Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Islamofobia dan Bunuh Diri Peradaban Barat

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Juli 2025 10:25 10:25 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Juli 2025 10:35
Bagikan
Bagikan

Barat telah menulis akta kematiannya, karena kehilangan iman, dan tujuan dari penciptaannya. Islamofobia hanya akan membunuh dirinya sendiri

Oleh: Ali Mustafa Akbar

Hidayatullah.com | BEBERAPA hari lalu saya iseng nulis komentar ringan di kolom berita Reuters tentang LGBT. Bukan ceramah. Apalagi ngaji kitab. Hanya sepotong opini sambil ngopi. Tapi ya karena di dunia maya, argumen bisa kalah dengan capslock ataupun emoticon marah.

Tak lama, muncul balasan. Bukan satu dua. Tapi lumayan banyak. Bisa dikatakan komentar-komentarnya lucu bin aneh. Salah satu komentarnya kurang lebih begini: “Nabi Muhammad itu punya kelainan **ual. Masak nikah sama banyak perempuan? Bahkan sama anak kecil!” Tuduhan zaman VOC muncul lagi.

Saya balas dengan gaya ala guru sejarah yang sabar pada murid ngantuk dan malas baca buku hehe:

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

“Bro, kalau banyak istri itu dianggap kelainan, lalu Nabi Sulaiman (Solomon) bagaimana? Nabi Daud? Abraham? Nabi Ya’kub? Padahal itu tokoh-tokoh dalam Al-kitab. Begitu pula seperti Gedeon, Elkana, Lamekh juga poligami, dan di antaranya jauh lebih banyak jumlahnya. Berani tuduh mereka juga?”

“Nabi Muhammad, sebelum semua itu, hanya menikahi satu perempuan selama 25 tahun. Khadijah Ra. Seorang janda. Satu-satunya istri beliau sampai Khadijah wafat. Itu bukan profil orang yang gila wanita. Padahal beliau seorang pemimpin negara sekaligus pemimpin agama, kalau mau memanfaatkan itu, 100 wanita pun bisa.

Kemudian soal bunda Aisyah ra? Ya, usianya memang muda saat menikah. Tapi itu budaya zaman itu. Di Eropa pun, di abad pertengahan, hal itu juga menjadi kelaziman.

Maka tidak ada dahulu orang-orang Arab yang mempermasalahan, bahkan termasuk musuh-musuhnya Nabi sendiri, sebab hal itu sudah menjadi kebiasaan. Baru di era orientalisme saja stigma negatif itu mulai muncul.

Apalagi, Bunda Aisyah sendiri tidak pernah menyesali pernikahannya. Justru Beliau tumbuh menjadi salah satu wanita paling berilmu dalam sejarah Islam, meriwayatkan lebih dari 2.000 hadits dan menjadi rujukan utama dalam fiqh dan hadits.

Akhirnya ganti topik, yang lucu lagi. Mereka tak membaca Islam dengan baik, tapi membaca dengan kebencian. Sejak saat itu jadi lebih selektif kalau komen di sosmed, khawatir tidak produktif.

Islamofobia

Fenomena Islamofobia memang sedang marak di masyarakat Barat (Eropa & Amerika). Semakin parah karena dipicu oleh kebijakan-kebijakan pemerintah mereka di beberapa dekade ini.

Mereka giat memerangi Islam dengan kedok “perang terhadap terorisme” dalam bentuk perang fisik maupun pemikiran. Akhirnya masyarakat Barat fobia Islam

Para politisi dan intelektual mereka dengan sengaja menyebut setiap aksi perlawanan terhadap kepentingan mereka, sebagai terorisme Islam, radikal, dan lainnya.

Tujuannya adalah membenarkan narasi lama gereja bahwa Islam menyebar dengan pedang, dan bahwa Islam tidak memiliki daya tarik argumentatif.

Mereka juga percaya bahwa umat Islam terutama para wanitanya hidup dalam belenggu penindasan, paksaan, dan penyiksaan. Dalam pandangan mereka, umat Islam adalah gambaran hidup dari kehidupan primitif dan menyedihkan.

Menurut mereka, penyebab utama dari semua penderitaan ini adalah keterikatan umat Islam pada agamanyanya yang mereka tuduh mendorong kepasrahan, kelemahan, dan kegelapan. Padahal dunia Islam saat ini sedang tidak menerapkan agamanya secara keseluruhan dan terus dipaksa mengikuti mereka sebagai panutannya.

Panutan

Padahal Barat yang jadi panutan yang katanya maju, namun sedang sakit dalam diam. Keluarga hancur. Minuman keras dan narkoba menjadi candu. LGBT, pergaulan bebas, krisis populasi, dan seterusnya. Bahkan sekedar menghitung jumlah kelamin itu ada berapa saja bingung, mengubah jenis kelamin semudah mengubah username.

Disana selain kelamin laki-laki dan perempuan, ada pula jenis kelamin non-binary, agender, bigender, transgender, dan lainnya.

Krisis iman kepada Tuhan juga semakin parah dengan maraknya atheisme, agnotisme, relativisme, dan seteruanya. Di tengah badai krisis kepercayaan Barat ini, kaum Hindu kembali kepada ajaran-ajaran mereka, seperti menyembah sapi, dan mempercayai sistem kasta empat tingkat.

Demikian pula, bangsa Tiongkok kembali kepada ajaran-ajaran Konfusius. Sementara Buddhisme, Jainisme, dan Taoisme kembali di pegang di Korea, Jepang, Vietnam, dan banyak negara Asia lainnya.

Sementara itu, yang masih percaya pada liberalisme Barat hanyalah segelintir intelektual di Barat sendiri, serta sebagian orang yang menirunya.

Tampaknya, ramalan James Burnham hampir tepat ketika setelah Perang Dunia II ia meramalkan Liberalisme sebagai pendorong bunuh diri peradaban Barat.

Inti dari semua itu adalah bahwa peradaban Barat telah tersesat dan hilang arah, dan ia juga menyesatkan para penirunya. Barat telah menulis akta kematiannya, karena kehilangan iman, dan tujuan dari penciptaannya.

Namun dibalik itu, menjadi PR pada dai Islam untuk menjelaskan keindahan Islam pada Barat dan seluruh dunia. Potensi pahala demikian besar karena masih ada miliyaran umat manusia yang belum kembali kepada fitrahnya yang lurus.

Dakwah, sebagaimana disampaikan para ulama, subyeknya itu ada 3; ada dakwah pribadi, dakwah kelompok, dakwah negara. Maka ketika mengisi kajian intensif para pemuda kami sering menyampaikan jika kita punya kontribusi atau saham dalam membangun rumah besar (negara dakwah) itu insyaAllah pahalanya luar biasa. Wallahu A’lam.*

Penulis Buku “Islamic Study”

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratbunuh diriHeadlineislamofobiaperadaban barat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Atlet Muslimah Tolak Bersalaman dengan Perwira Militer India
Tulisan selanjutnya Peringatan ke-22 Masjid Agung Granada: Islam Kembali Berakar di Spanyol

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Berita
31 Agustus 2026 06:08
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?