Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Dicari, Pemimpin Tangguh yang Amanah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Maret 2014 09:27 9:27 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Maret 2014 09:27
Bagikan
Samer Ismail pemeran Umar Bin Khatab dalam film Omar
Bagikan

Oleh: Maya Dewi   

BEBERAPA bulan lagi di negara kita akan digelar pesta demokrasi, ajang pemilihan para wakil rakyat yang akan duduk di parlemen.  Yang dilanjutkan dengan pemilihan presiden sebagai pemimpin negara secara langsung. Di sanalah nasib jutaan rakyat Indonesia dipertaruhkan, apakah akan ada lebih baik, stagnan, atau malah semakin terpuruk?

Memilih seorang pemimpin bukan perkara mudah, tak sekedar masuk bilik, mencontreng lalu pulang. Tak bisa hanya dilihat sepintas wajahnya, atau membaca sekilas profilnya, lantas begitu saja masyarakat memilih. Namun harus benar-benar dipikirkan dengan hati yang lurus dan pemikiran yang jernih. Butuh pendalaman visi dan misi dari para calon pemimpin yang berlaga.

Namun sayang, bagai mencari jarum di tumpukan jerami, seakan suatu khayalan menemukan pemimpin sejati saat ini. Hingga kini para calon pemimpin, bahkan yang telah duduk di kursi kepemimpinan hanyalah mengandalkan pencitraan belaka. Bahkan sebagian sekedar jual tampang dan popularitas. Banyak juga yang di awal kampanye getol menentang korupsi, ternyata malah tersandung kasus korupsi uang rakyat.

Tak cuma melanggar janji untuk tidak korupsi, para pemimpin dan calon pemimpin ini juga tak mencerminkan sosok yang bermoral. Maraknya perselingkuhan dan perzinahan, ditambah banyaknya kasus narkotiba dan obat terlarang (Narkoba) yang melibatkan pejabat.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Fakta terbaru tentang rusaknya moral pemimpin saat ini adalah, bagaimana seorang Bupati Mojokerto membanggakan kebiasaannya menenggak minuman keras dan Bupati Kendal yang menyematkan gelar pahlawan bagi PSK.

Gambaran Pemimpin Dambaan

Berbicara tentang pemimpin dambaan, tentu ingatan kita langsung melayang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam. Beliau adalah pemimpin yang benar-benar mengurusi rakyatnya, bahkan menjelang ajal yang dikhawatirkan adalah nasib ummatnya. Bukan hanya mampu memimpin, Rasulullah juga mampu mengkader para sahabat menjadi sosok yang mumpuni dalam mengurus rakyat dalam Negara Kekhilafahan sepeninggal Rasulullah.

Para khalifah dalam masa kekhilafahan Islam juga banyak yang menjadi sosok pemimpin ideal. Sebut saja para Khulafaur Rasyidin dan Umar bin Abdul Aziz. Bahkan seorang Sultan Abdul Hamid II yang memerintah di masa-masa kemunduran Kekhilafahan juga dapat kita banggakan ketegasan sikapnya melindungi wilayah kaum muslimin dari rongrongan Yahudi, meski akhirnya harus dimakzulkan oleh para penghianat dengan cara keji.

Membentuk sosok pemimpin tangguh yang peduli dan bermoral tidak dapat dilakukan dengan cara instan. Ada pengaruh kuat dari sistem hidup yang menaunginya. Ibarat singa yang ganas hanya datang dari hutan rimba,  bukan kebun binatang.

Sistem kapitalisme dan demokrasi yang digunakan saat ini memandang politik sebagai cara untuk meraih kekuasaan, maka tak heran kalau pemimpin yang dihasilkan hanyalah memikirkan kekuasaan semata.  Yang ada di benaknya bagaimana meraih kekuasaan dan mempertahankannya, walau harus sikut sana-sini, tanpa pertimbangan halal-haram.

Berbeda dengan sistem Islam. Sistem hidup yang dibangun berdasarkan aqidah Islam, dengan halal-haram sebagai standar perbuatan. Islam memandang politik (as-siyasah) adalah ‘kepengurusan urusan ummat dengan syari’at Islam, baik dalam dan luar negeri’. Sehingga fokus pembahasannya adalah bagaimana mengurus rakyat dengan baik sesuai syari’at. Dengan demikian pemimpin yang akan dihasilkan adalah pemimpin yang takut pada Tuhannya sehingga benar-benar berjuang untuk kemaslahatan rakyat,  bukan demi kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Kepemimpinan dalam Islam ditujukan untuk menerapkan syari’at Islam secara menyeluruh, ada ancaman jika seorang pemimpin enggan menerapkan aturan Alloh. Sebagaimana hadist berikut :

Dari Jabir ra, dari Abu Thalhah ra dan dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda: “ada tiga golongan manusia pada hari kiamat nanti yang tidak akan diajak biara, tidak dilihat dan tidak diampuni dosa mereka oleh Allah, bahkan mereka abadi selamanya didalam neraka dengan siksaan yang pedih.” (Nabi mengulangi sabdanya sampai 3x). Ibnu Abbas berkata; “siapakah mereka?” Nabi Shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda: “yaitu para ulama yang mencari dunia dengan menjual agamanya, Para penguasa yang memberlakukan undang-undang yang mengakibatkan kesengsaraan bagi rakyatnya dan para penyebar fitnah” (HR. Bukhari dan Muslim)

Amanah kepemimpinan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Alloh. Begitu beratnya tanggungjawab pemimpin, sampai-sampai Khalifah Umar Bin Khaththab pernah berkata :

“Seandainya seekor keledai terperosok di kota Baghdad niscaya Umar akan diminta pertanggungjawabannya (oleh Allah), seraya ditanya: Mengapa tidak meratakan jalan untuknya?”

Dengan bentukan sistem Islam yang bersandar pada aqidah Islam, maka akan banyak bermunculan sosok pemimpin yang sejati. Pilihan ada di tangan kita, tetap mempertahankan sistem demokrasi kapitalisme dengan resiko berulangnya krisis kepemimpinan, atau membuangnya dan  mengganti dengan sistem Islam yang mampu membentuk generasi berjiwa pemimpin?*

Penulis praktisi pendidikan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pemimpin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Din Syamsuddin Minta tak bawa kepentingan partai ke Muhammadiyah
Tulisan selanjutnya Agar Politik Islam Menang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?