Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Info Halal

Tips Cara Menghindari Makanan Haram

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2016 07:52 7:52 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Agustus 2016 10:00
Bagikan
Bagikan

TAK sedikit kita jumpai ada orang yang menyatakan: “Yang haram saja susah apalagi yang halal.” Pernyataan ini sangat menyesatkan. Satu ungkapan yang menggambarkan rendahnya kondisi keimanan dan keyakinan mereka terhadap rahmat dan rezeki Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT). Padahal jelas, jumlah makanan yang halal itu lebih banyak dibandingkan dengan yang haram.

Ajaran Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan yang haram.  Oleh karenanya, al-Qur’an dan Sunnah telah menetapkan halal atau haram terhadap sesuatu makanan. Jadi, sudah semestinya umat Islam sensitif terhadap status halal sesuatu yang akan dikonsumsinya.

Banyak sekali ayat al-Qur’an yang menerangkan dan menganjurkan umat manusia agar mengonsumsi makanan atau minuman yang halal, seperti disebutkan dalam Surat Abasa [80] ayat 24:

فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَـٰنُ إِلَىٰ طَعَامِهِۦۤ (٢٤)

”Maka hendaklah manusia itu memerhatikan makanannya.” [QS: Abasa [80]: 24]

Baca Juga

Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
Cek Bahan Kosmetik Anda: Cantik Tapi “Haram” Buat Apa?
Percepatan Sertifikasi Halal” di kantor MUI
Ada Apa di Balik Gurihnya Mie Instan?

Allah Subhanahu Wata’ala juga berfirman,

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِى ٱلۡأَرۡضِ حَلَـٰلاً۬ طَيِّبً۬ا وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٲتِ ٱلشَّيۡطَـٰنِ‌ۚ إِنَّهُ ۥ لَكُمۡ عَدُوٌّ۬ مُّبِينٌ (١٦٨)

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi…” (Al-Baqarah [2]: 168).

Setelah mengetahui bahwa yang dihalalkan Allah Subhanahu Wata’ala adalah semua yang baik dan yang diharamkan semuanya pasti buruk, lantas apalagi yang menjadi halangan untuk menghindari yang haram dan hanya mengambil yang halal saja?

Namun, bagi konsumen Muslim dalam hal memilih mana rumah makan yang menyajikan makanan yang kehalalannya terjamin di Indonesia memang agak repot, mengingat jenis rumah makan yang ada sangat banyak dan bervariasi dari mulai warung Tegal, warung Sunda, warung tenda, restoran kecil, restoran besar, restoran fast food, dan masih banyak lagi.

Meskipun demikian, ada beberapa tips atau langkah yang dapat dijadikan pegangan yaitu:

  1. Ketika kita akan makan di luar rumah kita, pastikan tempat makan, restoran atau rumah makan yang akan kita datangi tersebut dikelola oleh seorang Muslim.
  2. Hindari tempat makan yang menyajikan masakan yang secara jelas diragukan kehalalannya, seperti produk babi dan minuman keras. Biasanya ada yang secara terus terang menyebutkan menu babinya, seperti ‘sate babi’ dan ‘babi panggang’ dengan tulisan yang jelas dan mudah dibaca. Ada pula yang masih malu-malu menyebutnya dengan berbagai kode seperti B1 (anjing) dan B2 (babi).
  3. Hindari pula makan di rumah makan yang menyajikan masakan halal bercampur dengan masakan haram. Sebab, ada juga rumah makan yang menggunakan peralatan yang sama untuk memasak makanan yang halal dan yang haram.
  4. Jika mau lebih berhati-hati lagi, pastikan rumah makan yang sudah mendapatkan sertifikasi halal dengan memerhatikan ada tidaknya logo Halal MUI yang berwarna hijau, atau logo halal Malaysia, serta nomor registernya. Sebab, rumah makan tersebut sudah tidak perlu diragukan lagi kehalalan makanan dan minuman yang disajikannya.
  5. Tidak ada salahnya bertanya secara sopan dan baik untuk memastikan bahwa rumah makan yang kita datangi tidak menyajikan masakan yang diragukan kehalalannya. Sebagai contoh, kita dapat bertanya “apakah dalam pembuatan masakan di tempat makan ini menggunakan ang ciu?”, jika jawabannya “ya” maka kita katakan “terima kasih, maaf saya tak jadi makan di tempat ini,” lalu kita meninggalkan restoran tersebut.
  6. Jika sedang di luar negeri, pastikan bahwa restoran yang kita pilih itu dikelola oleh Muslim. Atau kita pergi mencari warung kebab, dan restoran India atau Pakistan yang menjual makanan halal. Selain itu, bisa juga kita ke supermarket yang ada rak-rak khusus menjual makanan berlabel halal.
  7. Selain itu, jika kita hendak membeli suatu produk perhatikan merk dagang dan perusahaan pembuat (pabrik) yang tercantum di kemasan produk. Biasanya ada beberapa perusahaan yang sudah mendapatkan sertifikat halal, tapi pada kemasan produk paling akhir logo halalnya belum dicantumkan. Perusahaan yang sudah bersertifikat halal bisa ditelusuri di situs www.halalguide. info.
  8. Ketika membeli sebuah produk, yang penting untuk diperhatikan juga yaitu adakah yang merupakan produk turunan hewan yang perlu diwaspadai, biasanya menggunakan istilah-istilah tertentu.

9.      Jika kita mau sedikit repot, maka lebih baik membawa bekal makanan atau minuman dari rumah yang dimasak sendiri oleh kita. Ini jelas lebih aman.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:halalharammakanansertifikasi halal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya konseling narkoba mui BNN: Empat Juta Orang Terjerat Narkoba
Tulisan selanjutnya 17 Agustus Kaum Muslimin Bandung Launching Gerakan Shalat Subuh Berjamaah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Info Halal

Perlunya Mencermati Label Makanan

26 Desember 2022 16:30
Info Halal

Produk Makanan Halal Indonesia Peringkat Dua Dunia,  Kemenag Berkoordinasi terkait Sertifikasi Halal

12 Desember 2022 13:45
Titik Kritis Keharaman Burger
Info Halal

5 Titik Kritis “Keharaman” Burger

12 Desember 2022 05:00
Info HalalRagam

Kemana Perginya “Turunan” Babi?

10 Desember 2022 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?