Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Al-Quran dan Perkembangan Literatur Pemikiran Ekonomi Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 April 2023 11:16 11:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 April 2023 11:16
Bagikan
Bagikan

Al-Quran adalah sumber primer rujukan pengembangan ilmu-ilmu hingga saat ini, termasuk matematika, fisika, kimia hingga ekonomi, seberapa sering kita menelaahnya?

Oleh: Nurizal Ismail

Hidayatullah.com | MEMASUKI puasa ke-17 bulan Ramadhan identik dengan turunnya Al-Quran yang diwahyukan kepada NabiMuhammad  ﷺ melalui perantara Malaikat Jibril.

Tujuan  kehadirannya  telah dijelaskan dalam Surat al-Baqarah 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

”Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan penjelasan mengenaipetunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…”.

Maka jelas lah bahwa Al-Quran merupakan  sumber utama   bagi umat  Islam  yang  berfungsi  sebagai  petunjuk  bagi kehidupan di dunia untuk meraih kehidupan di akhirat.

Dalam epistemologi Islam, Al-Quran merupakan sumber primer yang menjadi rujukan dalam pengembangan ilmu-ilmu yang terus berkembang hingga saat ini. Di dalamnya meliputi aspek ilmu tauhid, akhlak, fikih, alam,keluarga, sejarah, ekonomi, politik, sosial, sains dan teknologi.

Para ulama dahulu telah mengembangkan ilmu pengetahuan merujuk pada al-Quran sebagai landasan   utama   konsep   atau   teori   yang   dikembangkannya.  

Dalam   bidang   kedokteran ada Al-Razi dan Ibnu  Sina. Dalam matematika ada Umar Khayyam, Nasir al-Din al-Tusi, al-Khawarizimi dalam teknologi misalnya ada Abbas bin Firnas dan al-Jazari; dan masih banyak lagiilmu-ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh para ulama terdahulu.

Salah satu bidang yang   sedang   berkembang   saat   ini   adalah   ilmu   ekonomi   Islam   tidak   hanya   di   Indonesia bahkan   dunia.   Pertanyaanya   bagaimana   kontribusi   ulama-ulama   terdahulu   terhadap pengembangan literatur ekonomi Islam?

Dalam   al-Quran   banyak   sekali   istilah-istilah   yang   terkait   dengan   ekonomi   telah dikembangkan menjadi suatu kajian khusus dalam ekonomi Islam oleh para ulama terdahulu.

Prof Sobri Orman seorang pakar sejarah ekonomi Islam membagi sumber-sumber literature ekonomi Islam yang khusus menjadi enam kategori, yaitu literatur  al-kharaj, al-amwal, al-kasb tijarah, nuqud,  dan  hisbah.

Pertama, para ulama penulis  al-kharaj  (pajak tanah) di antaranya adalah; Imam Abu Yusuf, Yahya bin Adam dan Qudama bin Ja’far.

Dalam kajian  al-kharaj  Imam Abu Yusuf dan Yahya bin Adam lebih fokus dibandingkan Qudama bin Ja’far yang lebih luas pembahasannya pada diskusi  diwan  (kementrian) dan termasuk diwan  al-kharaj  dalam  pemerintahan   Islam.

Namun,  bagi pemerhati  sejarah akuntansi   Islam, buku Qudama   bin   Ja’far   wajib   menjadi   rujukan   karena   di   dalamnya   banyak   sekali   aspek   dan praktek akuntasi yang beliau jelaskan.

Kedua,   dalam   literatur  al-amwal  di antara   penulisnya adalah Abu Ubayd, Abu   Ja’far al-Dawudi. Ini juga merupakan literatur ekonomi Islam yang mirip dengan  al-kharaj  dengan nama yang berbeda, termasuk al-ahkam al-shultaniyyah-nya Imam Mawardi.

Ketiga, di antara penulis   literatur  hisbah  adalah Yahya bin Umar,  Ibnu   Taimiyah,  Al-Mujailidi dan Al-Shaizari.  Literatur ketiga ini lebih banyak mengupas permasalahan harga dan mekanis mepasar.

Keempat, literatur tentang nuqud (uang) di antara penulisnya; yaitu Abu Hilal Hasan bin Abdillah al-Askari, Al-Maqrizi, dan Al-Munawi.  Literatur ini sangat penting antara sumber-sumber sejarah moneter Islam yang masih relevan untuk dikaji dan dikembangkan saat ini.

Kelima, penulis-penulis al-kasb di antaranya;  Al-Syaibani, Al-Hubaishi, dan Abu Bakaral-Khallal.   Literatur ini berkenaan dengan bagaimana cara mencari   penghidupan dan mengelolahnya dalam bentuk pengeluaran-pengeluaran   (nafaqah) dalam bingkai syari’at.

Keenam, adalah tijarah (perdagangan) yang di antara penulisnya adalah Ja’far al-Dimasqi danal-Jahiz. Kedua buku mereka merupakan buku manual tentang perdagangan yang dibahas sangat komprensif dan praktis.  

Literatur yang lain dan mungkin bisa dikatakan spesifik adalah ‘ilm tadbir al-manzil yang dikembangkan oleh para filusuf Muslim seperti Ibn Sina, Miskaway, dan Nasr al-Din al-Tusi.

Saat ini, tokoh-tokoh atau ulama-ulama Muslim kontemporer seperti Khursid Ahmad dalam pembangunan ekonominya, Umer Chapra dalam moneter Islam, dan lainnya juga fokus dan spesifik dalam kajian pengembangan ekonomi Islam.

Semua yang mereka kembangkan dalam literatur ekonomi Islam tidak lepas dari   sumber utamanya yaitu al-Quran dan Sunnah. Karena itu dalam momentum Nuzulul Quran ini baiknya kita kembali melakukan evaluasi sudah seberapa sering kah kita membacanya, menalaahnya dan mengambil hikmah-hikmah di dalamnya?  

Terutama dalam hubungannnya dengan pengembangan ekonomi Islam,   sudah saatnya membangun epistemologi ekonomi Islam berasal dari akar Islam itu sendiri yaitu al-Quran dan Sunnah.

Ada banyak istilah atau kata dalam al-Quran yang belum dieksplore dan dikembangkan menjadi satu konsep ekonomi Islam yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat seperti yang telah dikembangkan oleh ulama-ulama terdahulu di   penjelasan sebelumnya.

Ekonomi yang hidup adalah ekonomi yang mempunyai ruh yang berasal dari Quran danSunnah. Wallahu’alam bil sawab.*

Penulis dosen STEI Tazkia dan Peneliti ISEFID

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-Quranekonomi IslamHeadlinenuzulul Quran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hakim Perintahkan Hukum Mati Ayam setelah Suara Kokoknya Mengganggu Tetangga
Tulisan selanjutnya Video: Ratusan Orang Buka Puasa di Aula Royal Albert Hall di London yang Ikonik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Berita
2 September 2026 20:21
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?