Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
ArtikelPalestina Terkini

Kematian Indah, Sang Legenda Gaza

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2024 21:14 9:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Oktober 2024 21:13
Bagikan
Yahya Sinwar
Bagikan

Patah tumbuh hilang berganti. Syahid satu tumbuh seribu. Panjang umur perlawanan dan pembebasan Masjid Al-Aqsha

Oleh: Muhammad Syafii Kudo

Hidayatullah.com | TOKOH paling dicari rezim Zionis itu akhirnya mengakhiri tugas jihadnya dengan indah. Duduk di atas sofa mengenakan kafiyeh dan sempat melakukan perlawanan terakhir dengan sisa nafasnya, adalah sebuah citra khas dari seorang martir sejati.

Dialah As Syahid Abu Ibrahim Yahya Sinwar, Pemimpin Hamas paling dicadi dan paling dibenci penjajah Zionis dan para sekutunya itu lagi-lagi membuktikan bahwa DNA para mujahidin adalah cetakan khas para penduduk Gaza yang tidak takut mati demi membela tanah air dan agama Allah.

Yahya Sinwar adalah pelanjut estafet kepemimpinan kelompok perlawanan Hamas yang melanjutkan “tradisi” para pendahulunya yang memperoleh jalan kematiannya dengan sempurna yakni syahid (lewat wasilah) dibunuh oleh Rezim Zionis.

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin

Pendiri Hamas, Syekh Ahmad Yassin, kemudian Dr. Abdul Aziz Rantisi, Yahya Ayyash (si pemilik seribu wajah), Ismail Haniyah dan kini Yahya Sinwar adalah para pemimpin kelompok perlawanan Hamas yang akan dikenang manis oleh penduduk langit dan bumi.

Jika para masyarakat Zionis bersorak gembira dengan kematian pria yang mengabiskan seluruh hidupnya selama 62 tahun untuk berperang melawan rezim pendudukan Al-Quds.

Ketahuilah bahwa pria yang selama 23 tahun hidupnya berada di penjara Zionis dan rumahnya dibom tahun 2012 ini, sejatinya lebih bahagia daripada para pemimpin dan rakyat kolonial Zionis sendiri.

Sebab dia mendapatkan anugerah terbesar yang selalu diimpikan oleh setiap orang beriman yakni mati syahid. Isy Kariman aw Mut Syahidan (hidup mulia atau mati syahid) adalah moto utama hidup seorang Muslim.

Zionis menyangka bahwa Yahya Sinwar telah mati dan akan mati pula perlawanan rakyat Palestina. Mereka keliru besar. Sebab di dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman,

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّـهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَ‌بِّهِمْ يُرْ‌زَقُونَ ﴿١٦٩﴾ فَرِ‌حِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّـهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُ‌ونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (١٧٠)

“Janganlah sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya. Mereka bergembira dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya dan bergirang hati atas (keadaan) orang-orang yang berada di belakang yang belum menyusul mereka, yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (Al-Quran Surat Ali Imran, 169-170).

Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu meriwayatkan sebuah hadis yang berbunyi,

اَلشُّهَدَاءُ عَلَى بَارِقِ نَهْرٍ بِبَابِ الْجَنَّةِ فِي قُبَّةٍ خَضْرَاءَ يَخْرُجُ اِلَيْهِمْ رِزْقُهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ بُكْرَةً وَ عَشِيًّا (رواه الحاكم واحمد والطبراني عن ابن عبّاس)

“Para syuhada berada di tepi sungai dekat pintu surga, mereka berada dalam sebuah kubah yang hijau. Hidangan mereka keluar dari surga itu setiap pagi dan sore.” (Riwayat al Ḥakim, Ahmad dan at Ṭabrani dari Ibnu ‘Abbas).

Para syuhada itu menikmati pemberian-pemberian Allah, mereka ingin mati syahid berulang kali. Hal ini dijelaskan dalam sabda Rasulullah ﷺ yang berbunyi,

مَا مِنْ نَفْسٍ تَمُوْتُ لَهَا عِنْدَ اللهِ خَيْرٌ يَسُرُّهَا اَنْ تُرْجَعَ اِلَى الدُّنْيَا اِلاَّ الشَّهِيْدُ فَاِنَّهُ يَسُرُّهُ اَنْ يُرْجَعَ اِلَى الدُّنْيَا فَيُقْتَلَ مَرَّةً اُخْرَى مِمَّا يَرَى مِنْ فَضْلِ الشَّهَادَةِ (رواه مسلم)

“Tidak ada seorang yang telah mati dan memperoleh kenikmatan di sisi Allah, kemudian ingin kembali ke dunia kecuali orang yang mati syahid. Ia ingin dikembalikan ke dunia, kemudian mati syahid lagi. Hal itu karena besarnya keutamaan mati syahid.” (Riwayat Muslim).

