Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
ArtikelPalestina Terkini

Mengapa Hamas Menunjuk Yahya Sinwar Sebagai Kepala Biro Politik?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Agustus 2024 07:51 7:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Agustus 2024 07:49
Bagikan
(Alm) Ismail Haniyah dan Yahya Sinwar
Bagikan

Yahya Sinwar akhirnya memimpin Hamas, sosok paling dicari ‘Israel’ karena master mind perang Brigade Izzudin Al-Qassam dan paling ditakuti musuh

Oleh: Pizaro Ghozali Idrus

Hidayatullah.com | GERAKAN perlawanan Palestina, Hamas, pada Selasa malam (6/8/2024) resmi menunjuk Yahya Sinwar sebagai Kepala Biro Politik yang baru usai gugurnya Ismail Haniyah di Teheran, Iran.

Penunjukkan Sinwar sekaligus mengakhiri spekulasi sejumlah nama yang dianggap akan mengisi tampuk Kepala Biro Politik Hamas seperti Khalid Misy’al (Mantan Kepala Biro Politik), Sami Abu Zuhri (Kepala Departemen Politik di Luar Negeri), Musa Abu Marzuk (Wakil Kepala Biro Politik), dan Khalil Al-Hayya (Wakil Kepala Biro Politik).

Juru bicara Hamas Usama Hamdan mengatakan bahwa Sinwar dipilih dengan suara bulat sebagai pemimpin baru gerakan. Usama menambahkan bahwa Sinwar selalu terlibat dalam negosiasi untuk gencatan senjata dengan ‘Israel’.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

Sinwar adalah pemimpin Hamas yang paling dicari ‘Israel’ karena dianggap sebagai master mind perang Brigade Izzudin Al-Qassam serta dinilai mendalangi serangan 7 Oktober.

Berkat racikan perangnya, Al-Qassam mampu meladeni genosida penjajah yang memasuki bulan kesepuluh dan menjadi batu ganjalan utama penjajah ‘Israel’ dalam melumpuhkan Gaza.

Siapakah Yahya Sinwar?

Sepanjang hidupnya Sinwar menjadi tokoh Hamas yang rutin keluar masuk penjara penjajah Zionis sepanjang periode 1980an sebagai perjuangannya memerdekakan Palestina.

Pada 1982, selagi masih menjadi mahasiwa Universitas Islam Gaza, Sinwar ditawan penjajah ‘Israel’ dan menghabiskan empat bulan masa penahanan, yakni penahanan tanpa dakwaan atau sidang.

Penahanan pejuang kemerdekaan Palestina kelahiran 1962 itu terjadi karena keterlibatannya secara langsung dalam pembangunan universitas dan aktivitas-aktivitasnya dengan serikat mahasiswa.

Pada tahun 1985, Sinwar kembali ditangkap penjajah Zionis dan mendekam delapan bulan dalam penjara. Ia dituduh berperan dalam mendirikan agen intelijen Hamas bersama dengan pemimpin-pemimpin senior Hamas Ibrahim Al-Maqadmeh dan Ahmed Al-Maleh.

Tiga tahun kemudian Sinwar ditawan lagi dengan penahanan administratif.

Pada 1989, usai penyelidikan panjang terhadap pembunuhan kaki tangan penjajah yang memata-matai warga Palestina yang terlibat dalam intifadhah pertama pada Desember 1987, Sinwar didakwa dan divonis empat hukuman seumur hidup.

Sinwar bebas dari penjara penjajah Zionis pada tahun 2011 setelah 23 tahun mendekam di penjara penjajara lewat kesepakatan pertukaran tawanan 1.047 warga Palestina dengan kopral ‘Israel’ Gilad Shalit.

Rekam jejak sebagai pemimpin tawanan saat pertukaran tawanan, membantu menaikkan popularitasnya di antara para anggota Hamas, khususnya mereka yang berada di sayap militer.

Jabatan Al-Sinwar membuat sejumlah pengamat ‘‘Israel’’ menggambarkan ia berubah dari “tawanan nomor satu bagi ‘‘Israel’’ menjadi musuh nomor satu ‘‘Israel’’”.

Dalam Operasi Taufan Al Aqsha, Sinwar mengatakan Brigade Al-Qassam telah terlibat dalam pertempuran sengit yang belum pernah terjadi sebelumnya melawan pasukan penjajah ‘Israel’, yang menimbulkan kerugian besar pada serdadu ‘Israel’.

Dia juga mengatakan bahwa pasukannya tidak akan tunduk pada persyaratan penjajah Zionis.

Menurut survei Pusat Survei dan Penelitian Kebijakan Palestina (PCPSR), yang dilakukan antara tanggal 5-10 Maret, meskipun ‘Israel’ terus melakukan genosida di Gaza, sebanyak 70 persen responden mengatakan mereka puas dengan peran yang dimainkan Hamas selama perang berlangsung, 61 persen juga menyetujui peran yang dimainkan oleh Yahya Sinwar.

