Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Autopsi Siyono: Antara Kontraksi Polri dan BNPT

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 April 2016 06:08 6:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 April 2016 06:08
Bagikan
Proses autopsi (alm) Siyono
Bagikan

Oleh: Harits Abu Ulya

 

PASCA hasil autopsi jenazah Siyono diumumkan oleh Komnas HAM bersama Tim Dokter Forensik PP Muhammadiyah akhirnya melahirkan kontraksi (baca kegoncangan) dari pihak Polri dan BNPT dengan beragam statemen yang tampak tidak seragam.

Intinya bersikukuh bahwa aparat Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 tidak melakukan tindak kriminal terhadap Siyono. Sedikit asumsi yang diungkapkan bahwa Densus 88 mungkin hanya menyalahi kode etik, bahkan rencana akan digelar sidang kode etik secara terbuka.

Inilah Hasil Autopsi Penyebab Utama Kematian Siyono

Di sisi lain justru yang paling krusial adalah penolakan terhadap hasil autopsi. Notabene autopsi itu dilakukan oleh para dokter forensik senior dan profesional dengan disaksikan seorang dokter forensik dari pihak Polri.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Publik menyaksikan hari ini; Kejujuran, transparasi, obyektifitas, akuntanbilitas Polri dan BNPT dari kasus Siyono betul-betul diuji.

Publik sudah lama memendam beragam pertanyaan terkait ‘proyek pemerintah’ di sektor keamanan yang bernama ‘kontra terorisme dan kontra radikalisme’. Kasus Siyono menjadi momentum bagi publik untuk sedikit melihat tentang apa yang sesungguhnya terjadi.

Din Syamsudin Yakin Program Deradikalisasi adalah Proyek Amerika Serikat

Belajar dari kasus Siyono bisa kita buatkan rangkuman catatan penting singkat sebagai berikut:

Pertama, kasus Siyono adalah puncak gunung es dari “Siyono-Siyono” lainnya.Melahirkan titik tolak kesadaran masyarakat bahwa soal kejahatan negara lewat instrumennya (Polisi/Densus/BNPT) bisa saja terjadi.

Kedua, Hasil otopsinya menjadi fakta empirik tidak terbantahkan terjadinya aksi brutal Densus 88 terhadap Siyono bahkan “Siyono” lainya. Aksi overacting yang menabrak semua mekanisme hukum yang ada. Langkah excessive force (penggunaan kekuatan berlebihan) dalam proyek kontra terorisme yang justru potensial melahirkan blunder persoalan.

Ketiga, Negara tidak boleh hadir menjadi state terrorism terhadap warganya dengan alasan apapun.

Ketiga, dan publik juga tidak boleh bisu/buta/tuli atas tiap jengkal kedzaliman yang demonstratif kecuali dirinya menjadi bagian dari aktor-aktor kedzaliman.*

 Pengamat Terorisme & Dir CIIA

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AutopsiDokter ForensikKomisi Nasional Hak Asasi Manusiakomnas HamMuhammadiyahPengurus Pusat MuhammadiyahSiyonoSiyono teroris?
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [VIDEO] Calon Pengusaha Online Didorong Perhatikan Aspek Legal
Tulisan selanjutnya rehabilitasi narkoba Mensos: Narkoba Lebih Mengerikan dari Terorisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Berita
31 Agustus 2026 18:22
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?