan polisi dikerahkan untuk menjaga desa di Burma tengah itu menyusul ketegangan antar pemeluk agama setelah sekitar 200 pemeluk Buddha menyerang satu masjid pekan lalu.

Image copyright AFP Image caption Pengurus masjid menangis setelah menyaksikan tempat ibadahnya hancur.

Serangan di desa Thuye Tha Mein yang terletak sekitar 64 kilometer dari Yangoon ini bermula dari cekcok akibat pembangunan sekolah Islam di dalam masjid, menurut organisasi hak asasi Amnesty International dikutip BBC Selasa (28/06/2016).

Muslim di desa itu berlindung di kantor polisi menyusul serangan tanggal 23 Juni lalu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Amnesty juga menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh terkait serangan yang menyebabkan satu orang luka-luka itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan agama meningkat di Myanmar dan sering dipicu oleh pihak garis keras nasionalis Buddha dengan sasaran terutama Muslim.

Sejumlah komentar di Facebook BBC Burma terkait berita tentang serangan ini antara lain dari Mohamad Faisal yang menulis, “Mengapa polisi baru menjaga sekarang, Anda takut sama massa? Mengapa tidak dijaga sebelum serangan terjadi?”.

Pengurus Masjid Myanmar1
Pengurus masjid menangis setelah menyaksikan tempat ibadahnya hancur (BBC)

Komentar lain dari Chit Chit Mandalay yang mengatakan, “Mengapa baru dijaga sekarang dan ini akan memancing kerusakan lagi,” sementara Sun Power menulis, “Jangan kasar, hindari kekerasan dan kita harus bersatu.”

Namun banyak komentar anti-Islam dalam posting di BBC Burma terkait berita serangan ini.

Editor BBC Burma, Tin Htar Swe, mengatakan masyarakat Burma sangat rasis dan ini akibat pemerintah militer sebelumnya yang memainkan ‘kartu nasionalis’.

“Pemerintah sebelumnya sengaja tidak mengambil tindakan bila ada insiden dan akibatnya kekerasan komunal dan sektarian sangat rentan… dan bisa terjadi dengan pemicu kecil apapun,” kata Swe.

Pemimpin partai berkuasa Aung San Suu Kyi tambah Swe, saat ini menetapkan prioritas yang lebih besar termasuk menjaga perdamaian dan konstitusi.

“Bila ia memulai membicarakan soal kekerasan, akan timbul keributan (dalam pemerintahan),” tambahnya.

Quran di Myanmar dibakar
Sisa-sisa mushaf al-Quran yang dirusak (BBC)

Suu Kyi, peraih Hadiah Nobel Perdamaian menghadapi kritikan karena dianggap tidak mengambil sikap tegas terhadap Muslim, terutama kelompok Rohingya yang banyak tinggal di negara bagian Rakhine. Suu Kyi sendiri mengatakan meminta waktu di tengah upaya pemerintahan sipilnya untuk membangun kepercayaan antar komunitas.

Win Shwe, sekretaris masjid, mengatakan kepada kantor berita AFP, penduduk Muslim khawatir akan keselamatan mereka dan merencanakan untuk pindah ke kota terdekat sampai ketegangan mereda.

“Situasi kami masih belum aman dan kami merencanakan untuk pindah dari desa ini… kami masih takut,” katanya kepada AFP.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aung San Suu Kyiburmaetnis Rohingyahadiah nobelMuslimmyanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zona Bebas Pajak Sedang Dibangun, Normalisasi Hubungan Turki-Israel akan Mendongkrak Perekonomian
Tulisan selanjutnya Tanggapan IHH terkait Hubungan Turki dan Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?