Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Kenaikan Harga: Belajarlah Pada Negara Tetangga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2011 13:50 1:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Agustus 2011 13:50
Bagikan
Bagikan

Oleh: Afriadi Sanusi

HAMPIR dapat dipastikan bahwa kenaikan harga barang keperluan akan berlaku setiap hari besar, seperti menjelang puasa dan hari raya. Satu hal yang pasti lagi adalah bahwa kenaikan harga yang meroket bebas tanpa kendali itu tidak diikuti dengan kenaikan gaji dan pendapatan rakyat. Barang keperluan dan ongkos Pengangkutan umum akan naik semaunya yang seolah-olah tidak adanya fungsi pemerintah di Negara ini.

Pengusaha dan distributor akan kaya raya dengan menjadikan konsumen sebagai sapi perah pada hari perayaan ini tanpa control harga dari pemerintah.

Kenaikan Rp. 1000 saja setiap barang berarti sudah Triliyunan rupiah keuntungan yang mereka dapatkan dengan jumlah penduduk 24 juta lebih rakyat Indonesia.

Pemerintah –terutamanya pihak terkait– yang digaji dari uang rakyat setiap bulannya, biasanya hanya akan menyerah kalah atas gejala dan fenomena yang pasti berlaku dalam waktu-waktu tertentu itu tanpa adanya rancangan dan tindakan jangka panjang yang berarti. Seperti menganggapnya sebagai sebuah takdir yang tidak bisa dihindari oleh kuasa manusia.

Baca Juga

Patriotik, Gigih, Berempati: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pemuda?
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Kelihatannya aparat yang diberi amanah untuk mengurus masalah rakyat ini membunuh rasa, memekakkan telingga, membutakan mata dan pura-pura tidak tahu atas gejala yang rutin berlaku dan sangat menyusahkan rakyat yang membayar gaji mereka ini.

Kalau melihat berbagai skandal yang melanda aparat Negara baru-baru ini, tidak berlebihan kalau kita sebagai rakyat berasumsi “Mungkin saja mereka lemah dan lumpuh dalam hal ini karena pihak pabrik telah membayar sejumlah uang aman, pengusaha telah memodali uang kampanye, distributor telah menyumbang untuk aparat, partai, pejabat dan sebagainya, sehingga mereka seperti kerbau yang ditusuk hidungnya yang membuat mereka setuju dibawa kemana saja..”

Sepertinya hak-hak konsumen yang dinyatakan dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 hanyalah semua fatamorgana, lip service, pemanis kata, penghias bibir dan pelengkap penderita saja tanpa implementasi yang jelas.

Tidak salah kiranya kalau banyak rakyat yang berasumsi bahwa pemerintah hanya mampu berkatau prihatin atau melakukan berbagai macam pembohongan, pencitraan dan pengalihan isu dalam menghadapi berbagai masalah untuk menutupi kelemahan dan kegagalan mereka dalam menjalankan amanah dari pemerintah yang diangkat dan digaji dari uang rakyat ini.

Belajar Ke Negara Tetangga

Pemerintah Malaysia umpamanya akan melakukan impor barang yang tidak mancukupi pada hari-hari perayaan. Pemerintah mereka mengawal kenaikan harga dengan menjalankan undang-undang yang ada. Operasi pasar biasanya menerjunkan ribuan petugas –lain dengan di RI yang hanya kadang-kadang dilakukan oleh menteri dan instansi terkait beberapa kali dengan membawa media untuk pencitraan- Menghukum pengusaha yang nakal dengan menarik izin usaha. Menutup dan menarik izin toko-toko yang menaikkan harga.

Bus, kereta api, taxi, pesawat, kapal laut dan alat transportasi lainnya tidak bisa menaikkan harga tanpa izin pemerintah di Malaysia.

Kenaikan ongkos pengangkutan umum di hari-hari besar adalah sebuah momok yang paling menakutkan pemerintah yang membuat mereka tidak akan mau menaikkannya.

Tidak ada preman dan oknum yang memungut pungutan liar, uang keselamatan, keamanan. Polisi dan pihak yang berwenang akan datang ke tempat kejadian dalam hitungan menit kalau mendapat aduan dari masyarakat. Rakyat berhak menilang/denda Polisi yang bekerja dengan tidak benar dan betul.

Di Malaysia kenaikan harga barang seperti ayam, telur, segelas kopi, roti canei, daging, beras dan sebagainya walaupun sepuluh sen saja akan menjadi sebuah malapetaka besar yang akan menjadi berita panas berbagai media massa yang ada. Ini karena kenaikan harga akan sangat menyusahkan rakyat dan isu kenaikan harga mampu menggoyang dukungan dan populeritas pemerintah di mata rakyat yang berakibat pada akan berkurangnya suara dalam pemilu ataupun kalahnya partai pemerintah dalam pemilu akan datang.

Seperti Malaysia, pemerintah Singapura, Thailand, Brunei sangat menghargai konsumen dengan menjaga hak-hak rakyat sebagai nadi yang menggerakkan perekonomian negara.

Undang-undang di Negara mereka tidak hanya sekedar hiasan pustaka dan toko buku tanpa implementasi. Kalaulah kita tidak mampu menandingi negara tetangga, setidaknya kita berusahalah meniru mereka, padahal mereka pernah berada di belakang Indonesia beberapa tahun lalu.*

Penulis berasal dari Sumatera, PhD. Candidate Islamic Political Science, University of Malaya, Kuala Lumpur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konvoi ”Miles of Smiles 4” Sampai di Jalur Gaza
Tulisan selanjutnya Industri Rokok Dinilai ‘Bonceng’ Ustadz Selama Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Parlemen Mesir Restui Dukungan Militer untuk Arab Saudi

Berita
27 Oktober 2026 13:26
Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026
Serangan ‘Israel’ Hantam Universitas Islam Gaza, Tiga Warga Syahid dan Tujuh Luka
Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing

Terbaru

  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
  • Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah
  • Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina
  • Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
  • Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
  • LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK
  • Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?