Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Runtuhnya Dominasi Politik Amerika Serikat [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Februari 2015 09:25 9:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Februari 2015 09:25
Bagikan
Bagikan

Oleh: Umar Syarifudin

TAHUN 1920-an dengan pongahnya rakyat Amerika mengklaim “American Dreams” mereka sudah tercapai. Secara kasat mata rakyat amerika mencapai puncak kemakmuran dan kekuatan, tapi apa benar begitu?

Keruntuhan Amerika Serikat sangat tergambar dengan instabilitas dalam negeri dan ditunjang kerusakan moral generasinya. Generasi teler di AS tergambar dengan tersedianya fasilitas pembelian ganja di mesin otomatis penjual ganja di negara bagian AS sebagaimana yang dikabarkan di Harian Jawa Pos (5/02/2015). Secara internal, minimnya rasa aman mencekam semua warga AS, hingga tiap warga merasa perlu membekali dirinya dengan senjata api. Muncul masalah berikutnya, penyalahgunaan senjata terjadi dimana-mana sampai anak 3 tahun menembak orang tuanya (BBC, 2/2/2015). Konflik rasial makin menjadi-jadi, hutang kian menggunung, keruntuhan ekonomi di depan mata.

Segala persepsi tentang bagusnya citra supremasi, gambaran serba hebat, dan tak terkalahkan untuk sebuah negara adidaya Amerika Serikat perlu dirombak total. Adapun fakta sikap penguasa di negeri-negeri Muslim di dalam kepemimpinan militer dan kepemimpinan politik membungkuk kepada Amerika bagaimanapun serangan Amerika terus berlangsung terhadap kaum Muslimin dan kesucian mereka.

Para penguasa di negeri-negeri Muslim tidak pernah sehari pun berani menentang Amerika dalam satu urusan pun. Itulah sebab tidak adanya pergerakan dari kepemimpinan politik dan militer ketika AS (singkatan Amerika Serikat, bukan Abraham Samad) melecehkan kemuliaan nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, dan ketika presiden Amerika Obama berkeras atas hak melakukan penyerangan dalam kebebasan berekspresi. Begitu pula kita tidak mendengar kata-kata keras dari para penguasa negeri-negeri Muslim ketika orang-orang Amerika melanggar kehormatan di berbagai penjuru bumi. Hadirnya pangkalan-pangkalan militer AS di sekitar Indonesia, dan intervensi politik dan ekonomi menjadi fakta Amerika melecehkan kehormatan rakyat Indonesia.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Fakta juga membenarkan bahwa para penguasa itu tidak cukup hanya membungkuk kepada Amerika dan tidak menentangnya. Lebih dari itu, mereka bahkan memberi kemungkinan kepada Amerika untuk meningkatkan kemampuan Amerika menghegemoni, bahkan menumpahkan darah kaum Muslimin dan melanggar kesucian kaum Muslimin.

Di Timur Tengah, para penguasa telah mengkhianati umat yang telah menyediakan pangkalan militer dan informasi intelijen supaya pesawat tak berawak Amerika bisa menghancurkan rumah-rumah ribuan kaum Muslimin di atas kepala mereka.

Para penguasa negeri-negeri Muslim juga mengkhianati umat, dengan mengadakan kamp untuk kontraktor militer swasta seperti Black Water di kawasan-kawasan pemukiman perkotaan yang sensitif. Dengan itu Black Water bisa mengatur serangan ledakan bom, pembunuhan dan pembantaian ribuan warga sipil dan militer dari kaum Muslimin, dengan tujuan menciptakan justifikasi untuk perang Amerika dengan mengkambinghitamkan kabilah-kabilah.

Para penguasa negeri-negeri Muslim jualah yang menjaga kedutaan dan konsul Amerika yang merupakan pangkalan militer untuk melakukan intervensi dan serangan. Merekalah yang memberi persetujuan kepada AS membangun kedutaan besar terbesar kedua di dunia di Islamabad dan gedung itu menjadi gedung raksasa yang bisa dilihat oleh semua mata. Sesungguhnya mereka membungkuk kepada Amerika, meminta arahan dan upah dari Amerika untuk partisipasi mereka di dalam perang fitnah yang menyebabkan korban nyawa puluhan ribu kaum Muslimin dan miliaran dolar kerugian ekonomis.

Pistol Berkarat Paman Sam

Mari kita rileks sejenak berselancar melucuti paradigma keliru tentang “kedigdayaan” Amerika Serikat yang saat ini menjelang kehancuran terutama akibat dua perang terbuka yang mereka lancarkan di Iraq dan Afghanistan yang tak kunjung menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sebuah perang yang lebih panjang dari Perang Dunia II.

Padahal tentara AS yang dilengkapi dengan persenjataan paling modern, tidak mampu mengalahkan kelompok-kelompok pejuang perlawanan yang tidak terlatih dan hanya mengandalkan senjata-senjata buatan tahun 1960-an. Sebagai buahnya, Amerika Serikat menahan malu sambil meminta bantuan negara-negara di sekelilingnya seperti Iran.

AS hari ini kewalahan dengan banyak tantangan-tantangan di berbagai belahan dunia yang pada dekade sebelumnya didominasi mereka. Timur Tengah pada awalnya unipolar dalam hegemoninya tanpa tanding, berkembang menjadi kawasan multi polar, dimana Uni Eropa, China, Rusia, Jepang, dan India tampil dalam perebutan akses minyak di Timur Tengah. Inggris berkali-kali berusaha menggagalkan berbagai proyek AS dengan dalih kemitraan dan kerjasama.

China juga memimpin pembangunan Afrika dengan menyelesaikan lebih dari 100 perjanjiannya senilai lebih dari $20 miliar demi mengamankan kestabilan suplai minyak.

Dalam hal ini Amerika Serikat kehilangan prospek dominasi ekonominya. Di India dominasi AS pada tingkat keguncangan, karena Inggris menancapkan pengaruhnya cukup signifikan. Sebagai contoh kemenangan Partai Konggres 2004 yang pro Inggris merupakan tamparan keras bagi kepentingan AS.* (bersambung)..”bagaimana posisi kita?..

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaAmerika Serikatislampolitik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Musabaqah Hafalan Quran dan Hadits Dinilai Pererat Hubungan Saudi-Indonesia
Tulisan selanjutnya Al-Irsyad: Penyerangan Jamaah Majelis Adz-Dzikra Tindakan Biadab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?