Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Mungkin Suatu Hari Kita Akan Memaklumi Menteri Dari Kaum Homoseks

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Oktober 2014 09:00 9:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Oktober 2014 08:56
Bagikan
Aceng Fikri (Kiri), Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja Jokowi-JK 2014, Susi Pudjiastuti (Kanan)
Bagikan

Oleh: AU Shalahuddin Z

BULAN April 2014, sejumlah organisasi perempuan mengancam akan mengumpulkan surat protes dengan majunya Aceng Fikri menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Jawa Barat.

Surat protes disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat dan KPUD Jawa Barat menyusul lolosnya Aceng Fikri ke Senayan. Berdasarkan hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat.

Aceng Fikri meraih 1.139.556 suara, berada sedikit di bawah pelawak Oni, rekan Sule di grup lawak SOS yang memperoleh 2.167.485 suara.

Salah satu aktivis LSM Perempuan Magenta Legal, Research and Advocacy, Yohanna Tantria Wardhani menyatakan akan memulai mengumpulkan dukungan dari berbagai lembaga dan perseorangan untuk memprotes ini.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Tekanan pada Aceng Fikri banyak dilakukan aktivis perempuan. Sebelumnya, aktivis feminis Julia Suryakusuma menyebut kasus Aceng Fikri baik bagi kampanye hak perempuan.

Menurutnya, Aceng Fikri jelas tidak layak menjadi pemimpin, karena selain melanggar etika, dia juga melanggar hukum. Dia memperlakukan perempuan dengan buruk: menceraikan istri lewat SMS karena dituduh tidak perawan lagi. Memangnya itu kulkas atau microwave?,” dikutip media Jerman, Deutsche Welle dengan nada meradang.

Bahkan saat banyak desakan agar Aceng Fikri dimakzulkan Mahkamah Agung (MA), orang yang paling keras adalah kader PDI-P dan Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Dyah Pitaloka. Ia mendukung rekomendasi pencopotan pria yang pernah menjadi anggota GP Ansor Garut ini. “Ini pembelajaran yang berharga bagi rakyat Jawa Barat,” kata Rieke, di sela menghadiri perayaan ulang tahun ke-7- Ketua MPR Taufiq Kiemas, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, dikutip Kompas.com.

Aceng Fikri, adalah Bupati Garut yang namanya mendadak menjadi pembicaraan setelah kasus perceraian dengan istrinya yang disampaikan melalui SMS. Ini tentu urusan pribadinya. Namun media, dan aktivis perempuan justru menekan dan membully-nya di mana-mana. Bahkan Mahkamah Agung (MA) melakukan pemakzulan. Bekas Bupati Garut ini akhirnya dilengserkan bulan Desember 2012 dengan tuduhan etika dan moral.

Aceng Fikri dipersoalkan khalayak karena semata-mata ia pria makmur yang mampu ‘menikah lagi’ tapi menceraikan istrinya lewat SMS karena dianggap sang istri tidak perawan. Padahal dia tidak selingkuh, tidak maksiat atau terlibat video mesum. Aceng dianggap ‘tidak bermoral’ hanya karena dia adalah pejabat publik, seorang bupati, belum sampai jabatan menteri. [Baca: Dalil Relativisme dan Tato Bu Menteri (1) (2) ]

Hanya dua tahun beselang, suasana berubah. Ketika Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan KPI bekerja keras melawan iklan rokok di, TV tiba-tiba secara mengejutkan ada seorang menteri –dengan latar belakangan kehidupannya agak kurang baik– merokok seenaknya, bangga dengan tato dan kesukaannya minum wine, minuman alkohol yang terbuat dari anggur, tiba-tiba semua orang dan media –terutama para mujanya—memberikan label-label pemakluman.

“Yang penting kerja bukan simbol. Untuk apa berjilbab jika koruptor, lebih baik meroko asal membawa kesejahteraan,” begitu katanya membela diri. Sedihnya, para pembela itu juga kaum Muslimin.

Bahkan belum saya menemukan kecaman, cacian dan protes aktivis HAM, pejuang anti rokok atau aktivis perempuan yang mengecam sang menteri perokok, yang sempat diisukan kabar tak sedap melakukan poliandri.

Bisakah Anda bayangkan jika yang jadi menteri itu Aceng Fikri? Dan tiba-tia dia dikabarkan akan melakukan nikah lagi? Bagaimana suara PDI-P dan aktivis perempuan?

Antara Soeharto dan Kim Jong Un

Di zaman Soeharto, ada sekelompok orang datang menemui Menteri Pemberdayaan Wanita Mien Sugandi untuk meminta persetujuan guna mengirim gadis-gadis Indonesia di ajang Miss Universe.

