Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Kita Merdeka di Zaman “Kegelapan”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2015 11:51 11:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Agustus 2015 13:30
Bagikan
Kita belum merdeka, kita masih dikuasai asing [ilustrasi]
Bagikan

Oleh: Fadh Ahmad Arifan

ALHAMDULILLAH Senin pagi, saya masih diberi kesempatan oleh Allah swt untuk mengikuti upacara memperingati HUT kemerdekaan Republik indonesia ke 70.

Upacara kali ini merupakan wujud cinta dan kepeduliaan terhadap bangsa ini. Kebetulan saya ditunjuk oleh Kepala sekolah menjadi Pembina upacara.

Menjadi Pembina upacara juga diharuskan memberikan pidato berupa refleksi singkat kepada jajaran guru dan murid-murid MTs-MA Muhammadiyah 2, kota Malang.

Usia 70 tahun untuk ukuran manusia sudah tergolong usia tua. Namun untuk ukuran sebuah bangsa, masih relatif muda. Kemerdekaan bangsa kita berkat rahmat Allah swt. Hal ini sudah termaktub dalam pembukaan UUD tahun 1945.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Selain itu atas perjuangan para pahlawan. Yang namanya Pahlawan bukan hanya kalangan militer. Ada dari kalangan ulama, guru, dan petani yang turut berjuang membebaskan bangsa ini dari jerat penjajahan. Mereka punya semboyan, “Merdeka atau mati syahid”.

Ada pangeran Diponegoro yang ternyata seorang ulama dan Musyid tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiah. Dalam perang jawa, beliau dibantu Kiai Maja sebagai guru spiritual. Perang jawa menelan korban yang tidak sedikit, disebutkan 200 ribu jiwa rakyat yang wafat. Sosok Panglima Besar Jendral Sudirman ternyata seorang ustadz.

Menariknya Pak Dirman pernah menjual perhiasan istrinya demi membiayai perang khususnya ransum untuk tentaranya. Kemudian KH Hasyim Asyari, ulama besar asal Tebuireng-Jombang. Beliau penggagas Resolusi Jihad. Bahkan kalau kita menonton film “Sang Kiai”, di sana ada santri beliau yang berhasil menghabisi Jendral AWS Malaby di Surabaya.

Kalau di Kota Malang ini banyak pahlawan yang berjasa, nama-nama mereka diabadikan menjadi nama jalan raya dan tugu peringatan. Misalnya Kiai Tamin,dan Hamid Rusdi. Hamid Rusdi adalah pahlawan yang berasal dari Pagak, kabupaten Malang. Beliau pejuang 3 zaman, era Belanda, Jepang dan pra kemerdekaan.

Hamid Rusdi ternyata seorang guru agama, sehari harinya berkerja menjadi supir dan pernah jadi staf Partai NU. Tolong jangan lupakan fakta sejarah ini.

Usia bangsa memasuki 70 tahun merupakan tugas generasi sekarang untuk mempertahankannya. Generasi sekarang bukanlah generasi pejuang (baca: angkat senjata) seperti Cut Nyak Dien, Teuku Umar, Pangeran Antasari, Kapitan Pattimura maupun I Gusti Ngurah Rai, bukan pula generasi perintis seperti HOS Cokroaminoto, Bung Karno, Bung Hatta, Bung Tomo, Haji Agus Salim, Dr M. Natsir, KH Wahid hasyim dll.

Kita ini posisinya sebagai generasi pembangun sekaligus mempertahankan keutuhan NKRI. Tantangan kita dalam mempertahankan bangsa ini cukup berat, karena yang dihadapi bukan hanya pihak asing melainkan “bangsa kita sendiri”.

Contoh pejabat korup, mafia hukum, dan pengguna Narkoba.  Terkait Narkoba saja, Mantan Menkumham, Patrialis Akbar pernah menyatakan sekitar 50 persen dari 135.000 penghuni lembaga pemasyarakatan (LP) di Indonesia adalah pengguna narkoba.

Boleh jadi kita lepas dari penjajahan fisik, tapi belum tentu lepas dari penjajahan berbentuk pemikiran atau ideologi.

Ambil contoh dibidang hukum kita belum bisa lepas dari produk hukum peninggalan kolonial Belanda. Di bidang budaya kita masih dirongrong budaya atau gaya hidup kebarat-baratan yang orientasinya 3F: Food, Fun dan Fashion.

Dibidang ekonomi, kita belumlah berdikari. Masih mengandalkan utang luar negeri untuk menyokong APBN.

Di usia 70 tahun sudah banyak pencapaian yang dilalui bangsa kita. Dulu awal kemerdekaan, buta aksara masih tinggi. Sekitar 9 dari 10 orang mengalami buta aksara.

Syukurlah untuk sekarang tersisa 5% dari jumlah total penduduk bangsa Indonesia. Dulu kita dilarang mengkritik kolonial maupun pemerintah berlatar belakang militer. Kini berubah drastis, kita boleh mengkritisi kebijakan pemerintah.

Dalam bidang teknologi, kita boleh berbangga hati karena putra terbaik Bangsa yakni BJ habibie mampu membuat Pesawat CN 235. Selain itu ilmuwan-ilmuwan kita sudah mampu membuat pesawat tanpa awak, memanipulasi cuaca hingga membuat Panser dan kapal perang.

Tidak dapat dipungkiri kondisi bangsa sedang di zaman “kegelapan” karena diambang krisis moneter. Ekonomi lesu dan baru baru ini terjadi gelombang PHK. Yang bisa kita lakukan sebagai orang yang bukan pelaku moneter adalah berdoa semoga bangsa ini dilepaskan dari krisis. Jangan apatis terhadap kondisi bangsa ini, mari kita optimis saja. Agar bangsa ini tetap eksis kedepannya, jadilah generasi muda yang lebih baik dari saya. Jadilah orang baik yang bisa memperbaiki orang lain. Kalau perlu jadilah Sang Pencerah seperti KH Ahmad Dahlan.

Meski demikian, bangsa ini tidak butuh pemuda yang bisanya mencaci maki “kegelapan” tapi enggan menyalakan lilin atau lentera (baca: harapan & aksi). Mudah mudahan bermanfaat bagi anda semua. Wallahu’allam bishowwab.*

Penulis aalumni jurusan Studi Islam, Pascasarjana UIN Malang

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:asingekonomikemerdekaankrisismerdekapenjahahah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rambu-Rambu Takfir [2]
Tulisan selanjutnya Rambu-Rambu Takfir [3]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?