Oleh: Khuluqun Adhim
“Orang besar menurut gontor bukanlah orang yang terkenal dan kaya, akan tetapi ialah Orang yang mau mengajar walaupun di surau-surau terpencil, karena mereka yang bermanfaatlah yang bisa disebut orang besar.”
Demikianlah ungkapan pendiri Pondok Pesantren Moderen Darussalam Gontor, inilah yang sangat cocok untuk dijadikan motivasi hidup di era globalisasi dan teknologi yang sedemikian pesatnya.
Inipula yang mendorong saya untuk berfikir dan mencoba mengkabolarisasikan antara falsafah yang telah dilontarkan oleh pendiri Pondok Moderen Gontor tersebut dengan era globalisasi dan teknologi seperti sekarang ini.
Dalam kehidupan sehari-hari kita mungkin sering menemukan beragam kultur, budaya, adat, dan istiadat yang terdapat pada pola kehidupan manusia khususnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, kita telah mengenal orang-orang di sekitar kita.
Betapa banyak yang mempunyai keinginan untuk merubah ekonominya tentunya untuk meningkatkan ekonomi didalam keluarganya, hingga dia melupakan pendidikan yang merosot dilingkunganya bahkan mungkin dia telah melupakan anak-anaknya sendiri yang tergolong masih sangat belia dan membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Maka jangan pernah heran jikalau dikemudian hari terdengar ada anak yang tidak patuh dan bahkan mungkin membentak-bentak kedua orang-tuanya. Belum lagi benturan yang dilakukan oleh kemajuan teknologi yang telah benar-benar merusak pikiran para remaja-remaja dimasa kini, yang telah membuat mereka untuk lebih memilih tinggal di dalam rumah di hadapan sang layar TV daripada berinteraksi langsung dengan teman-teman sebayanya dikehidupan nyata.
Maka hal inilah yang perlu kita perhatikan, lingkungan dimana kita berada terutama keluarga kita sendiri, dan saya di sini mengajak Anda untuk bersama-sama memperhatikan hal tersebut karena betapa pentingnya pendidikan bagi generasi-generasi yang unggul di masa yang akan datang.
Walau Anda disibukkan dengan karir yang super sibuk minimal Anda cukup memperhatikan keadaan pendidikan di lingkungan sekitar, tentunya yang paling utama adalah keluarga kita sandiri.
Oleh karena itu jangan pernah takut untuk mau memperhatikan keadaan pendidikan di lingkungan sekitar kita, karena kepedulian Anda terhadap pendidikan berarti telah menyelamatkan anak-anak, remaja-remaja, generasi-generasi masa depan, bahkan orang tua skalipun, dari keterpojokan atas kebutaan terhadap ilmu-ilmu dan pengetahuan.
Maka pantaslah Anda dikatakan sebagai orang besar karena telah peduli dan mau memperhatikan betapa pentingnya pendidikan bagi generasi-generasi di masa yang akan datang. Tentunya kelak bermafaat bagi tanah air tercinta Indonesia.
Di era teknologi yang begitu pesat ini kita dituntut untuk segera menyesuaikan diri agar tidak ketinggalan atau tertinggal oleh kemajuan teknologi ini, terutama media.
Media adalah sarana yang paling cepat dalam perkembangnya. Maka jelas hal ini lah yang sangat menguntungkan orang-orang yang akan melakukan suatu hal yang positif maupun negaif. Maka kita harus segera melangkah cepat kedepan merasuk kedalam dunia media tersebut dan menyebarkan berbagi hal yang menyangkut sesuatu yang positif.
Nah di dunia media ini kita bergerak, bahkan kita bisa lebih leluasa mengjarkan orang banyak untuk melakukan suatu yang positif.
Sebagimana yang telah dikatakan KH Imam Zarkasyi, salah satu pendiri Pondok Moderen Darussalam Gontor; “Kalaupun sudah tidak ada murid yang mau saya ajari maka saya siap untuk mengajari dunia dengan tulisan saya.”
Maka jangan ragu untuk berbuat kebaikan karena pada saat itu tampak kebesaran jiwa anda, dan tentunya bernilai dunia dan akhirat.*
Penulis alumni KMI PP Modern Darussalam-Gontor