Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Fitnah ISIS dan Pengaburan Konsep Jihād dan Khilāfah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Januari 2016 09:32 9:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Januari 2016 11:30
Bagikan
Sebelum ini masyarakat dikejutkan eksekusi brutal jurnalis AS, James Foley yang diklaim perbuatan ISIS. Belakangan muncul foto-foto yang diunggah di internet proses eksekusi dilakukan di sebuah studio disertai lambang CIA (Central Intelligennce Agency)
Bagikan

Oleh: Mahmud Budi Setiawan, LC

 

MEREBAKNYA isu Daulah Islamiyah wa Syam (DAESH) atau juga sering disebut Islamic State (IS) –baik di belahan dunia secara umum, maupun di Indonesia secara khusus—rupanya menimbulkan dampak negatif yang tidak sedikit. Terutama terhadap beberapa konsep-konsep penting dalam Islam.

Yang paling bisa dirasakan setidaknya ada dua bagian: Pertama, konsep jihad di mata dunia yang kini menjadi kabur (atau sengaja dikaburkan). Kedua, konsep ‘khilafah’ pun menjadi momok yang menakutkan.

Baru-baru ini, Bachtiar Nasir, Pemimpin AQL Islamic Center, dalam salah satu khutbah Jumatnya yang berjudul, ‘Menanggapi Isu Isis dengan Adil’ (bisa dilihat dalam link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=nqicD1YWpUo) mengungkapkan statemen menarik terkait dampak negatif ini.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Mengutip ceramah Syeikh Az-Zindani, ia memaparkan, “Menurut ilmu futurolog Amerika, berdasarkan laporan resmi departemen pertahanan Amerika kepada Obama: tahun 2025 tidak bisa dibendung akan lahir khilafah islamiah. Berbeda dengan Rusia, Wakil Parlemen Rusia mengatakan, ‘Pada tahun 2020 akan lahir peradaban besar yang tak kan bisa dibendung yakni, khilafah islamiah’. Cara terbaik agar khilafah islamiah tidak tegak adalah dengan cara merusak pencitraan khilafah islamiah dan merusak simbol-simbol yang bisa menyatukan umat Islam di dunia. Inilah sebanarnya yang sedang berlangsung.”

Poin penting dari khutbah Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat di atas, adalah kekhawatiran Barat terhadap kemunculan kembali khilafah Islamiyah, membuat mereka berupaya keras untuk meredamnya dengan berbagai cara. Di antaranya, dengan cara merusak citra khilafah dan simbol-simbol penting Islam yang targetnya akan berdampak pada perpecahan umat Islam.

Dengan menyeruaknya fenomena ISIS/IS di jagat media –terlepas apa dan siapa ISIS?– yang jelas dengan mudah para pengamat ditunjang media-media yang yang berkepentingan (baik dari Barat maupun yang pro-Barat) ikut menungganginya dan merusak simbol-simbol penting dalam Islam seperti: jihād dan khilāfah.

Maraknya isu ISIS rupanya semakin menyempurnakan kesuksesan meraka merusak dua konsep penting dalam Islam tersebut.

Dengan kecanggihan sarana informasi seperti saat ini, orang dengan mudahnya mendapat dan mengirim kabar, tanpa harus klarifikasi terlebih dahulu, apakah yang dishare itu hoax atau bukan.

Tidak sedikit kiriman-kiriman video yang disebar –misalnya- video yang diklaim anggota ISIS suka pada kekerasan, mengeksekusi orang dengan kejam.

Tentu saja maksud dari pesan ini satu: Bahwa  jihād dan khilāfah adalah sumber kekerasan dan kekejaman.

Dampaknya jelas. Konsep khilafah akan menjadi jelek. Bagi siapa saja yang berusaha menegakkannya, akan dipandang sebagai kelompok radikal.

Konsep jihād juga demikian. Meletusnya peristiwa 9/11 WTC, dan merebaknya berbagai gerakan umat Islam yang disinyalir radikal, maka konsep jihād menjadi rancu, bahkan sering banyak disalahpahami. Jihad tiba-tiba selalu dikait-kaitkan dengan terorisme. Sehingga, setiap kali orang mendengar kata ‘jihad’, yang timbul malah kebencian.

