Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Kamera Pengawas Israel ‘Lebih Berbahaya” dari Detektor Logam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Juli 2017 15:43 3:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juli 2017 15:41
Bagikan
Kamera-kamera pengawas yang dipasang penjajah di sekitar Masjidil Aqsha
Bagikan

Oleh: Zena Tahhan

 

RAKYAT Palestina telah bertekad untuk terus melanjutkan protes dan konfrontasi dengan pasukan Israel di Jerusalem Timur dan Tepi Barat yang terjajah, sebagai bentuk penolakan kamera pengawas baru yang dipasang di gerbang-gerbang komplek Masjid al-Aqsha.

“Di atas semuanya, ini merupakan sebuah masalah pengendalian dan kekuatan. Seolah-olah mereka mengatakan mereka tidak ingin berurusan dengan Awqaf, jadi mereka akan merebut tanggung jawab itu dan mengawasi rakyat Palestina melalui kamera-kamera,” Mohammad Abu al-Hommos, seorang aktivis Palestina di Kota Tua Jerusalem, mengatakan pada Aljazeera.

“Saya ingin keluar dan masuk Al-Aqsha kapanpun saya mau – siapa mereka mengawasi saya?” dia menambahkan. “Saya sedang memasuki tempat ibadah. Itu melanggar ruang pribadi individu. Rakyat Palestina akan terus melawan karena kami menolak tindakan mereka. Ini hak kami menolak itu.”

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Setelah rapat kabinet keamanan pada Senin malam, pernyataan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memastikan bahwa kabinet “menerima rekomendasi dari semua badan keamanan untuk menggabungkan langkah-langkah keamanan berdasarkan teknologi … dan langkah lain selain pendeteksi logam”.

Baca: Israel Setujui Hentikan Detektor Logam di Masjid Al-Aqsa

Penjajah Israel mengatakan “rencana” itu akan diimplementasikan dalam waktu enam bulan kedepan, dengan anggaran 100 juta shekel (28 juta dollar). Beberapa alternatif yang diajukan untuk menggantikan pendeteksi logam ialah kamera pengawas dan pendeteksi panas yang dapat mendeteksi senjata dan fitur pendeteksi wajah.

Meskipun menyingkirkan pendeteksi logam, para ahli dan pengacara mengatakan kamera pengawas merupakan ancaman yang lebih besar bagi rakyat Palestina, memunculkan pelanggaran hukum internasional lainnya.

“Kamera-kamera ini akan dapat mendeteksi wajah dan mengenalinya. Ini berarti Israel menimpakan kontrol penuh pada area al-haram al-Sharif. Peran Jordania terpinggirkan dan kehadiran penjaga-penjaga Palestina menjadi tidak berlaku, karena pemain sebenarnya akan merupakan mereka yang berada di balik layar mengawasi kamera,” Khalil Shaheen, seorang analis politik di Ramallah, mengatakan Aljazeera.

“Banyak rakyat Palestina yang menolak membayar pajak Israel di Jerusalem, dan banyak dari Tepi Barat yang memasuki Jerusalem pada hari-hari Jumat tanpa perizinan [dianggap ilegal di bawah hukum penjajah Israel], serta para aktivis dan lainnya. Jika Israel mengetahui orang-orang ini, akan sangat bahaya dan dapat menyakiti mereka,” dia menambahkan. “Ini adalah sebuah bentuk baru dari pengawasan dan pengendalian … rakyat Palestina harus menolak langkah-langkah seperti itu, karena kamera lebih berbahaya daripada pendeteksi logam.”

Lebih dari satu minggu, warga Palestina telah menolak memasuki komplek Masjid al-Aqsha dan lebih memilih melakukan sholat di luar, setelah pendeteksi logam dipasang menyusul serangan pada 14 Juli yang menewaskan dua polisi Israel.

Baca: Puluhan Orang Terluka dalam Bentrok Menolak Kamera Pengintai

Serangan heroik, dilakukan oleh tiga warga Palestina berkebangsaan Israel yang kemudian semuanya syahid, terjadi dalam konteks apa yang disebut “Intifada Jerusalem”, yang dimulai pada Oktober 2015. Sejak dimulainya perlawanan itu, sekitar 285 warga Palestina telah terbunuh dalam dugaan serangan, demonstrasi dan penyerbuan. Pada saat yang sama, 47 penjajah Israel telah terbunuh oleh warga Palestina dalam serangan pisau dan tabrak lari.

Pemasangan pendeteksi logam menyebabkan perlawanan sipil dan memicu protes dari warga Palestina, yang memandang langkah baru itu merupakan upaya Israel untuk memperluas pengendalian mereka terhadap situs suci itu.

Sementara Yordania mempertahanan pengawasan terhadap komplek Masjidil Aqsha melalui Waqaf Islam yang mengelola situs suci itu, penjajah memperluas pengawasan mereka pada wilayah-wilayah di luar komplek itu melalui penjajahan mereka atas Jerusalem Timur, dengan Kota Tua di dalamnya.>>>> (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
TAG:Al Haram Al-Sharifal-QudsCCTVDunia ArabErdoganisraelKamera PengawasMasjidil AqshaMetal DetectorOmar al-Abedpalestinapenjajah Israelperlawananpertumpahan darahRecep Tayyip ErdoganShinbetZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Pulangkan Staf Kedutaannya Pasca Pembunuhan Dua Warga Yordania
Tulisan selanjutnya Penjajah Zionis Lepas CCTV dan Pembatas, Umat Kepung Al Aqsha!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?