Kematian Yahya Sinwar bukanlah kematian perjuangan, melainkan akan menjadi sebuah babak baru dari keberlanjutan perlawanan. Allah tidak akan mendiamkan kedholiman terus berkuasa di muka bumi ini apalagi di tanah para Nabi yang disucikan (Syam). Sebab Allah sangat membenci kedholiman. Seperti yang dinukil oleh Syaikhul Hijaz Imam Nawawi bin Umar Al Jawi Al Bantani di awal mukadimah kitabnya (Nashaihul Ibad), ketika beliau berkata,

وانا الآن اريد التبرك باتيان حديثين شريفين جليلين

“Dan sekarang aku ingin mengambil berkah dengan mendatangkan (menghadirkan) dua hadis yang mulia dan agung kedua-duanya”

Hadis yang pertama adalah hadis Qudsi yang diijazahkan oleh guru Imam Nawawi Banten, yakni Al Allamah Syeikh Muhammad Al Khatib Al Syam yang bersambung kepada sahabat Abi Dzar Al-Ghifari Radhiyallahu Anhu yang berbunyi,

عَنْ أَبِى ذَرٍّ الْغِفَارِيّ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ سبحانه وتعالى أَنَّهُ قَالَ: يَاعِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوا…

“Dari Abu Dzar Al-Ghifary radhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ, dalam hadits qudsi yang beliau ﷺ riwayatkan dari Rabb-nya, bahwasanya Dia subhanahu wa ta’ala berfirman: ”Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku dan Akupun jadikan kezhaliman itu diantara kalian sebagai sesuatu yang haram. Maka janganlah kalian saling menzhalimi…” (HR. Muslim)

Allah mengharamkan kedholiman bukan hanya bagi makhluk Nya tetapi juga bagi diri Nya sendiri. Dan penjajahan disertai genosida adalah salah satu bentuk kedholiman terbesar di atas dunia yang wajib dihapuskan.

Allah bisa saja menghapuskannya dengan mudah secara langsung melalui kehendak Nya. Namun Allah memilih “jalan Nya” yang unik yakni lewat tangan-tangan para kekasih Nya di muka bumi (Mujahidin) untuk lebih menghinakan para musuh Nya dan sebagai bentuk pemuliaan Allah kepada orang-orang beriman yang berkenan menempuh jalan mulia jihad fi sabilillah tersebut.

Video detik-detik kematian Yahya Sinwar yang diviralkan oleh penjajah Zionis justru menjadi bumerang besar bagi Netanyahu dan jajarannya. Berkat video tersebut akhirnya masyarakat dunia tahu bahwa propaganda rezim Zionis selama ini yang menyatakan bahwa arsitek serangan 07 Oktober itu  adalah pengecut yang hanya berani bersembunyi di terowongan bersama  ajudannya dan para sandera warga Israel yang ditawan adalah bohong belaka.

Prof. Fawas Gergez, seorang dosen Hubungan Internasional London School of Economics, menyatakan bahwa di detik-detik terakhir hidupnya dimana dalam keadaan terluka berlumuran darah  Yahya Sinwar dengan mengenakan pakaian tempur dipadukan dengan sorban khas Palestina (Kafiyeh) tetap melakukan perlawanan dengan cara melemparkan tongkat ke arah drone yang mendekatinya adalah bukti bahwa dia adalah pejuang sejati.

Aksi heroiknya menjelang ajal itu dirayakan oleh para penduduk Palestina dan membungkam narasi palsu rezim Zionis selama ini yang menggambarkan sosok Yahya Sinwar sebagai pengecut.

Kematian Yahya Sinwar  juga menyampaikan pesan kepada dunia bahwa militer Zionis dengan segala kecanggihan alutsista dan intelijennya nyatanya tidak sehebat mitos yang selama ini diyakini oleh masyarakat dunia.

Setelah “kebobolan” oleh serangan dahsyat Hamas pada 07 Oktober 2023 silam, nyatanya mereka juga gagal menangkap Yahya Sinwar selama setahun lebih pasca serangan tersebut. Dan kematian Yahya Sinwar pun ternyata bukan karena hasil dari operasi khusus pasukan elite Zionis melainkan dari kebetulan belaka.

Mengutip kantor berita Anadolu, Yahya Sinwar tidak sengaja terbunuh dalam penyisiran rutin yang dilakukan tentara Israel di Jalur Gaza pada Kamis (17/10). Media Israel melaporkan bahwa Sinwar, yang merupakan target utama penjajah akhirnya syahid dalam konfrontasi langsung di lapangan terbuka.

Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa pasukan dari unit Bislach milik tentara penjajah sedang melakukan penyisiran rutin di kota Rafah, dimana mereka menduga ada beberapa orang di dalam sebuah gedung yang dipasangi jebakan.