Datanglah Mien Sugandi menghadap Soeharto. Namun beberapa menit, sang menteri wanita itu keluar dengan kabar penolakan dari Pak Harto. “Itu bukan budaya kita,” demikian kutip Sang Menteri menirukan Pak Harto yang menolak keikutsertaan Indonesia di ajang Miss Universe.

Kecuali Islam, persepsi tentang etika dan moral di masyarakat cenderung akan mengalami perubahan, sesuai dengan perubahan zaman. Sebab membicarakan etika/moral berarti membicarakan persoalan pandangan atau persepsi untuk menentukan perbuatan yang dianggap baik atau buruk.

Namun umumnya, sebejat-bejat individu atau masyarakat, publik tidak menerima jika tindakan amoral dilakukan seorang pejabat. Hatta, itu negara bebas sekelar Amerika Serikat (AS).

Bulan April tahun 2013, ada sebuah kejadian menarik di Pentagon. Seorang jenderal Angkatan Darat AS yang bertanggung jawab atas operasi militer di Afrika Timur dicopot dari jabatannya akibat skandal alkohol dan seks. Demikian pernyataan pejabat Pentagon, Jumat (5/4/2013).

Mayor Jenderal Ralph Baker, komandan Pasukan Gabungan di Tanduk Afrika, dipecat dari jabatannya oleh Komandan Komando AS Afrika (AFRICOM) Jenderal Carter F Ham, terkait kebiasaan nenggak Minuman Keras (Miras) dan main wanita.

“Baker dicopot terkait tindakannya yang menyebabkan hilangnya kepercayaan atas kemampuannya memimpin,” demikian juru bicara Pentagon, Mayor Rob Firman dikutip AFP.

Firman tidak menjelaskan secara rinci skandal yang menjerat Baker yang berujung pada pemecatannya. Namun ia mengatakan, skandal yang diperbincangkan itu masih baru bersifat tuduhan.

“Skandal yang dituduhkan kepada Baker masih dalam penyelidikan sehingga tidak tepat jika kami berkomentar lebih jauh,” lanjut Firman.

Seorang pejabat Pentagon lain –yang namanya tak ingin disebutkan– mengatakan Jenderal Baker kehilangan jabatannya karena kecanduan alkohol (Miras) dan skandal seks.

Pejabat tinggi Korut pernah memerintahkan eksekusi karena pekabatnya minum alkohol
Pejabat tinggi Korut pernah memerintahkan eksekusi karena pekabatnya minum alkohol

Lain lagi dengan di Korea Utara. Wakil Menteri Angkatan Bersenjata Korea Utara dilaporkan dieksekusi hanya karena minum alkohol.
Kim Chol dieksekusi pada bulan Januari 2012 dihadapkan ke depan regu tembak setelah tertangkap basah minum alkohol.

Media Korea Selatan melaporkan, perwira itu dihukum karena menenggak alkohol dalam 100 hari masa perkabungan kematian Kim Jong Il.

Kim Chol, menjabat sebagai wakil menteri angkatan bersenjata, ditahan awal tahun lalu atas perintah pemimpin Korea yang baru, Kim Jong Un, putra mediang Kim Jong Il, yang diangkat menjadi pemimpin pascameninggalnya sang ayah.

Bunyi perintah Kim Jong Un kala itu, “Tidak boleh ada bekas sedikit pun dari Kim Chol, bahkan rambutnya pun tidak boleh berbekas”. Kim Chol kemudian disuruh berdiri di satu tempat yang menjadi sasaran bidik mortir.

Di Korea hanya tidak menghormati satu orang dihukum eksekusi. Sementara di Indonesia, seorang menteri merokok terang-terangan di hadapan 250 juta penduduk yang sedang sibuk berkampanye memerangi anak-anak dari asap beracun dan narkoba. Apa pendapat Anda?

Ada pepatah mengatakan, “Sejarah tergantung pada penguasa’. Siapa yang berkuasa dialah yang akan merobah dan menulis sejarah.
Pemakluman-pemakluman publik terhadap sesuatu yang keliru hanya karena kita pendukung dan pemuja, tidak dipungkiri menjadikan perubahan sejarah. Bisa baik tetapi bisa juga jauh lebih buru.

Karena itu, dengan kemurahan hati Anda semua, jangan kaget jika suatu hari banyak pejabat menteri kita ternyata pelaku homoseksual atau waria. Toh, atas kemurahan hati kita, kita selalu berdalih, “yang penting bukan kulit, tapi isi.” Wallahua’lam.*

Penulis peminat masalah sosial keagamaan

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:alkoholbancifeminismehomoseksualMirasrokokwaria
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kamis Imam Masjidil Haram Resmikan Masjid Al-Ikhlash Permata Duta Depok
Tulisan selanjutnya ISIS Bebaskan 25 Pelajar yang Diculik di Suriah Utara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?