Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Islam Yang Tenggelam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Februari 2003 18:02 6:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Februari 2003 18:02
Bagikan
Bagikan

Bagaimanapun juga Australia adalah salah satu dari beberapa negara yang mendukung kebijakan Presiden George Bush pada Iraq, tempat dimana masjid-masjid diserang setelah peristiwa 11 September, dan pemerintahannya telah lama menerapkan kebijakan garis-keras terhadap pencari suaka dan pengungsi, yang sebagian besar adalah muslim. Dan tidak ada seorangpun yang dapat melupakan Pauline Hanson yang terkenal itu, pendiri dari Partai Garis Kanan Satu Bangsa, yang pandangan-pandangannya terhadap para pengungsi, pencari suaka dan penduduk Australia keturunan (non kulit putih) dengan segera tersebar menjadi sebuah pandangan umum, walaupun sangat bias, dan sama sekali tidak ada faktanya.
Walaupun kepopuleran partainya segera memudar setelah memenangkan hampir seperempat dari keseluruhan suara daripemilihan umum di Queensland pada tahun 1998, baru pada minggu ini dia mengumumkan bahwa ia akan kembali ke kehidupan politik hanya setahun setelah ia mengatakan bahwa ia sudah meninggalkannya sama sekali. Hal tersebut harus dilihat sebagai salah satu sinyal dari berayunnya sisi pendulum dari masyarakat Australia menuju intoleransi dan bigotry. Dia tidak akan memutuskan untuk mencalonkan diri di parlemen daerah New South Wales jika dia tidak yakin bahwa ia mempunyai kans untuk sukses disana.

Bagaimanapun muslim, terutama yang berasal dari Afghanistan, bukanlah “anak baru” di Australia. Jalan kereta api dari Sydney dan Adelaide menuju Alice Spring di jantung Australia dikenal oleh seluruh masyarakat Australia sebagai “The Ghan”, yang secara simbolis di berikan untuk menandai kepada orang-orang yang berasal dari Afghanistan dan kereta-kereta pengangkut dengan unta-nya yang membuat kota-kota tersebut terhubungkan ke dunia luar sampai dibuatnya jalan kereta api di tahun 1929. Banyak keturunan dari orang Afghan yang pertama menjalaninya masih hidup di Alice Spring, shalat di mesjid2 lokal, dan menjadi penduduk asli Australia seperti juga siapapun yang keluarganya telah hidup di Australia lebih dari 100 tahun. Lalu mengapa semuanya berubah? Mengapa kaum Muslimin dinilai dan dipandang dengan penuh kecurigaan di Australia?

Para akademisis yang menjalankan survey tersebut menyalahkan media massa yang memberikan gambaran yang salah tentang umat Islam dan merepresentasikan antipati barat terhadap Islam. Tetapi mengapa dari awal harus diberikan gambaran yang tidak benar? Mengapa rasa antipati yang tidak berdasar yang harus dikemukakan? Pada kenyataannya, aturan umum media massa di barat adalah menyajikan opini publik bukan mengarahkan opini tersebut. Media seharusnya mencari tahu apa yang menjadi opini mereka, dan barulah opini tersebut di sebarkan, bukan sebaliknya.

Sebelum kita mengambil kesimpulan yang terburu-buru bahwa masyarakat Australia adalah orang-orang fanatik buta yang tidak dapat diperbaiki lagi dan menderita Islamophobia, lebih baik tanyakan mengapa mereka menjadi seperti itu. Umat muslim harus mau menerima sebagian dari tanggung jawab ini. Australia, bersama-sama dengan negara-negara non-muslim lainnya, tidaklah mendapat gambaran yang sebenarnya tentang bagaimanakah Islam yang sebenarnya. Mereka mendapatkan gambaran yang terkorupsi dan telah diputarbalikkan oleh kebencian dan kebrutalan dari para fanatik. Kasus pemboman di Bali dimana 88 warga Australia yang ikut tewas ikut andil dalam merusak sikap masyarakat Australia kepada Islam. Jika saja ada bukti jelas bahwa ada pengrusakan pada citra Islam yang dilakukan oleh ekstrimis, maka inilah dia!

Juga kasus tingkat tinggi tentang perkosaan secara berkelompok (gang rape case), yang mengejutkan masyarakat Australia tahun lalu setelah terungkap bahwa 14 orang pemuda beretnis Libanon yang terlibat menggembar-gemborkan bahwa mereka adalah muslim yang mentargetkan “babi-babi Australia” (Aussie pigs), telah memperparah kerusakannya. Tentu saja, kita semua tahu ini bukanlah Islam yang sebenarnya, tetapi banyak masyarakat Australia yang tidak tahu.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Sesuatu harus segera dilakukan untuk merubah pandangan masyarakat Australia tentang Islam. Tidak ada gunanya kita mengharapkan mereka yang melakukannya. Tanggung jawabnya terletak ditangan umat Islam sendiri. Gambaran yang sebenarnya tentang Islam harus diperlihatkan. Inilah tantangan kita yang sebenarnya.

Mengutuk sama sekali bukamlah merupakan suatu solusi. Hal itu hanya membuat semuanya menjadi semakin buruk.

Sumber: Islam Down Under, Arab News Editorial, 25 February 2003

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syaikh Shalah Syahadah, Syuhada Besar Abad ke-21
Tulisan selanjutnya Mewaspadai RUU Intelejen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?