Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Hati-Hati Jarimu Bisa Kurangi Kesempurnaan Puasa

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 30 April 2020 05:29 5:29 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 30 April 2020 05:29
Bagikan
Bagikan

Oleh: Bustanol Arifin

 

Hidayatullah.com | BERTEMU dengan bulan suci Ramadhan dan dapat melaksanakan puasa di tahun ini merupakan anugerah dan nikmat yang tak terhingga. Meskipun perayaan puasa tahun ini tidak semeriah tahun sebelumnya disebabkan penyebaran virus Corona. Namun, kesakralan dan ke khidmatan menikmati bulan suci ini tetaplah sama bagi orang-orang yang beriman. Bahkan harus disikapi dengan etos ibadah dan mujahadah yang lebih tinggi.

Kesempatan ini tentu tidak boleh di sia-siakan oleh kita, karena belum tentu tahun berikutnya dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan ampunan. Kehadiran Corona jangan sampai mengecoh kita untuk mengejar gelar ketakwaan yang didambakan oleh setiap orang.

Pastinya setiap kita menginginkan puasa tahun ini adalah puasa yang terbaik. Intensitas amal ibadah kita ditingkatkan, mulai dari sholat lail, sholat dhuha, tadarus Alquran, berinfak dan bersedekah. Dan segala apa yang dapat membatalkan dan mengurangi nilai pahala ibadah puasa kita dijauhi. Satu di antaranya adalah sisi-sisi yang meliputi di tengah derasnya arus komunikasi dan informasi.

Baca Juga

Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja
Problem Pendidikan Islam

Situasi itu, yakni gempuran arus komunikasi dan informasi saat ini atau seperti yang diistilahkan oleh Maureen Malanchuk sebagai info flood (banjir informasi) tidak menutup kemungkinan kita akan terbawa arus informasi yang setiap hari membanjiri dunia pikiran, rasa, bahkan keseharian kita.

Bertebarannya informasi melalui ponsel kita, membuat kebanyakan orang kebingungan dan sulit membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Layaknya orang kebanjiran yang tidak mempunyai kemampuan berenang dan tidak punya pelampung untuk sekedar mengapung di atas kubangan air.

Akibatnya bisa mempengaruhi kesempurnaan ibadah puasa kita, atau bahkan menghanguskan nilai pahala ibadah puasa yang kita jalani selama satu bulan.

Hal ini telah dikabarkan oleh Nabi Muhammad: “Banyak orang yang berpuasa tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa melainkan hanya rasa lapar dan haus”. (HR. Bukhari).

Para ulama bersepakat bahwa yang dimaksud dengan “berpuasa namun tidak mendapat apa-apa” adalah berpuasa secara formalitas dan menggugurkan kewajiban saja, yakni tidak makan dan minum dari terbit fajar sampai waktu berbuka. Namun, perilaku menggungjing, bergosip, memfitnah dan berkata jorok tetap dilakukan.

Faktanya, masih banyak diantara kita yang suka menyebarkan informasi yang kebenarannya masih diragukan atau bahkan informasi yang di share merupakan berita hoax (bohong) dan dapat menimbulkan kegaduhan.

Termasuk di dalamnya (mohon maaf) ungkapan-ungkapan cabul, bullying, ujaran kebencian, ghibah, namimah baik melalui tulisan (broadcast), stiker maupun poster masih mewarnai linimasa kita yang mungkin sedang melakukan ibadah puasa.

Padahal, jika kita membaca dan mencermati fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) no 24 tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah Melalui Media Sosial. Orang yang menyebarkan berita benar, namun disampaikan bukan pada tempat dan waktunya hukumnya adalah haram.

Perilaku seperti ini disamping tidak baik, juga dapat merusak dan menghilangkan pahala ibadah puasa kita. Bahkan, dampak lebih besar lagi dapat merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara disebabkan oleh sentuhan jari tangan kita.

Bulan puasa ini marilah kita jadikan sebagai momentum untuk mempuasakan nafsu duniawi, lisan dan jari tangan kita. Agar puasa yang sedang kita jalani saat ini menuju kesempurnaan dan kelak setelah Ramadhan pergi, kita benar-benar meraih gelar takwa.

Cukuplah fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai acuan dan panduan bagi kita dan masyarakat pada umumnya dalam bermuamalah melalui media social (medsos).

Bahkan lebih tegas lagi, Rasulullah ﷺ menyebutkan: “Allah sama sekali tidak berkenan kepada usaha menahan rasa lapar dan haus seseorang, apabila dia tidak meninggalkan perkataan bohong, perbuatan nista, dan tindakan kejahilan”. (HR. Muslim). Allahu a’lam.*

 

Pemerhati Media Sosial, lulusan sekolah pascasarjana UIN SGD Bandung

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bijakmedia sosialmedsosRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muslim Portland Beri Makan Warga yang Membutuhkan selama Krisis Virus Corona
Tulisan selanjutnya Pemerintah Diimbau Tak Bekerja Sama dengan Bill Gates Teliti Obat Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Ekonomi SyariahMimbarTsaqafah

Cintai Bumi Melalui Investasi Green Sukuk Ritel

2 Desember 2022 08:05
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?