Berkaitan dengan konsep khilāfah, dalam lembaran sejarah Islam, memang tidak bisa dinafikan keberadaannya. Terlepas dari pro dan kontra seputarnya -yang menjadikannya sebagai sarana atau tujuan-, yang jelas khilafah islamiah benar-benar ada dan pernah mewarnai belantika peradaban dunia. Paling tidak, umat Islam pernah menjadi soko guru peradaban dunia, tatkala konsep khilāfah ditegakkan. Walaupun dalam perjalanannya ada kesalahan-kesalahan oknum khalifah, namun mengeneralisirnya dengan sematan negatif tentu saja bertentangan dengan realitas sejarah.

Terkait konsep khilāfah, Dr. Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan:

الإمامة العظمى أو الخلافة أو إمارة المؤمنين كلها تؤدي معنى واحداً، وتدل على وظيفة واحدة هي السلطة الحكومية العليا. وقد عرفها علماء الإسلام بتعاريف متقاربة في ألفاظها، متحدة في معانيها تقريباً، علماً بأنه لا تشترط صفة الخلافة، وإنما المهم وجود الدولة ممثلة بمن يتولى أمورها، ويدير شؤونها، ويدفع غائلة الأعداء عنها.

“Kepemimpinan teragung, khilāfah, atau imārah al-mu`minīn (keemiran orang-orang Mu`min) semuanya mengarah pada satu makna, dan menunjukkan pada satu fungsi yaitu kekuasaan pemerintahan tertinggi. Ulama-ulama Islam mendefinisikannya dengan beragam definisi, lafal-lafanya yang berdekatan dan maknanya pun hampir sama. (Tentu saja) dengan kesadaran bahwa tak harus mensyaratkan sifat khilāfah. (karena) yang terpenting adalah adanya daulah(negara) yang digambarkan dengan orang yang mengurusi, mengatur urusannya serta melindungi(negara) dari bencana musuh-musuhnya.”(al-Fiqhu al-Islāmi wa adillatuhā, Pembahasan Definisi Imāmah, 8/270).

Adapun jihād jika diindentikkan dengan terorisme, maka bisa dikatakan kurang melek, update sejarah dan ilmu. Pertama, jihad tak selalunya berkaitan dengan perang fisik. Kedua, kalau pun ada momen di mana harus jihad fisik, maka harus menaati syarat-syarat yang ketat sehingga tak dengan gampangnya menyerang orang tanpa ada pemahaman dan ilmu yang jelas terkait dengannya.

Syeikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam magnum opusnya, minhāju al-muslim memaparkan dengan sangat baik terkait konsep jihād. Jihad itu paparnya, tak selalu identik dengan perang. Beliau menandaskan ada beberapa macam jihad: Pertama, jihad melawan melawan orang kafir dan yang memerangi Muslim. Kedua, jihad melawan orang fasik. Ketiga, jihad melawan setan. Keempat, jihad melawan hawa nafsu(Minhāju al-Muslim,269). Jadi, jihad tak selalu identik dengan perang.

Kalaupun ada momen di mana harus jihad perang, maka Islam tetap mengajarkan adab-adab yang perlu dijaga, seperti: tidak membunuh anak-anak, wanita, pendeta-pendeta agama. Tidak boleh membakar, atau memutilasi musuh dan lain-lain (baca Minhāju al-Muslim, 275-276).

Karena itulah, bagi yang mengeneralisir jihad pada makna yang dangkal seperti perang, bahkan mengarah pada tindakan terorisme, maka tindakan itu sungguh konyol dan sangat bertentangan dengan nilai Islam. Sebab, jihad dalam Islam, tak bisa dilepaskan dari bingkai rahmatan lil `ālamīn.

Terakhir, sikap yang perlu dipegang dalam zaman penuh fitnah ini agar tak terbawa arus media (mengaburkan konsep-konsep Islam), adalah:

Pertama, tidak gampang menerima dan menyebarkan informasi tanpa klarifikasi terlebih dahulu.

Kedua, meluruskan secara arif dan bijak setiap syubhat yang dilancarkan pembenci Islam terhadap Islam.

Ketiga, tidak ikut-ikutan menebar fitnah (baik melalui media cetak maupun elektronik) serta menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam. Minimal, kalau tak bisa berbuat baik, maka tak perlu menambah-nambah kerusakan. Wallāhu a`lam bi al-Shawāb.*

Penulis alumni Al Azhar, Mesir dan alumni PKU VII – UNIDA Gontor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akhir zamanDaeshfitnahISISISjihadKhilafahterorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kuatkan Jati Diri, Tata Ulang Keimanan [2]
Tulisan selanjutnya Lembaga Antikorupsi Malaysia Tidak Terima Penyelidikan Kasus PM Najib Razak Ditutup

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Berita
27 Agustus 2026 11:44
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?