Ini menjadi bukti bagaimana sosok Sinwar di mata warga Palestina. Dia dianggap hadir dan mewakiliki bangsa Palestina mengusir penjajahan.

Empat faktor penunjukkan Sinwar

Ada beberapa faktor mengapa Hamas menunjuk Sinwar. Pertama, Hamas membutuhkan pemimpin berkharisma yang setara dengan Haniyah dan memiliki pengalaman panjang menghadapi ‘Israel’.

Nama Sinwar sudah tidak asing dalam tampuk kekuasaan Hamas. Ia adalah orang yang sangat dekat dengan Syeikh Ahmad Yassin, ideolog Hamas dan sangat mengerti apa yang harus dilakukan Hamas di lapangan.

Pada tahun 2017, Sinwar pun ditunjuk sebagai Kepala Hamas di Gaza menggantikan Ismail Haniyah yang naik ke tampuk kepala Biro Politik Hamas, yang menunjukkan kapasitas kepemimpinan Sinwar.

Kedua, Sinwar selama ini adalah orang yang paling banyak terlibat langsung dalam negosiasi gencatan senjata dengan ‘Israel’. Sinwar dikenal sebagai pemimpin yang tidak mau tunduk terhadap persyaratan-persyaratan ‘Israel’ dalam negosiasi dan berhasil menekan ‘Israel’.

Setelah bebas tahun 2011 dari penjara kolonial ‘Israel’, Sinwar sudah menyampaikan pidato bahwa dirinya berjanji akan bekerja keras demi kebebasan seluruh tawanan Palestina di dalam penjara-penjara ‘Israel’.

Pada Juli 2016, Sinwar terpilih untuk bertanggung jawab atas tawanan ‘Israel’ yang ditawan oleh Brigade Al-Qassam di Jalur Gaza. Tanggung jawabnya termasuk memimpin setiap negosiasi untuk pembebasan mereka.

Ketiga, Sinwar merupakan otak pertahanan Hamas di Gaza. Dia telah mengembangkan taktik perang gerilya, serangan 0 meter, kekuatan sniper, dan lain sebagainya. Sinwar menghabiskan sepanjang waktu di Gaza untuk memimpin perang dan dianggap sebagai pemimpin masa depan Hamas.

Dengan perang yang telah berekspansi pada skala regional, Hamas memerlukan security leader yang mampu menerjemahkan aspek strategis dan kewasapadaan.

Tentu ini akan menjadi tugas ganda bagi Sinwar, karena dia juga harus menjalankan fungsi diplomatik Hamas, mengembangkan jaringan internasional, dan negosiasi global Hamas. Sebuah tuntutan yang akan membawanya keluar dari Gaza menuju Doha.

Keempat, ini pesan ke ‘Israel’ dan negara-negara Barat bahwa Hamas tidak akan menghentikan perlawanan. Sinwar adalah orang sejak lama tumbuh dalam perlawanan di lapangan.

Sejak usia 19 tahun, dia sudah ditangkap ‘Israel’ akibat konsolidasi perlawanan terhadap penjajahan. Pasca gugurnya Haniyah, Hamas menegaskan bahwa kebijakannya tidak berubah. Api perlawanan tidak akan padam.

Hadiah perlawanan bagi ‘Israel’

Lahirnya Sinwar sebagai Kepala Biro Politik Hamas yang baru, akan semakin menyulitkan ‘Israel’. Di tengah tekanan yang kuat dan fakta-fakta banyaknya tentara mereka yang tewas.

Media ‘Israel’ Yedioth Ahronoth melaporkan pada Senin (5/8/2024) lalu bahwa sekitar 10 ribu tentara ‘Israel’ tewas dan terluka akibat pertempuran selama berbulan-bulan di Jalur Gaza.

Secara berkala, Al-Qassam merilis tentara-tentara ‘Israel’ berjatuhan dalam pertempuran di Gaza di tengah senyum para sandera yang keluar dari Gaza dan cerita-cerita humanis mereka selama disandera.

Kini, Hamas menghadiahkan kepada mereka otak yang menciptakan situasi itu, meruntuhkan propaganda demonisasi Hamas, dan menodai mitos tak terkalahkan tentara ‘Israel’. Wallahu a’lam bishawab.*

Peneliti Asia Middle East Center for Research and Dialogue. Kandidat PhD pada Center for Policy Research USM Malaysia. Direktur Eksekutif Baitul Maqdis Institute

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Brigade Izzudin Al-QassamHAMASHeadlinePilihan RedaksiYahya Sinwar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pendiri taliban Salah Kirim, AS “Tidak Sengaja” Beri Afghanistan Rp 3,8 Triliun
Tulisan selanjutnya GiGa Indonesia Menolak PP Nomor 28/2024 Turunan UU Kesehatan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Palestina Terkini

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza

1 Agustus 2026 13:07
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?