Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Edukasi Reproduksi Berbasis Keimanan Tangkal Pemerkosaan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Mei 2016 06:37 6:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Mei 2016 07:45
Bagikan
Bagikan

Oleh: Andi Ryansyah

 

PEMERKOSAAN. Belakangan ini kasus itu marak terjadi di negeri ini. Sedihnya, tak sedikit pelajar yang jadi pelaku dan korban. Padahal di tangan mereka lah kelak nasib ratusan juta rakyat Indonesia digantungkan. Ada apa dengan dunia pendidikan kita? Apa yang bisa kita perbuat agar kasus itu tak terus terjadi?

Salah satu yang mungkin bisa kita lakukan adalah dengan menanamkan nilai keimanan dalam sanubari pelajar. Di sinilah peran guru amat sangat dibutuhkan, tak terkecuali guru biologi. Karena di pelajaran biologi terkandung materi sistem reproduksi manusia yang membahas penyakit menular seksual. Bagaimana penerapannya?

Misal, ketika menjelaskan penyakit menular seksual, guru biologi jangan hanya bilang AIDS, sifilis dan gonorhoe disebabkan oleh  virus dan bakteri. Tapi perlu ditegaskan bahwa penyakit-penyakit itu biasanya karena seks bebas, hubungan seks dengan tunasusila, hubungan seks di luar nikah, hubungan seks dengan gonta-ganti pasangan, (bahasa agamanya: berzina).

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Lalu dilanjutkan dengan mengutip Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 32, “Janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang paling buruk.”

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُم بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ

Dikasih tahu sanksinya; “Wanita dan laki-laki yang berzina maka deralah masing-masing mereka 100 kali. Dan janganlah belas kasihan kepada mereka mencegah kamu dari menjalankan agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang beriman” (QS: An-Nuur ayat 2).

Ditambah ini, “…. siapa saja yang berzina atau membunuh dengan alasan yang tidak dibenarkan syariat, maka akan mendapat adzab yang berat. Pada hari kiamat, ia mendapatkan adzab yang berlipat ganda di neraka dan terhina selama-lamanya” (Al-Furqan ayat 68-69)

Barang kali itu bisa membuat pelajar-pelajar takut memperkosa dan membunuh orang.

Dasar Nilai Keimanan

Sebagaimana dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Indonesia adalah negara yang didirikan atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, maka sudah sepatutnya nilai-nilai agama atau keimanan dijadikan dasar dalam seluruh bidang kehidupan rakyat Indonesia, termasuk di dalam pengajaran sistem reproduksi.

Sila pertama Pancasila yang bunyinya Ketuhanan Yang Mahaesa semakin menguatkan hal ini karena mencerminkan konsep manusia ideal menurut bangsa Indonesia yaitu manusia yang ber-Ketuhanan Yang Mahaesa atau dengan kata lain dapat disebut juga manusia yang beriman.

Peneliti: Pornografi dan Miras Penyebab Utama Kasus Yuyun

Kemudian salah satu tujuan pendidikan nasional dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa.

Di dalam kurikulum 2013 pun, kompetensi inti yang pertama kali disebut mengenai aspek spiritual.  Ini memberikan alasan yang lebih kuat perlunya pembelajaran sistem reproduksi berbasis nilai keimanan.

Dengan demikian, guru biologi tak perlu ragu mengajarkan materi sistem reproduksi berbasis nilai keimanan. Justru itu harus dan mendesak dilakukan di tengah maraknya kasus pemerkosaan.*

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Negeri Jakarta 2012/2013

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:moralpemerkosaanPendidikanremajaYuyun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wali Kota Malang Canangkan Gerakan Shalat Berjamaah Awal Waktu
Tulisan selanjutnya Begini Akrabnya Ulama dengan Al-Qur’an Saat Ramadhan, Lha Kita?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?