Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Sihir Bola VS Spirit Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Juli 2016 12:27 12:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juli 2016 12:27
Bagikan
Nobar (Nonton Bareng) pertandiangan bola
Bagikan

Oleh: Wardatus Sholihah

 

Setelah FIFA mencabut “punishment” bagi PSSI, euphoria liga-liga-an kembali mencuat. Buntutnya, tidak hanya berhenti pada euphoria kemenangan kelompok tertentu. Tapi hingga jatuh korban luka. Padahal liga yang dipertandingkan belumlah usai, tapi korban sudah berjatuhan.

Jika kita mau berfikir sedikit mendalam, sebenarnya fungsi olahraga adalah untuk menyehatkan tubuh. Karena secara asasi, tubuh yang dikaruniakan Allah memiliki banyak kebutuhan. Diantaranya olahraga. Hanya saja, karena kita hidup di era kapitalis, fungsi olahraga sebagai penyehat tubuh sudah bergeser jauh. Sepak bola bukan lagi sekedar olahraga atau hobi. Tapi jadi ajang bisnis, ajang taruhan, hingga ajang permusuhan antar supporter yang berbuntut tawuran.

Sepak bola memiliki sihir kuat yang membuat para pemuda kuat bangun setengah malam melotot di depan TV dari pada i’tikaf di masjid. Sepak bola bak acara yang paling sacral sampai channel-channel televisipun menayangkan secara live, presiden memberikan penghargaan khusus berupa Presiden Cup.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Negara memfasilitasi dan menggaji Timnas beserta pelatihnya dari uang pajak. Perusahaan kopi, rokok, airlines, sepatu olahraga dll berebut untuk menjadi sponsor.Bahkan pemain sepak bola dipuja, diekspos kehidupan pribadinya hingga para supporter lebih mengenal bintang bola pujaan dari pada Rasulullah Muhammad.Yel-yel dan “lagu kebangsaan” tim kesayangan lebih mereka hafal dari Juz amma. Bahkan para supporter rela berkelahi menyerahkan raga demi membela tim kesayanggannya.

Padahal, semakin banyaknya tayangan bola tidak berkorelasi positif dengan meningkatnya taraf kesehatan rakyat, yang berimbas pada berkurangnya anggaran APBN untuk kesehatan.

Padahal seharusnya tujuan dari olahraga adalah meningkatnya kesehatan dan kebugaran fisik. Dan semakin meningkatnya prestasi sepak bola tanah air juga tidak memberikan efek positif pada meningkatnya posisi politik Indonesia di mata dunia. Masih teringat jelas di benak kita, beberapa tahun yang lalu saat Indonesia memenangkan Piala AFC melawan Malaysia. Hal itu tidak membuat Indonesia lebih kaya dari Malaysia.

Tidak juga membuat prestise Indonesia di mata dunia berada di atas Malaysia.

Mungkin sudah seharusnya Negara kita lebih memfokuskan potensi pemuda Indonesia kepada hal-hal yang dapat membangkitkan negeri ini. Terutama di bulan Ramadhan, dimana seharusnya menjadi momentum yang tepat untuk re-empowering para pemuda dalam meningkatkan keimanan, ketaqwaan & produktifitas.

Dahulu di Perang Uhud, ada banyak sekali pemuda yang masih belum terkategori baligh memaksa ikut perang dan dipulangkan oleh Rasulullah sampai-sampai mereka menangis karena sedih tidak bisa berkontribusi bagi agama.

Apa hal gerangan yang membuat para pemuda ini tak takut mati demi agamanya? Tentulah keimanan yang tinggi yang mampu merendahkan kenikmatan dunia. Dan kecintaan yang besar terhadap surge dan ridha Allah sehingga mampu mengecilkan kenikmatan dunia, termasuk serunya bermain yang lazimnya dimiliki di usia mereka.

Namun sayangnya, peran Negara dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pemuda kita masih sangat minim. Hal ini jauh bahkan luput dari perhatian negara. Sehingga Negara lebih memperhatikan sepak bola, balapaan F1 dari pada gerakan pemuda kembali ke masjid misalnya. Atau dukungan terhadap komunitas-komunitas dakwa huntuk remaja. Seringnya, remaja yang rajin mendakwahi sesama demi meningkatnya keumanan dan ketaqwaan generasi malah dicap teroris. Semoga kedepannya, pemerintah dan masyarakat bisa lebih berperan aktif dalam membangu generasi yang beriman dan bertaqwa.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bolaFIFAPemudaPiada DuniaPSSIsepak bola
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sekolah Kami: Pohon, Gunung, Sungai dan Awan
Tulisan selanjutnya Semarak I’tikaf di Negara Gajah Putih

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?