Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Pihak yang Kalah dalam Agresi ‘Israel’ di Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Desember 2023 16:29 4:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Desember 2023 16:30
Bagikan
Warga Gaza naik tank yang dihancurkan pejuang Al-Qassam, sayap militer Hamas, 7 Oktober 2023
Bagikan

Hilangnya peluang Zionis ‘Israel’ di tengah agresi ‘Israel’-Palestina pada 7 Oktober telah mengakibatkan krisis keamanan, sementara dukungan AS meningkatkan sentimen anti-Amerika dan aktor-aktor utama Eropa menghadapi kemunduran.

Oleh: Murat Yeşiltaş

Hidayatullah.com | SEKALIPUN ‘Israel’ berhasil keluar dari agresi ke Palestina dengan kemenangan militer yang terbatas, ‘Israel’ tetaplah pihak yang kalah dalam agresi tersebut.

Menyusul kampanye intensnya melawan Gaza pasca 7 Oktober, Zionis gagal atau memilih untuk tidak memanfaatkan peluang sejarah terbesar sejak pendiriannya. Saat ini, negara penjajah ini sedang bergulat dengan krisis keamanan ontologis dan kecemasan mendalam terhadap status regional dan global dalam skala yang belum pernah terjadi sejak tahun 1948.

Selain ‘Israel’, Amerika Serikat juga ikut mengalami kerugian besar. Dukungan Washington yang tidak diragukan lagi terhadap teroris ‘Israel’ dan sikap diamnya terhadap agresi penjajah yang tidak terkendali telah memperdalam dan memperluas sentimen anti-Amerika di Timur Tengah dan sekitarnya, yang menyebabkan runtuhnya kebijakan Presiden Joe Biden yang bertujuan untuk membentuk tatanan Timur Tengah baru yang berpusat pada perdamaian “Poros Arab-Israel”.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

Aktor-aktor besar Eropa juga termasuk yang dirugikan. Meskipun Jerman memiliki kekuatan ekonomi yang besar, Jerman berperilaku sebagai negara yang bergantung dan tidak memiliki kapasitas untuk mengembangkan kebijakan yang independen.

Bertentangan dengan tujuan strategis pasca-BREXIT yaitu “Inggris Global”, Inggris mengambil sikap pro-Israel tanpa melakukan perubahan berarti.

Meskipun Prancis mencoba melakukan pendekatan yang lebih seimbang, Prancis terpaksa mendukung Zionis ‘Israel’ sebagai pemain yang tidak efektif. Posisi Spanyol dan Belgia, yang mengkritik ‘Israel’ di Eropa, menunjukkan ketidakmampuan UE untuk menjadi aktor global.

Kerugian Strategis

Pasca 7 Oktober, ‘Israel’ menghadapi berbagai kekalahan dan harus menghadapi konsekuensi ini di tahun-tahun mendatang. Salah satu dampak strategis yang pertama adalah terkikisnya doktrin keamanannya.

Secara militer, doktrin keamanan ‘Israel’ bertumpu pada empat pilar. Yang paling utama adalah pencegahan militer, senjata utama sebelum pertahanan.

Agresi pada tanggal 7 Oktober, ditambah dengan kerentanan tentara ‘Israel’ dalam mempertahankan upaya perang, menyebabkan runtuhnya mitos pencegahan.

Kemampuan peringatan dini, yang didasarkan pada kecerdasan superior suatu negara untuk memprediksi tindakan musuh, terbukti tidak sempurna pada tanggal 7 Oktober, mengingatkan kita pada tahun 1973.

Kemampuan pertahanan ‘Israel’, yang dimaksudkan sebagai kekuatan utama pertahanan ketika pencegahan gagal, tersendat di Gaza, sehingga menyoroti mitos kemampuan tempur tentaranya yang diklaim mahir.

Pilar keempat, sebuah kemenangan yang menentukan, yang awalnya ditujukan untuk menghancurkan Hamas, telah berubah di bawah pemerintahan Benjamin Netanyahu dari “menghancurkan” menjadi “melemahkan” Hamas, karena pencapaian pilar tersebut jelas tidak mungkin tercapai.

Perubahan dinamika peperangan konvensional dan lingkungan perang, serta pergeseran aktor dan sifat perang, menimbulkan keraguan mengenai keefektifan strategi pencegahan dan keamanan ‘Israel’ di Timur-Tengah di masa depan, khususnya dalam konteks meningkatnya peran disruptif Iran di Timur-Tengah. Suriah dan Lebanon.

