Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Risalah Al Qusyairiyah dan Serangan Pasukan Salib ke Mesir

Thoriq
Terakhir diupdate: 8 Agustus 2016 17:45 5:45 pm
Thoriq
Dipublikasikan 7 Agustus 2016 19:29
Bagikan
Bagikan

Syeikh Abu Hasan As Syadzili meski berusia lanjut dan buta namun ia bergabung bersama mujahidin di tenda pasukan.

Pada pertengahan abad ke tujuh hijriyah, di kota Manshurah terlihat kesibukan yang amat luar biasa. Gerakan manusia tidak pernah berhenti. Penduduk Mesir kala itu sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi musuh yang telah menguasai kota pesisir Dimyath, yang mencoba untuk menguasai seluruh negeri. Ya, penduduk Mesir sedang bersiap menghadapi sebuah pertempuran!

Bangunan-bangunan pertahanan telah didirikan, peralatan-peralatan juga telah dipersiapkan sedangkan pasukan sudah bersiap dalam barisan mereka. Adapun Sultan Dhahir Baibars pemimpin Mesir waktu itu hampir tidak memejamkan matanya karena kesibukannya.

Di sisi lain, Louis IX penguasa Perancis sedang memimpin pasukan Salib, yang bertekad untuk menghancurkan Arab dan Islam melalui perang pamungkas di Al Manshurah. Mereka bergerak sampai tepi perbatasan kota Al Manshurah, bahkan telah menguasai sebagian dari wilayahnya.

Waktu itu, keyakinan akan pertolongan Allah tertanam di dada para mujahidin, yang membuat mereka mampu menahan lelah untuk terus bekerja pada siang hari dan malamnya. Hal ini bukanlah perkara mudah, karena sebagian dari mereka adalah warga sipil sedangkan tentara jumlahnya terbatas.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Namun Mesir waktu itu mempunyai para ulama besar yang memiliki keikhlasan untuk berjihad di jalan Allah. Mereka antara lain, Syeikh Al Islam Izuddin bin Abdissalam, Majduddin Al Qausyairi, Muhyiddin bin Suraqah, Majuddin Al Akhmimi, Abu Hasan As Syadzili serta para ulama lainnya. Para ulama itu melakukan tugas yang juga tidak jauh dari mara bahaya, dimana mereka datang dari berbagai wilayah di Mesir untuk bergabung bersama mujahidin di Al Manshurah. Syeikh sufi Abu Hasan As Syadzili, meski usianya sudah udzur dan dalam kondisi buta, ia merupakan ulama yang datang pertama kali ke Al Manshurah.

Mereka itulah para ulama sufi atau sufi ulama yang bergabung di tenda-tenda pasukan untuk membimbing dan memberikan motivasi kepada mereka, memberi kabar gembira dengan kemenangan atau kesyahidan. Sedang di malam harinya, para ulama berkumpul dalam satu tenda bermunajat kepada Allah dengan shalat dan doa-doa mereka untuk memperoleh kemenangan.

Diriwayatkan dalam Durar Al Asrar, bahwa setelah usai bermunajat mereka mengkaji kitab. Waktu itu yang dibaca adalah kitab tasawuf Risalah Al Qusyairiyah, sedangkan para ulama itu menyimak dan berbicara satu sama lain, “Apa yang dibaca?”, “Dari bab ar risalah?”, “Apa mereka membaca bab futuwwah?”,”Atau mereka membaca bab hurriyah?”, “Atau mengikuti para pemula, membaca dari awalnya?”

Kitab yang ditulis oleh Imam Al Qushairi itu dibacakan kepada para ulama dan mereka pun menjelaskannya, sedangkan Syeikh Abu Hasan As Syadzili diam menyimak. Setelah selesai menjelaskan, para ulama itu meminta kepada Syeikh  Abu Hasan untuk berbicara. Syeikh Abu Hasan pun diam sejenak, kemudian mulai berkata, perkataan yang dipenuhi unsur ruhaniyah yang tidak mudah terungkapkan, hingga Imam Izuddin bin Abdissalam berseru,”Dengarkan perkataan langka ini, perkataan yang dekat dengan Allah!”

Imam Izuddin bin Abdissalam merasa ta’jub dengan apa yang disampaikan oleh Syeikh Abu Hasan As Syadzili karena apa yang disampaikan tidak berasal dari kitab-kitab.

Syeikh Abu Hasan As Syadzili, yang siang dan malamnya tersibukkan dengan urusan umat Islam suatu malam tertidur dan bermimpi mengenai kondisi umat Islam di Al Manshurah. Diriwayatkan dalam kitab Durar Al Asrar, dimana Syeikh Abu Hasan menyampaikan,”Waktu itu pada malam 8 Dzulhijjah, aku sibuk dengan urusan umat Islam serta urusan jihad. Aku telah berdoa untuk urusan sultan dan umat Islam. Di akhir malam aku bermimpi menyaksikan sebuah tenda besar di langit dengan cahaya di atasnya. Para penduduk langit berlomba-lomba menuju tempat itu sedangkan penduduk dunia sibuk dengan urusannya masing-masing”.

“Milik siapa tenda itu?” Tanya Syeikh Abu Hasan. “Itu tenda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam”, jawab mereka yang ada di situ.

Syeikh Abu Hasan pun segera menuju tenda tersebut. Di pintunya ditemui sekitar tujuh puluh ulama, termasuk Syeikh Islam Izuddin bin Abdissalam, Syeikh Majdudin pengajar di Qus, Al Faqih Kamal bin Qadhi Sadruddin, Al Muhaddits Muhyiddin bin Suraqah, Al Hafidz Abdul Adzim Al Mundziri dan Syeikh Majduddin Al Akhmimi. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mempersilahkan para ulama itu duduk di sisi kiri sedangkan Syeikh Abu Hasan maju kepada beliau. Saat itu Syeikh Abu Hasan menangis karena sedih sekaligus bergembira. Sedih karena memikirkan persoalan jihad sedangkan senang karena ia dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berdekatan karena nasab.

Waktu itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyampaikan agar Syeikh Abu Hasan tidak perlu risau dengan urusan jihad dan Allah telah memberi rahmatnya kepada sultan. Dan Beliau berpesan agar Syeikh Abu Hasan memberi nasihat kepada sultan untuk tidak melakukan kedzaliman. Setelah itu Syeikh Abu Hasan pun berkata,”Demi Allah, kita memperoleh kemenangan!” Dan saat itu pula ia terjaga dari tidurnya.

Waktu itu umat Islam memperoleh kemenangan, dan berhasil menawan raja Louis IX serta para pejabatnya dengan jumlah cukup besar.

*Disarikan dari buku Qadhiyah At Tashawuf Al Madrasah Asy Syadziliyah karya Syeikh Al Azhar Abdul Halim Mahmud.

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buta, Tapi Melakukan Ribath dari Maghrib Hingga Shubuh
Tulisan selanjutnya Mensos Minta Kepolisian-BPOM Usut Tuntas Peredaran Snack “Bikini”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?