Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Persatuan Umat Islam Sedunia Bukan Utopia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Desember 2018 12:42 12:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Desember 2018 12:42
Bagikan
Jutaan massa Reuni Alumni 212 memadati Lapangan Medan Merdeka Monas, Jakarta, Sabtu (02/12/2017). Sejak sebelum subuh massa sudah hadir. Tampak jamaah usai shalat subuh.
Bagikan

Oleh: Emma Lucya

 

SELAMA ini sebagian dari kita berpikir, apa mungkin bisa menyatukan umat Islam sedunia? Itu hal yang tidak mungkin. Utopis. Menyatukan antarormas Islam atau antarharokah dakwah saja sulit. Pada satu kasus, harakah yang satu membolehkan, yang satu bilang bid’ah. Yang satu memakai qunut, yang lain tidak. Jangankan antargolongan, dalam satu golongan yang sama saja ada banyak perbedaan pendapat. Apakah mungkin kondisi yang demikian ini bisa dilebur jadi satu? Ah, itu tidak mungkin.

Begitukah pemikiran kita selama ini? Detik ini kita telah dihadirkan sebuah fakta bahwa perbedaan-perbedaan tersebut tidak menjadi halangan kita untuk bersatu. Ya, bersatu pada hal-hal yang pokok dan mendasar yaitu akidah. Aksi 212 di Indonesia tahun 2016 dan 2018 contohnya. Aksi ini didorong oleh semangat akidah dan persatuan umat.

Akidah kita satu, sama-sama mengesakan Allah Subhanahu wa ta’ala. Tuhan kita sama, ka’bah kita semua juga sama. Artinya, sebenarnya perbedaan-perbedaan diantara ormas dan harokah itu hanyalah pada hal-hal cabang (furu’) seperti fikih, bukan pada hal yang mendasar terkait akidah.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Perbedaan itu menunjukkan kepada kita betapa kayanya khasanah ilmu dan peradaban Islam sehingga umat Islam sejak zaman para sahabat Rasulullah ﷺ berlomba-lomba untuk berijtihad secara syar’i untuk menemukan kebenaran dalam beribadah. Itu adalah bukti bahwa umat Islam pada sejarah peradabannya dulu senantiasa menggali dalil-dalil syariat secara sungguh-sungguh sesuai ilmu dan kapabilitas masing-masing. Maka sebenarnya perbedaan diantara umat Islam ini adalah fitrah dan selayaknya bisa kita pergunakan untuk bersikap lebih bijak dalam menghadapi pendapat syar’i orang lain yang berbeda dengan kita.

Baca:   Anies: Persatuan ini Harus Kita Banggakan

Aksi Bela Tauhid 212 di Monas pada 2018 ini menunjukkan kepada kita bahwa umat Islam sejatinya bisa bersatu. Tidak tersekat oleh ormas, golongan, mazhab atau partai. Kita bisa lihat, jutaan orang dari berbagai daerah di Indonesia tumpah-ruah menjadi satu. Berkumpul untuk menyuarakan hal yang satu yaitu membela kalimat tauhid Laailaaha illallah muhammadarasulullah, akibat aksi pembakaran bendera tauhid oleh oknum ormas beberapa waktu yang lalu. Ini adalah momen besar bagi kaum muslimin, tidak hanya di Indonesia tapi juga untuk umat Islam sedunia.

Semangat persatuan yang telah berhasil kita pupuk sampai sejauh ini harus terus kita jaga. Jangan sampai karena kepentingan praktis dari satu golongan kemudian semangat persatuan ini berubah haluan, misalkan menjadi alat kepentingan politik praktis.

Baca: UBN: Membicarakan Persatuan Harus Berkali-kali

Jika lebih jauh lagi kita melihat, apakah mungkin umat Islam sedunia bisa bersatu? Jika kita melihat sejarah peradaban Islam di masa kegemilangan Kekhilafahan Islamiyyah, dua pertiga dunia pernah berada dalam wilayah kekuasaannya. Akidah Islam yang menyatukan umat Islam pada saat itu. Itu adalah sejarah di masa lalu. Bagaimana dengan masa mendatang? Apakah mungkin kaum muslim sedunia bisa bersatu lagi? Apakah mungkin Islam bisa menghilangkan sekat nasionalisme (nation state).

Padahal, lembaga think tank Amerika National Intelligence Council’s (NIC) telah merilis sebuah laporan yang berjudul “Mapping the Global Future”.

Salah satu poin penting dalam laporan itu adalah gambaran tentang nasib umat Islam di masa mendatang. Diprediksikan bahwa pada tahun 2020 akan berdiri kembali “A New Chaliphate” -khilafah Islam- yang ditakutkan AS.

Amerika saja sudah meramalkan tentang persatuan umat Islam sedunia berdasarkan data-data akurat mereka, lalu bagaimana sikap umat muslim sendiri?  Wallahu a’lam bish-showwab.*

Aktivis Forum Muslimah Indonesia (ForMind)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:212aksi 212aksi bela IslamAksi Bela Tauhidpersatuanreuni 212Ukhuwah Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahathir: Malayu dan Pribumi harus Jaga Malaysia
Tulisan selanjutnya Lima Belas Warga Sipil Tewas dalam Serangan Etnis di Mali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?