Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Bebas Membangun Rumah Ibadah, Makin Rukun atau Tambah Tawuran?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Juni 2023 08:30 8:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Juni 2023 08:29
Bagikan
masjid dan gereja bersebelahan di Jl. Gatot Subroto, Jayengan, Solo
Bagikan

Populasi umat Kristen di Indonesia hanya 10,55%, dari total jumlah penduduk, tetapi jumlah gereja jauh lebih besar, mencapai 22,28%, dimana diskriminsinya?

Oleh: Mirotul Lailiyah

Hidayatullah.com | KABAR mudahnya izin pendirian rumah Ibadah yang dilontarkan oleh Kementerian Agama beberapa waktu lalu masih belum bisa mantap diterima oleh semua kelompok agama di Indonesia.

Kemenag menargetkan terbitnya Perpres tentang Kerukunan Umat Beragama yang di dalamnya bakal mempermudah izin pendirian rumah Ibadah.

Juru bicara Kemenag Anna Hasbie mengatakan, beberapa hal yang berubah dari PBM adalah pendirian rumah Ibadah hanya cukup dengan satu rekomendasi dari kepala kantor Kemenag di daerah setempat. Alhasil, tidak perlu lagi ada rekomendasi dari Forum Kerukunan Umat Beragama  (FKUB).

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

Ini karena mereka menganggap masih ada umat beragama yang kesulitan mendirikan rumah Ibadah tersebab tidak mendapatkan rekomendasi dari FKUB.

Meski Persatuan Gereja Indonesia (PGI) sudah menyetujuinya, tapi Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih meminta agar peraturan baru ini didiskusikan lebih lanjut dengan majelis-majelis agama lainnya (bbc.com).

Apabila alasan Kemenag mengubah aturan pendirian rumah Ibadah karena terjadi diskriminasi mayoritas atas minoritas, semua itu tidak ada buktinya, padahal jumlah gereja di Indonesia justru meningkat pesat selama tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data Kemenag, pada 2021, jumlah gereja sebesar 72.233 atau meningkat 23,46% dari 2019. Sementara itu, jumlah masjid pada 2021 meningkat hanya 1,97% dari 2019, yakni sebanyak 285.631.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, jumlah umat Islam di Indonesia sangat besar, yaitu 86,93% dari penduduk Indonesia, tetapi jumlah masjid yang didirikan hanya 74% dari total rumah Ibadah.

Bandingkan dengan gereja, populasi umat Kristen hanya 10,55%, tetapi jumlah gereja jauh lebih besar, mencapai 22,28% dari jumlah total rumah Ibadah. Artinya, jumlah gereja sudah melebihi kebutuhan jemaat.

Jadi di mana letak diskriminasinya?

Sebaliknya, umat Islam justru merasakan adanya diskriminasi dengan berbagai kebijakan, bahkan sering mendapat tuduhan miring. Mislanya kebijakan deradikalisasi yang menuding umat Islam sebagai kaum “radikal dan intoleran”. Lihatlah para ulama yang lantang menyuarakan kebenaran, malah dikriminalisasi.

Masjid sebagai tempat umat beribadah dan menimba ilmu, tidak luput dari stigma tersebut. Misalnya, larangan membicarakan politik di masjid, padahal politik adalah bagian dari ajaran Islam. Lalu sertifikasi dai dan wacana penyeragaman teks khotbah Jumat yang pada akhirnya mengebiri ajaran Islam sepentunganas kepentingan penguasa.

Jadi, akar masalah semua ini sejatinya lahir dari kegagalan negara dalam menciptakan kerukunan antarumat beragama, bahkan kerukunan antarumat manusia.

Lihatlah kriminalitas yang terus meningkat, bukankah ini menyebabkan hubungan antarmanusia menjadi buruk? Ataupun hukum yang tajam ke bawah dan tumpul ke atas, bukankah ini bentuk diskriminasi antara yang kuat dan yang lemah?

Dalam Islam permasalahan seperti  ini mudah diatasi. Karena ajaran Islam merupakan ajaran sempurna dari Tuhan, Sang Maha Pencipta alam semesta yakni Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang diturunkan untuk mengatur umat manusia.

Alhasil, penerapan seluruh aturannya akan menciptakan kerukunan antarumat beragama.

Syariat Islam diturunkan oleh Allah Swt. bukan untuk mengatur umat Islam saja, melainkan juga untuk seluruh umat manusia.

Setiap warga, baik muslim ataupun nonmuslim, akan diperlakukan sama sebagai penduduk negara. Tidak boleh ada paksaan untuk masuk dalam agama Islam. , sesuai firman suciNya dalam Al-Quran, surat Al-Baqarah ayat 256 yang berbunyi :

لَآ إِكْرَاهَ فِى ٱلدِّينِۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشْدُ مِنَ ٱلْغَىِّۚ فَمَن يَكْفُرْ بِٱلطَّٰغُوتِ وَيُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱسْتَمْسَكَ بِٱلْعُرْوَةِ ٱلْوُثْقَىٰ لَا ٱنفِصَامَ لَهَاۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Islam juga memiliki aturan mengenai pembangunan rumah ibadah non-muslim, yaitu hanya boleh dibangun di pemukiman mereka. Di pemukiman warga muslim, tidak boleh dibangun rumah ibadah, kecuali masjid.

Hal ini merupakan penjagaan negara terhadap akidah umat sebab tempat peribadatan adalah sarana untuk syiar agama. Terkait hal ini, seharusnya negara melarang semua aspek yang terkategori syiar agama non-muslim di wilayah muslim.

Dalam sejarah telah tercatat bukti bahwa telah tercipta suatu kerukunan hidup yang sangat menentramkan para umat beragama. Contohnya, Karen Armstrong dalam bukunya, Jerusalem: One City, Three Faiths, mengakui kehebatan Umar bin Khaththab ra. dalam menciptakan kerukunan umat beragama di Palestina di masa itu.*

Aktivis Muslimah Gempol

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerejaPembangunan Rumah Ibadahrumah ibadah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hacker Inggris Pembajak Akun Twitter Orang Ternama Dunia Dibui di Amerika
Tulisan selanjutnya Keamanan Siber Arab Saudi Diakui Terbaik Kedua di Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berita
31 Agustus 2026 21:23
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?