Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Menunggu Bangkitnya Negara Arab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 November 2012 07:48 7:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 November 2012 07:48
Bagikan
Bagikan

“Bercokolnya Israel sampai saat ini menjadi bukti paling besar tentang “mandulnya” negara Arab, bukan karena Israel kuat. Sungguh, ini bukti ‘lenyapnya Arab’, bukan ‘hadirnya Israel’”
—Prof. Dr. ‘Abd al-Wahhāb al-Massīrī—

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

ISRAEL kembali lagi merusak kenyamanan dan mengganggu ketentraman. Tidak ada yang dapat mencegahnya, karena polling menyatakan bahwa mayoritas negara Barat mendukung agresi terkutuk Zionisme-Israel. “Israel punya hak untuk membela diri”, kata Obama. Satu pernyataan yang menegaskan bahwa Obama memang pro-Israel.

Tentang korban agresi kekejaman dan kebrutalan Israel, sudah lebih dari 105 orang menjadi syahid (martyr) dan lebih dari 1700 orang luka-luka. Mayoritasnya adalah anak-anak dan perempuan. Tujuan Israel sangat jelas: agar Palestina tak lagi mampu memproduksi para mujahid. Israel tengah menyayat hati kemanusiaan dunia, bagi siapa yang masih punya hati dan empati. Tidak cukup hanya simpati. Karena semua orang bisa menyatakannya.

Kemana Negara Arab-Islam?

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Para politisi Arab sepertinya memang harus terus berwacana. Jika Mursy dari Mesir menarik mundur duta besarnya untuk Israel. Juga mengutus Perdana Menteri dan Intelijennya ke Gaza, presiden negara Arab lainnya mengirim apa?

Atau, presiden Indonesia – yang Muslimnya terbesar di dunia – mau kirim apa ke Gaza? Penulis berharap presiden kita tidak hanya ‘kirim doa’.

Banyak anomali memang di dalam tubuh Liga Arab. Mungkin juga bisa ditambahkan OKI. Sama ketika Iraq akan digempur habis-habisan oleh George W. Bush. Arab sepakat untuk tidak membela Saddam Husain. Apakah Palestina kali ini juga akan menerima nasib yang sama? Wallāhu a‘lamu! Sebagai Muslim, mungkin masih banyak yang harus menyandarkan dirinya kepada Firman Allah, “walillāhi junūdus-samāwāt wa al-arḍ” (Allah memiliki prajurit dan tentara di langit dan di bumi, Qs. 48: 4). Buktinya Allah sudah mengirimkan berupa legiun cyber (baca: Sinta Yudisia, “Gaza Relawan, Legiun Cyber”, Republika, Senin, (19/11/12).

Liga Arab masih bungkam. PM Turki menyatakan Israel negara teroris. Yang lain menyatakan Israel ‘biadab’ dan ‘brutal’. Di rubrik Resonansi Republika ada tulisan Derita Palestina, Pesta Israel (Ikhwanul Kiram Mashuri, “Derita Palestina, Pesta Israel”, Republika, Senin, (19/11/12). Tetap saja Israel akan mengatakan, “Emang gue pikirin!” jawaban yang benar adalah apa yang dikatakan oleh Jose Rizal, jurnalis sekaligus pendiri Mer-C, “Tidak ada kemauan pemerintah!”

Padahal, kalau umat ini bersatu, tidak ada yang tidak mungkin untuk dikerjakan. Sejarah membuktikan bahwa persatuan melahirkan kekuatan dan cerai-berai medatangkan kelemahan bahkan malapetaka (al-ittiād quwwah wa al-furqah ḍa‘f wa muṣībah).

Namun, sekali lagi, pembelaan untuk Palestina sepertinya hanya ‘isapan jempol’ belaka. Indonesia seharusnya malu, karena perannya ternyata hanya sebatas ‘retorika’. Tidak lebih, tidak kurang. Itu lah Indonesia, negara mayoritas Muslim di dunia. Padahal semua orang tua, Israel bukan hanya ingin mengusir rakyat Palestina, tapi juga ingin membumi-hanguskan Islam dari sana. Itu sebabnya negara-negara Barat setuju bahkan mendukung Israel. Karena, “Tidak ada agama atau kelompok budaya lain yang disebut begitu meyakinkan sebagai ancaman bagi peradaban Barat sebagaimana Islam sekarang ini”, kata Edward Said. (Lihat, Edward W. Said, Covering Islam: Bias Liputan Barat atas Dunia Islam, Ter. A. Asnawi & Supriyanto Abdullah (Yogyakarta: Ikon Teralitera, 2002, hlm. ix).

Tidakkah kita sedih mendengar dan membaca berita bahwa RS Gaza kehabisan obat-obatan dan alat medis? Tidakkah kita punya untuk menempatkan satu menit saja kondisi Gaza-Palestina di dalam hati kita? Apakah karena bukan negara kita yang dibombardir oleh Israel, sehingga kita cuek-bebek. Sungguh, kita harus berpikir dengan jernih dan hati yang bersih. Membela Palestina kewajiban seluruh umat, kata Prof. Dr. Rāghib al-Sirjānī.

Mudah-mudahan, langkah Liga Arab, OKI, Turki, Qatar dan pihak Gaza sendiri yang kini tengah membahas penyelesaian krisis Gaza dan penjajahan Zionis di tanah suci Palestina berbuah kabar gembira sehingga umat Islam di seluruh dunia bisa melakukan shalat di tempat mulia itu.

Apalagi dalam pernyataan terbarunya, presiden Mesir, Muhammad Mursy hari Selasa (20/11/2012) berjanji akan melakukan penghentian agresi Zionis-Israel ke Gaza dan akan segera mengakhiri penderitaan warga Gaza selamanya. Wallāhu a‘lamu bi al-ṣawāb!

Penulis adalah pengajar di Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan, Sumatera Utara

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Surat dari Gaza: “Maafkan, Sungguh Kami Sendirian”
Tulisan selanjutnya Beri “Asupan Gizi” untuk Hati Anda dengan Dzikrullah!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?