Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Merananya Kaisar Jepang, Ingin Meletakkan Tahta Tak Bisa karena Terhalang Konstitusi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2016 11:12 11:12 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Agustus 2016 11:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Banyak rakyat Jepang terharu melihat Kaisar Akihito muncul di layar televisi mengungkapkan kekhawatirannya tentang kemampuannya untuk melaksanakan tugas sebagai seorang raja. Namun, mereka hanya dapat bersimpati, sebab rajanya yang menua dan sakit-sakitan itu tidak bisa meletakkan tahta karena terganjal konstitusi.

Kaisar Akihito memang tidak menyatakan terang-terangan untuk turun tahta, sebab aturan kerajaan melarang demikian. Namun, pernyataan mengenai kondisi kesehatannya yang menurun dan kekhawatirannya tentang kemampuannya memenuhi tugas dan tanggung jawab merupakan sinyal kuat bahwa dirinya ingin turun dari singgasana kerajaan.

Peraturan yang berlaku di Jepang saat ini mengharuskan kaisar menjauhi peran politik dan tidak memberikan pernyataan politik secara terbuka. Jadi, meskipun menua dan lelah serta sakit-sakitan sekalipun dia tidak bisa secara terang-terangan mengatakan ingin turun tahta.

Rakyat Jepang, menurut jajak pendapat yang dilakukan kantor berita Kyodo, mayoritas (85%) mendukung keinginan Kaisar Akihito turun tahta dan seharusnya hal itu dilegalisasi, tetapi sebagian dari kalangan konservatif menentangnya.

Walaupun rakyat memahami keinginan rajanya untuk meletakkan tahta dengan alasan usia yang menua dan kondisi kesehatan yang buruk, konstitusi negara itu harus diubah lebih dulu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Profesor Robert Campbell, seorang pakar kebudayaan Jepang di Universitas Tokyo mengatakan jabatan kaisar adalah pekerjaan yang harus diemban seumur hidup.

“Mengubahnya, pertama akan mempengaruhi realita masyarakat Jepang –yaitu perasaan hampir semua orang di sini tentang bekerja dan kehidupan, pembangunan karir dan seterusnya, dan akan menyentuh realita di mana hampir semua orang di sini bekerja. Dan kebanyakan rakyat di sini akan mendukung keputusannya disebabkan seberapa banyak kerja yang benar-benar telah dilakukannya selama bertahta,” kata Campbell seperti dikutip Euronews Senin (8/8/2016).

Akihito mewarisi tahta kerajaan Jepang pada tahun 1990 setelah kematian ayahnya Kaisar Hirohito. Dia menjadi kaisar ke-125 dari rangkaian tahta yang dapat dilacak sejarahnya hingga ke masa pendirian kerajaan itu 2.600 silam.

Selain menjadi kepala negara dia juga menjadi pemimpin tertinggi agama Shinto, meskipun tidak dianggap memiliki “wangsit dari langit” seperti kaisar-kaisar Jepang tempo dulu.

Setelah melalui perubahan konstitusi, Akihito merupakan kaisar pertama yang diperbolehkan menikahi seorang wanita dari kalangan rakyat biasa, yang dilakukannya pada 1965 setelah bertemu dengan Michiko Shoda saat bermain tenis.

Dibanding pendahulu-pendahulunya, Akihito berusaha lebih mendekat dengan rakyat lewat sejumlah acara, termasuk mengunjungi korban selamat gempa dan tsunami Fukushima tahun 2011, yang merupakan aktivitas pertamanya yang ditayangkan di layar televisi.

Jika diperbolehkan untuk turun tahta, Akihito –yang kini berusia 82 tahun dan pernah menjalani operasi jantung serta dirawat karena kanker prostat– akan menjadi kaisar pertama Jepang yang mengundurkan diri setelah Kaisar Kokaku pada 1817.

Duduk di baris pertama pewaris tahta kerajaan Jepang adalah Naruhito, putra pertama Akihito, yang sekarang berusia 56 tahun.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jamaah Haji Diimbau Jaga Kesehatan, Pelajari Manasik, dan Patuhi Aturan
Tulisan selanjutnya Jangan Jadi Begini!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?