Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Mengapa Barat Berebut Timur Tengah?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2024 12:31 12:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Oktober 2024 12:30
Bagikan
Bagikan

Pengendalian kawasan Timur Tengah membantu negara-negara Barat mempertahankan posisi strategis dalam persaingan global

Oleh: Ali Mustofa Akbar

Hidayatullah.com | KONFLIK di dunia Arab selalu menjadi konflik internasional yang melibatkan negara-negara besar lainnya. Perlu diketahui, Liga Arab sering mengelompokkan negara-negara Arab menjadi dua wilayah utama, yakni Timur Tengah dan Maghrib.

Aljazair, bersama negara-negara seperti Maroko, Tunisia, Libya, dan Mauritania, dimasukkan dalam kelompok Maghrib yang sekarang masuk wilayah Afrika. Sedangkan sebagian negara lainnya masuk kawasan Timur Tengah.

Kompleksifitas terjadi karena melibatkan berbagai negara besar, masing-masing memiliki kepentingannya tersendiri. Di antara pemain utamanya adalah Amerika Serikat, Rusia, dan Inggris, Prancis, dll, yang memiliki kepentingan dan tujuan berbeda dalam keterlibatan mereka di dunia Arab.

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Namun dari berbagai kepentingan tersebut mereka acapkali bisa bertemu dalam kesamaan kepentingan. Inilah politik labirin.

Politik labirin merujuk pada kompleksitas dinamika geopolitik yang terjadi di sana, di mana berbagai pihak saling memanfaatkan aliansi, posisi strategis, dan kepentingan regional untuk mencapai kepentingan masing-masing. Kawasan ini memiliki kepentingan strategis, ekonomi, dan ideologis berbagai negara.

Pertama, kepentingan geopolitik

Timur Tengah adalah kawasan yang sangat strategis, menghubungkan tiga benua; Asia, Afrika, dan Eropa dan menjadi pintu gerbang menuju Laut Mediterania, Laut Merah, dan Teluk Persia.

Banyak negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, dan negara-negara Eropa melihat Timur Tengah sebagai kawasan penting untuk mempertahankan pengaruh geopolitik mereka.

Pengendalian terhadap kawasan ini juga membantu negara-negara besar mempertahankan posisi strategis dalam persaingan global.

Kedua, sumber daya energi

Timur Tengah merupakan sumber utama minyak dan gas dunia, yang sangat penting bagi perekonomian global. Negara-negara seperti Amerika Serikat, China, dan negara-negara Eropa sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah.

Sehingga mereka perlu terlibat dalam berbagai konstelasi di kawasan untuk menjamin pasokan energi yang berkelanjutan, sebab situasi di Timur Tengah dapat mempengaruhi harga minyak dunia dan, pada akhirnya, ekonomi global.

Ketiga, persaingan aliansi

Konflik di Timur Tengah juga sering kali mencerminkan persaingan ideologis antara negara-negara besar. Misalnya, Amerika Serikat dan sekutunya, Rusia sebagai penerus Uni Soviet.

Sementara Arab Saudi dan Iran punya kepentingan saling berebut pengaruh di kawasan itu.

Keempat, Islam

Timur Tengah menjadi pusat berbagai organisasi regional maupun internasional Islam yang memiliki potensi paling besar sebagai titik awal kembalinya kekuasan Islam, tentunya hal ini mengancam dominasi Amerika dan Barat.

Mereka merasa perlu untuk terlibat demi mencegah penyebaran ide yang dianggap “radikalisme” tersebut yang dapat mempengaruhi kepentingan mereka.

Meski perbedaan berbagai kepentingan, ideologi, strategi, maupun ekonomi, acapkali Amerika dan Rusia bisa bekerjasama baik secara terang-terangan maupun rahasia.

Contohnya; kesepakatan penghancuran senjata di Suriah tahun 2013, pembatasan pengembangan nuklir Iran yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), berbagi informasi inteligen terkait milisi-milisi di Timur Tengah, kesepakatan pemberian sanksi dalam dewan keamanan PBB pada organisasi-organisasi perlawanan di Timur Tengah, terbaru di pakan-pakan ini seolah Rusia “mempersilakan” tentara “Israel” sekutu Amerika masuk leluasa ke Suriah.

Karenanya, tampaklah jika umat Islam saat ini benar-benar menjadi rebutan oleh berbagai pihak. Sebagaimana kabar yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad ﷺ sekitar 1400 tahun yang lalu. Maka umat butuh perisai yang bisa menjadi pelindung mereka. Kamu harus ikut proyek mulia ini. Wallahu A’lam.*

Dosen dan pemerhati politik internasional

  1. Smith, R. Geopolitical Stakes in the Middle East: An Overview, 2018
  2. Anderson, L, Religious Conflicts and Alliances in the Middle East (2020)
  3. Miller, T. (2019), Countering Terrorism: Global Responses to Middle Easter

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratHeadlineNegara Arabpersaingan globalpolitik kawasanTimur Tengah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Batalkan Keputusan Prancis yang Melarang Israel Ikut Pameran Pertahanan Euronaval
Tulisan selanjutnya Sidang Berlanjut, Saksi Ungkap ada Upaya Guru Supriyani Dipaksa Akui Menganiaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Berita
12 Juli 2026 17:41
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?