Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Perempuan itu Harus Pintar Karena Ia Madrasah Pertama Bagi Anaknya

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 28 April 2020 16:25 4:25 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 28 April 2020 10:55
Bagikan
Bagikan

Oleh: Novitha Sari

 

Hidayatullah.com | “Ngapain kuliah jauh-jauh Mbak, toh wanita akhirnya masuk dapur juga”. Begitulah kata- kata yang sering dilontarkan oleh warga setempat, ketika tahu akan ada seorang anak perempuan ingin kuliah.

Bagiku tidaklah mudah hidup di tengah masyarakat yang masih memandang sebelah mata perihal pendidikan, apalagi saat ini aku memutuskan akan melanjutkan kuliah di luar daerah.

Kesadaranku mulai tumbuh ketika menempuh pendidikan SMA di pesantren. Bagiku pendidikan bukanlah segalanya,  namun untuk kedepannya apalah daya kita.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Contohnya saja ketika berbicara di depan umum tanpa ada gelar yang disandang tentu orang akan menganggap remeh. Syukur kalau cuman itu, kalau dicurigai, bisa lebih buruk kondisinya.

Hanya saja bagi masyarakat pada umumnya, wanita tidak perlu sampai seperti itu. Terlebih nantinya wanita peranannya hanya di dapur saja.

Namun tidak bagiku, wanita harus baik pendidikannya, baik akhlaknya, dan baik wawasannya, karena di depan sana masih banyak peluang kebaikan ketika kita telah memiliki ilmu.

Larangan perihal keputusan yang diambil olehku tidaklah sebatas dari warga setempat, namun kedua orangtuaku pun bersikukuh untuk melarangnya.

Meyakinkan Orangtua

Tetapi jika aku menyerah tentu bukan aku yang sebenarnya. Dengan sekuat tenaga aku memberikan pemahaman kepada kedua orangtuaku, hingga berhari-hari, berminggu-minggu bahkan dalam hitungan beberapa bulan.

Aku terus berusaha memahamkan kedua orangtua bahwa hakikatnya seorang anak perempuan itu bukan hanya sebatas di dapur,  tapi ia juga memiliki peranan penting dalam kejayaan Islam. Seorang ustadz pernah berkata, mendidk wanita sama dengan mendidik satu generasi.

Alhamdulillah, Allah memberikan jalan, sehingga sesuai dengan ungkapan bahwa “Hasil tak pernah mengkhianati proses.”

Walaupun pendaftaran sebentar lagi akan ditutup dan masih dengan berat hati kedua orangtuaku menyetujui pilihanku untuk melanjutkan kuliah. Jalan itu terbuka lebar.

Secepat kilat aku berlari untuk bisa mendaftarkan diri dan bergegas membeli tiket pesawat. Ini adalah senjata terbaik untuk sampai pada tujuan. Harapanku sederhana, kelak lulus, aku bisa membawa bukti bahwa perempuan bisa maju pendidikannya dan tentu saja berkiprah bagi masyarakat.

Aku ingin membawa bukti, sehingga kelak paradigma yang mereka pegang kuat bahwa “Kalau ingin anak pintar tidak perlu ibu yang berpendidikan,  cukup anak dikasih makan lalu suruh ia pergi ke sekolah dengan rajin” itu bisa diubah.

Sebab, madrasah utama seorang anak ada pada ibunya, bukan sekolah. Lantas bagaimana kalau ibunya tidak cerdas, tidak berakhlak, dan tidak memiliki wawasan peradaban?

Bukankah Rasulullah SAW menjelaskan, “Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dalam hadist di atas Rasulullah SAW menganjurkan agar memilih wanita yang baik agamanya,  dan memiliki kualitas agama yang baik tentu tidak didapatkan dari lahir tetapi harus dengan berbagai pengorbanan dan usaha yang kuat, serta berbagai pendidikan agar tidak hanya kualitas agama yang baik namun juga dibarengi dengan ilmu agar ia mampu membedakan antara kefasikan dan kebaikan.

Ketika seorang ibu yang kualitas agamanya baik maka dapat dipastikan akan dengan mudah melahirkan anak-anak yang sholeh dan sholehah yang mana ketika besar ia akan menjadi pejuang-pejuang islam layaknya Umar bin Khattab, Khalid bin Walid atau ulama ternama seperti Imam Hanafi,  Imam Asy-Syafi’i dan lain sebagainya.

Akhirnya kini aku pun tengah menjalankan kuliah, bahkan aku rela tidak pulang dan menahan rindu kepada keluargaku, karena aku telah berazam dalam diri, ‘Sebelum aku menyelesaikan kuliah aku tidak akan pulang,  dan ketika telah sukses kelak aku akan kembali dan memahamkan warga setempat akan pentingnya wanita yang akan menjadi seorang ibu itu haruslah berilmu.”*

 

Mahasiswi STIS Hidayatullah Balikpapan

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:madrasahperempuanPintar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WHO: Covid-19 Jauh Dari Selesai
Tulisan selanjutnya Ramadhan yang Beradab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

Berita
3 September 2026 19:56
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?