Laporan itu mengatakan bahwa tentara penjajah melepaskan tembakan artileri dan tembakan ke gedung tersebut, hingga menyebabkan tiga anggota Hamas, tanpa mengetahui bahwa Sinwar ada di antara mereka.

Setelah beberapa saat, para prajurit mulai menyisir gedung tersebut. Dua granat dilemparkan di mana satu meledak sedangkan yang lain tidak, menurut laporan tersebut.

Pasukan itu mundur dan mengirim sebuah pesawat nirawak, yang mendeteksi seorang korban luka, dengan wajah tertutup, duduk di sebuah ruangan dan berusaha menjatuhkan pesawat nirawak tersebut dari udara dengan tongkat.

Dan ketika para prajurit mendekati jasad para pejuang Palestina tersebut, mereka melihat bahwa salah satu dari mereka sangat mirip dengan Sinwar.

Serupa dengan laporan Yedioth Ahronoth, surat kabar Haaretz menyatakan bahwa kematian Sinwar adalah “kebetulan.” Tidak ada informasi intelijen yang menunjukkan keberadaan Sinwar. Apa yang terjadi adalah kebetulan belaka. (Antaranews, 18 Oktober 2024).

Dan ada yang menarik dari kematian Yahya Sinwar tersebut dimana ketika digeledah di kantongnya yang ditemukan adalah benda-benda sederhana saja namun menandakan kepribadiannya yang religius.

Saluran 12 ‘Israel’ membagikan foto barang-barang milik Yahya Sinwar yang ditemukan setelah kematiannya, yakni tasbih, dua buku doa kecil, paspor, peluru, senter kecil, permen mint, pemotong kuku, dan uang tunai.

Yahya Sinwar dimasukkan daftar hitam oleh Kementerian Luar Negeri AS pada tahun 2015, di masukkan dalam daftar orang yang dicari penjajah.

Badan keamanan Israel menganggapnya sebagai perancang dan pelaksanaan serangan 7 Oktober 2023. Pasca Operasi Badai (Tufan) Al-Aqsha, nama Sinwar berkali-kali diumumkan oleh sejumlah pejabat senior rezim Israel, termasuk Menteri Perang Yoav Galant.

Zionis telah berusaha mendiskreditkan Sinwar dengan banyak kebohongan, seperti mengklaim bahwa Sinwar bersembunyi di terowongan dan mengorbankan rakyat Gaza, bahwa Sinwar telah menyandera tahanan Zionis, atau bahwa Sinwar telah melarikan diri ke Mesir.

Kesalahan strategis Zionis dalam mempublikasikan foto dan video kesyahidan Sinwar telah menimbulkan skandal bagi Zionis dan menempatkan pribadi Sinwar tokoh legendaris paling menakutkan ZIonis dalam sejarah.

Yahya Sinwar seperti para pendahulunya selalu mengidamkan kematian yang indah di jalan Allah. Dalam salah satu video yang direkam beberapa tahun silam dan kini viral di sosial media, sangat jelas bahwa Yahya Sinwar dengan tegas menyatakan ingin mati sebagai martir (syahid) karena serangan jet tempur Israel daripada mati terkena Covid-19, stroke, kecelakaan lalu lintas dan penyebab kematian alami lainnya.

Menurutnya hal itu adalah hadiah terbesar yang bisa diberikan oleh musuh kepada dirinya.

Sekali lagi ia ingin meninggal sebagai martir daripada “fatasya” yakni meninggal secara tidak terhormat. Dan kini terbukti Allah telah mengabulkan harapannya tersebut.

Walhasil, selamat jalan pejuang. Engkau kini kembali ke hadirat Allah dan berkumpul dengan para pendahulumu dan para kekasih Allah lintas zaman. Matimu bukanlah alarm matinya perjuangan rakyat Palestina melainkan akan menjadi awal yang baru lagi bagi para pejuang lainnya.

Patah tumbuh hilang berganti. Syahid satu tumbuh seribu. Panjang umur perlawanan dan pembebasan Masjid Al-Aqsha. Wallahu A’lam Bis Showab.*

Murid Kulliyah Dirosah Islamiyah Pandaan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazagenosida GazaHAMASHeadlineisraelsyahidYahya Sinwar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kolonel Israel yang Tewas Enam Kolonel ‘Israel’ yang Ditewaskan Pejuang Palestina Sejak Taufan Al-Aqsha
Tulisan selanjutnya Bekas Presiden Peru Toledo Dibui 20 Tahun karena Terima Suap Odebrecht

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

sakit
Berita

Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

Berita
9 Juli 2026 13:41
Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi

Terbaru

  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump
  • Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan
  • Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran
  • Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel
  • Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA
  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

2 Juli 2026 12:14
Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?