Penyimpangan Teologis Netanyahu

Kerugian ‘Israel’ melampaui bidang militer. Ketika kepentingan dan ketakutan inti suatu negara lebih bersifat keagamaan dibandingkan rasional atau duniawi, perilaku normal dalam hubungan internasional menjadi tidak mungkin tercapai.

Daesh (ISIS) bisa menjadi contoh: Didorong oleh kepentingan agama, bukan kepentingan duniawi, dan mengabaikan aturan. Agresi ‘Israel’ yang tidak patuh di Gaza telah memposisikan negara tersebut sebagai negara yang beroperasi di luar hukum internasional, yang berpuncak pada “genosida Gaza” pasca 7 Oktober,  menodai reputasi internasional nya sendiri.

Referensi agama yang disampaikan oleh pemerintahan dan pendukung Netanyahu saat menyerang Gaza, telah mengungkapkan permasalahan yang lebih dalam, membuktikan bahwa rezim politik ‘Israel’ yang dianggap sekuler hanyalah retorika kosong, dan menggambarkan ‘Israel’ sebagai negara mesianik yang mengoperasionalkan perang melalui narasi agama.

Akibatnya, agresi ‘Israel’-Palestina telah menjadikan ‘Israel’ sebagai “negara radikal” yang tidak mau mematuhi hukum internasional.

Kerugian lainnya adalah transisi ‘Israel’ menjadi negara radikal yang menguduskan tindakannya dan mengabaikan aturan, sehingga menyebabkan disintegrasi masyarakat.

Peristiwa 7 Oktober sangat mengguncang rasa aman ‘Israel’, baik sebagai negara maupun masyarakat. Hal ini membingkai agresi dalam istilah “Holocaust” yang meningkatkan ketidakamanan dan keprihatinan sosial.

‘Israel’ secara bertahap menjauh dari praktik demokrasi dan menganut otoritarianisme di bawah ekstremisme. Dorongan yang terus-menerus untuk mencapai superioritas dalam politik membuat normalisasi politik dan masyarakat menjadi mustahil, memperkuat wacana eksklusivitas dan merekonstruksi ruang publik di sekitar poros identitas agama dan Yahudi yang nasionalis.

Hal ini semakin memperkuat sikap ‘Israel’ terhadap isu Palestina, sehingga solusi dua negara tidak mungkin tercapai.

Kemunduran Penting di Luar Segalanya

Selain kerugian militer, politik dan sosial, kemunduran paling kritis yang dialami ‘Israel’ adalah posisi geopolitik regionalnya. Sebelum 7 Oktober normalisasi regional (termasuk kepada negara-negara Arab) telah memberikan peluang bagi ‘Israel’ untuk mematahkan isolasi historis.

Namun, persepsi zero-sum terhadap isu Palestina dan sikap bermusuhan terhadap pemain regional mengakibatkan terjadinya isolasi. Banyak peluang strategis, termasuk normalisasi Arab-Israel, upaya ekonomi regional, dan kemitraan energy akan terhenti karena agresinya ke Palestina.

Membangun kembali ruang peluang ini tidaklah mudah, dan berpotensi menyebabkan ‘Israel’ memperkuat pendiriannya di Suriah dan Lebanon atau memaksanya untuk berkompromi dalam persamaan regional.

Singkatnya, tindakan ‘Israel’ yang tidak proporsional di Gaza telah menyebabkan terkikisnya politik, masyarakat, dan rusaknya citra regional dan global. ‘Israel’ mendapati dirinya lebih terisolasi dan menjadi paling tidak aman di Timur-Tengah dibandingkan di masa lalu.

Akibatnya, biaya agresi nya di Jalur Gaza menjadi lebih mahal dibandingkan sebelum 7 Oktober.*

Penulis adalah profesor politik internasional di Departemen Hubungan Internasional di Universitas Ilmu Sosial Ankara. Ia berspesialisasi dalam studi keamanan internasional, terorisme, geopolitik, dan kebijakan luar negeri Turki. Artikel diambil dari Daiy Sabah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Agresi IsraelHeadlineisraelIsrael kalah perangpalestinaPerang GazaPilihan Redaksisentiment anti-Amerikaserangan gazaZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Tetapkan Marco Karundeng, Anggota Laskar Manguni sebagai Tersangka Provokator Kerusuhan di Bitung
Tulisan selanjutnya Serangan Atas Suporter Sepakbola Belgia Dianggap Terorisme 4 Orang Ditangkap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?