Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Kita Menghadapi Masalah Dekadensi Moral di Kalangan Pelajar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Juli 2016 06:12 6:12 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Juli 2016 06:45
Bagikan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
Bagikan

Hidayatullah.com–Perombakan kabinet dan reshuffle baru saja dilakukan pemerintah Joko Widodo. Muhajir Effendi, salah satu tokoh Muhammadiyah yang juga dikenal sebagai pegiat pendidikan ditunjuk presiden Joko Widodo, menggantikan Anies Baswedan, memimpin pos Kemenkdikbud.

Apa saja tugas yang diberikan dan komitmenya? Berikut wawancaranya.

Tugas apa yang diminta oleh presiden terhadap Anda?

Ada 2 persoalan besar, masalah ketidakmerataan (kesenjangan) pendidikan, yang kedua adalah mismatch. Ketidaknyambungan antara keterampilan, kecakapan tenaga kerja kita dengan kebutuhan industri.

Dan ini akan kita perkuat. Saya sampaikan ini adalah problem lintas sektor dan ditangani secara terpadu. Ada kementerian lain yang ikut bertanggung jawab. dan Presiden menyambut baik perlu adanya koordinasi dan sinergi untuk masalah tenaga kerja.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Selain tugas utama diatas, masalah lain apa yang mendesak untuk ditangani?

Untuk guru ya, karena sebagai tulang punggung pendidikan formal, akan ditangani secara sungguh-sungguh. Karena disitu ada problem kualitas guru, profesionalisme guru.

Keluhan orang tua murid terhadap biaya pendidikan masih banyak, tanggapan Anda?

Kalo sekolah tidak melanggar regulasi, kita tidak bisa berbuat apa-apa. tidak bisa intervensi terlalu jauh, tergantung kebijakan sekolah, terkait penarikan dsb itu. Tapi kalau sekolah itu menerima bantuan dari pemerintah. dimana persyaratanya sekolah itu tidak boleh memungut bayaran dari siswa, ya itu bisa kita kenai sanksi. Ya kalau bapak merasa berat, ya tidak usah sekolah di situ, ya cari sekolah yang gratis. Pilihanya itu.

Mengenai kesejahteraan guru honorer. Bagaimana pandangan bapak?

Berani tidak menaikkan anggaran pendidikan? Mengangkat honorer, itu bukan soal berani atau tidak berani. Tapi itu soal uangnya ada atau tidak. Karena APBN itu pak bukan hanya kita keluarkan, tapi juga darimana pemasukanya. Sama saja kayak keluarga, kan tidak mungkin belanja seenaknya. Jadi tidak segampang itu, guru honor problem nasional.

Saya tidak bisa jawab serampangan, tapi saya akan concern perhatikan masalah itu.

Apa visi Anda sebagai Mendikbud?

Saya ini kan pembantu presiden, menterjemahkan visi presiden bidang pendidikan. Dan insyallah saya akan memberikan sumbangsih dan profesionalisme terbaik saya untuk bangsa.

Apa yang membuat Presiden Jokowi menunjuk Anda?

Kebijakan itu kan politik. Di bidang pendidikan juga ada politik pendidikan (educational policy). Nah sebagai seorang menteri pasti 70-80% porsinya pasti pada formulasi kebijakan. Mungkin beliau  juga menilai saya cukup paham dengan berbagai hal yang yang berhubungan dengan politik.

Apakah Anda akan melanjutkan program-program menteri sebelumnya?

Setiap pemimpin kan ada style, ada gaya kepimpimpinan. Ada irama kepemimpinan. Yang untuk orang yang gak paham, dianggap telah mengganti yang baru.

Selain sejumlah problematika diatas, dunia pendidikan nasional juga dihadapkan pada masalah dekadensi moral di kalangan pelajar. Dimana aksi tawuran antar pelajar dan sekolah, dan aksi bullying masih kerap terjadi. Semoga Mendikbud baru bisa menjawab persoalan tersebut.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kenakalan remajaMenteri Pendidikan dan KebudayaanMuhajir Effendipendidikan nasionaltawuran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Italia Luncurkan Kampanye untuk Menakut-nakuti Pengungsi
Tulisan selanjutnya Asyik Main Pokemon Go 3 Remaja London Ditodong Rampok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?