Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Virus Wahn versus Virus Corona Wuhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Februari 2020 10:10 10:10 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Februari 2020 10:10
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

DALAM beberapa bulan ini dunia dihebohkan dengan menyebarnya virus corona jenis baru (2019-nCoV) asal Kota Wuhan, Hubei, China. Menurut data yang dilaporkan otoritas setempat, korban hingga Selasa (11/02/2020) berjumlah lebih dari 1.000 orang tewas di seluruh dunia, belum termasuk penderita yang butuh perawatan serius.

Melihat banyaknya korban yang terjangkit virus ini, tentu kita berharap angka dari korban tidak terus bertambah, dan virus ini segera bisa dicari solusinya oleh pakar kesehatan.

Dalam sejarah Islam, wabah virus seperti ini juga muncul pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, walaupun bukan virus corona. Wabah yang muncul saat itu adalah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda, “Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta.” Hadits ini dinilai hasan dan sesuai dengan wabah kusta yang menular.

Dalam menangani wabah virus, Nabi punya cara yang sangat efektif serta relevan dengan zaman dan diterapkan oleh dunia kedokteran modern. Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda : “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” Hadits dari sosok manusia mulia ini diucapkan belasan abad yang lalu dan sama persisnya dengan metode karantina yang digunakan dalam penanganan wabah virus.

Wahn Lebih Bahaya Dari Corona

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Bukannya kita ingin mengerdilkan musibah dan peringatan dari Allah Subhanahu Wata’ala atas virus corona yang telah menimpa banyak orang. Virus seperti kusta, corona, dan lainnya adalah virus yang hanya menyerang fisik dan bisa saja ditangani dampak penyebarannya.

Ada salah satu virus yang sangat dan lebih berbahaya daripada corona. Dalam Islam dikenal dengan sebutan Wahn. Memang dalam dunia kedokteran tak ada istilah wahn. Penyakit wahn menjangkiti manusia setiap saat. Dokter mana pun tak sanggup mengobatinya. Karena kebanyakan dokter pun saat ini terserang penyakit wahn.

Mereka berusaha mencari obatnya tapi tak pernah ketemu. Bahkan kalau Anda mencari istilah penyakit wahn di kamus kedokteran mana pun tak akan ketemu. Padahal penyakit wahn ini sudah diidentifikasi oleh manusia yang paling berpengaruh di muka bumi ini belasan abad yang lalu. Beliau adalah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam.

Apakah penyakit wahn itu? Wahn adalah penyakit cinta dunia dan takut mati. Ini adalah dua jenis penyakit dalam satu nama. Siapa saja yang terjangkit penyakit ini dia akan menjadi pribadi yang lemah dan rusak. Semisal kemampuan diri yang harusnya 100%, hanya mampu digunakan 5% saja jika seseorang terjangkit virus ini.

Cinta dunia berarti lebih mementingkan kehidupan dunia dan kenikmatannya daripada kehidupan akhirat dan keabadiannya. Orang yang sudah terlalu gandrung dengan hal-hal duniawi akan berat memandang akhirat. Antara Allah dan dirinya terdapat penutup yang tebal.

Sehingga segala perbuatannya sulit untuk bertujuan mencari ridha Allah.

Lantas apa obatnya? Semua penyakit tentu ada obatnya, pun dengan penyakit wahn. Obatnya ya kebalikan dari cinta dunia. Yaitu cinta akhirat. Orang yang mencintai kehidupan akhirat dan mengingat hari pembalasan akan hidup jauh lebih hati-hati. Saat ada bisikan untuk berbuat dzalim dia ingat akhirat. Saat berpikir hendak menipu, dia ingat neraka. Saat berpikir hendak membunuh, maka ingat perihnya gebukan malaikat penyiksa.

Orang yang cinta dunia hidupnya layaknya sebatang kayu yang terombang-ambing di laut lepas, hatinya cinta pada dunia seluas lautan. Namun dirinya tak sadar sedang terhanyut sendiri sebatang kara, tergulung ombak, dan tak mungkin berlabuh di tepian pantai. Wallahu a’lam bisshawwab.*

Supriyanto Refra | Mahasiswa STAIL Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhiratchinacinta duniaImanvirus coronavirus koronawahnWuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 8 Kasus Virus Corona di Inggris, Ini Panduan dan Imbauan KBRI London
Tulisan selanjutnya Siapa Wagub Jakarta Pengganti Sandi Dinilai Ujian Berpolitik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?