Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Al-Azhar Menolak Penyeragaman Khutbah Jumat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Juli 2016 05:50 5:50 am
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Juli 2016 05:50
Bagikan
Al Azhar, Kairo, Mesir
Bagikan

Hidayatullah.com—Al-Azhar menolak keputusan pemerintah belum lama ini yang mengharuskan para khatib di mimbar-mimbar shalat Jumat membaca khutbah yang telah distandarisasi.

Dewan Ulama Senior, yang dipimpin oleh Imam Besar Al-Azhar Syaikh Ahma Al-Tayeb, mengatakan kebijakan pemerintah itu “membekukan wacana keagamaan.”

Kementerian Wakaf Mesir dua pekan lalu mengumumkan bahwa para da’i harus membaca materi yang sama yang telah ditulis dan dipersiapkan oleh tim pemerintah dalam khubah Jumat, dengan alasan untuk mendorong pemahaman Islam moderat dan memerangi ekstrimisme.

Dalam pernyataannya hari Selasa (26/7/2016), Dewan Ulama Senior mengatakan bahwa untuk menggerus pemahaman radikal lebih bisa dicapai dengan meningkatkan potensi dai-dai Muslim daripada menyeragamkan khutbah Jumat.

“Para imam membutuhkan pelatihan serius dan pengetahuan … sehingga mereka dapat menghadapi pemikiran radikal dan menyimpang melalui pengetahuan dan intelektual yang benar.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak tahun 2014 Kementerian Wakaf telah menetapkan topik untuk khutbah mingguan yang disampaikan di mimbar-mimbar Jumat di seluruh penjuru Mesir.

Pimpinan Al-Azhar Islamic Research, Mohy Al-Din Afifi, hari Selasa (27/72016) mengatakan tidak ada masalah dengan lembaganya dan kementerian, tetapi menyoroti perlunya koordinasi di antara mereka dalam masalah itu.

Syaikh Afifi berpendapat penyamaan materi khutbah Jumat justru membuka pintu dakwah bawah tanah, yang diyakini membantu penyebaran paham radikal.

Kebijakan pemerintah itu menyulut protes banyak dai yang mengatakan hal itu akan menyia-nyiakan talenta yang dimiliki para pendakwah dan isi khutbah yang diseragamkan tidak akan berhasil menjangkau warga masyarakat.

Keputusan pemerintah itu berawal dari seruan Presiden Abdul Fattah Al-Sisi agar wacana keagamaan Islam diperbarui. Dia menyalahkan “wacana keagamaan lawas” yang menghalangi negeri Mesir maju dan pemikiran radikal telah menjadi sumber kehancuran di berbagai belahan dunia.

Kementerian Wakaf mengatakan mereka tidak akan mundur dari keputusannya dan materi khutbah yang dikeluarkan pemerintah hanya akan menjadi “pedoman” sampai disahkan oleh sebuah komite yang terdiri dari ulama-ulama pemerintah, lapor Ahram Online.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidak Amalkan Hal Ini, Shalahuddin pun Kalah Perang
Tulisan selanjutnya Pemerintah Prancis Mengakui Sistem Hukumnya Gagal Terkait Kasus Serangan di Gereja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?