Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

ISIS, Iraq dan Syam: Mengapa bukan Indonesia atau Singapura? [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 September 2014 15:08 3:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 September 2014 15:07
Bagikan
Selain Makkah, Madinah, Al-Quds (Palestina), salah negeri lain yang mendapat kestimewaan dan sering disebut dalam Al-Quran dan hadits-hadits Nabi adalam Syam (sekarang Suriah)
Bagikan

lanjutan dari tulisan pertama: “ISIS, Iraq dan Syam: Mengapa bukan Indonesia atau Singapura? [1]

oleh: Lutfi

Kenapa bukan Indonesia

Dalam kisah ahir zaman nanti, Imam Mahdi akan memimpin perang demi perang membebaskan negeri demi negeri dari kekuasaan para diktator. Di sinilah kisahnya yang diakui akhir dari kemenangan dunia Islam setalah berbagai penderitaan dan kezaliman terjadi.

Mengawali suatu proyek besar membebaskan dunia  untuk kembali kepada Allah semata,  Allah menurunkan Imam al Mahdi. Seorang lelaki masih keluarga Nabi, namanya serupa nama Nabi dan nama ayahnya juga serupa nama ayah Nabi. “Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR abu Dawud 9435)

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Bahkan umat Islam (sekali lagi yang paham membaca tanda kekuasaan Allah) diwajibkan berbaiat pada Imam Mahdi, sekalipun harus merangkak padanya.

Tahap-tahap terkait turunnya Imam Mahdi mudah dibaca di banyak diwayat hadis. Di antaranya sebagai berikut;

“Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia, dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum (Romawi, pusat Kristen), dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal, dan Allah beri kalian kemenangan.” (HR Muslim 5161)

“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074)

Semua perawi hadis menyepakati, kemunculan Dajjal disertai turunnya Isa ‘alaihissalam.  Di mana Nabi Isa turun di sebuah menara putih di Damaskus:

“Ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyiq (Damaskus, Suriah, red) dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecuali pasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lalu ‘Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya di pintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal hingga menjumpainya di pintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian ‘Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi Allah dari Dajjal, lalu ‘Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga.” [HR. Shahih Muslim, Kita Al-Fitan wa Asyrathis Sa’ah, Bab Dzikr Ad-Dajjal 18:67-68]

Jelas sekali dalam hadits itu disebut Damsyik (Damaskus), bukan Indonesia atau Singapura.

Karena itu tak perlu iri hati atau dengki. Karena itu sudah ketetapan Allah Subhanahu Wata’ala. Tak perlu dengki karena Indonesia tidak disebut. Sebab hanya Syam yang berkali-kali dikutip Nabi dan Allah Subhanahu Wata’ala dan di sanalah akhir kisah kezaliman Islam berakhir.

Tidak perlu pula merasa dengki, sampai harus mengatakan, “Indonesia negeri damai, bukan Timur Tengah”, hanya untuk mengolok-olok Timur Tengah karena kita terbawa propaganda ‘dajjal-dajjal’ dunia, yang mengecoh umat Islam seolah-olah paham radikalisme disebabkan kaum Muslim. Memang Indonesia bukan Timur Tengah, karena itulah dalam Al-Quran dan Hadits negeri kita jarang disebut-sebut, karena mungkin tidak terlalu istimewa.

Ada ratusan kelompok milisi di Syam
Ada ratusan kelompok milisi di Syam

Bagi yang paham tanda-tanda zaman dan paham hadits-hadits Nabi, pasti memahami mengapa ratusan kelompok-kelompok Islam (tak hanya ISIS) ingin berada di sana, di Syam. Bagi yang tidak bisa memahami Al-Quran dan hadist, mereka hanya akan sinis seolah Timur Tengah hanya produk kekerasan.

Maka dari itu, bagi orang yang beriman (yang meyakini Al-Quran dan hadits), membaca peta Timur Tengah saat ini harusnya jauh lebih mudah.

Mengapa Amerika begitu berkeinginan menghancurkan negeri-negeri di Timur Tengah? Wabil khusus; Iraq, Suriah,  Mesir atau Palestina? Tentu urusannya bukan karena sekedar negera-negara yang disebut ini kaya minyaknya.

Yang jauh lebih penting adalah karena inti fenomena di balik ‘keberkahan’ Syam tadi. Karena di sinilah nantinya Imam Mahdi turun.

Ingat, dalam hadis tadi, kehadiran Imam Mahdi juga merebut wilayah Rum (Romawi, pusat peradaban Kristen dunia) yang diback-up Amerika dan Barat. Juga Persia yang didukung Iran dengan Syiahnya.

Jadi bukan persoalan minyak semata. Amerika dan Barat tahu betul isi ayat-ayat Al-Quran kita dan hadist Rasulullah ini. Maka guna meminimalisasi perlawanan untuk mereka, diciptakanlah konflik di Timur Tengah agar jangan sampai mereka mengulang kesalahan Romawi.

Sebuah kejayaan bangsa akan sulit bertahan melebihi  1000 tahun. Dan Amerika berusaha untuk lebih lama bertahan.

Bila Barat dan Amerika saja begitu cermat membaca arah gerakan dunia, maka mengapa kita tidak cermat membaca dan meyakini tanda-tanda zaman sebagaimana banyak dikutip Al-Quran?

Mari kembali pada ajaran Islam yang mulia dan kembali pada Al-Quran dan Sunnah, agar kita tidak sering terkejut dengan fenomena ISIS atau model kampanye dan propaganda lain. Lallahu a’lam.*

Penulis adalah peminat kajian Akhir Zaman dan Syam

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akhir zamanimam mahdiiraqSyam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ISIS, Iraq dan Syam: Mengapa bukan Indonesia atau Singapura? [1]
Tulisan selanjutnya Polisi Mesir Tangkap 2 Orang Terduga Anggota Brigade Helwan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?