Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Fenomena LGBT adalah Masalah Bersama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Agustus 2016 14:53 2:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Agustus 2016 14:53
Bagikan
ilustrasi: Selamatkan keluarga, tolak LGBT
Bagikan

Oleh: Emma Lucya F

SAAT masalah Lesbian, homoseksual, biseksual, transgender (LGBT) menjadi fenomena sangat mencemaskan. Diam-diam penyakit ini telah masuk ke sekolah-sekolah.

Adalah Andini (21 tahun, bukan nama sebenarnya) sudah menjadi bagian dari komunitas LGBT di Kota Hujan, tepatnya di Cisarua. Menurut pengakuannya, cukup banyak pelajar di Kecamatan Cisarua masuk komunitas LGBT yaitu mencapai 35 siswa (Radar Bogor, 18/8/2016).
HAM Memperbanyak Pelaku LGBT

Di Cibubur lebih parah kondisinya. Joandyansah (26) yang merupakan anggota komunitas LGBT di Cibubur menyebut lebih dari 100 orang menjadi pengikutnya. Mereka berdalih atas nama HAM. Ngerinya negeri ini! AND (32) anggota komunitas LGBT yang lain mengaku beberapa homo ternyata sudah memiliki pasangan beda jenis, termasuk istri. Penyebabnya, pertama karena dipengaruhi lingkungan tempat bekerja. Kedua, faktor materi yaitu memiliki paras tampan di atas rata-rata mudah menjadi mangsa komunitas homo.

Komunitas LGBT sudah menyebar hingga ke pelosok-pelosok dan sudah berani terang-terangan menunjukkan identitas (dan kemesraan) mereka di depan khalayak umum. Dengan dalih HAM, mereka leluasa berbuat semaunya. Psikolog Tika Bisono menuturkan bahwa kaum LGBT ini datang secara berkoloni dan didominasi remaja beli berusia tak lebih dari 19 tahun.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Menurutnya, hal ini merupakan bukti lemahnya pengawasan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Ini harus mendapat penanganan tepat. Sebab, tidak sedikit keberadaan LGBT malah menjadi lahan prostitusi. Banyak WTS yang kemudian mempunyai pelanggan wanita lesbi atau gay (Radar Bogor, 18/8). Luar biasa ngeri!

Animo Masyarakat di Indonesia

Sinyo (2014) menyatakan bahwa komunitas LGBT juga mulai menggeliat dan berkembang cukup pesat di Indonesia.
Pergerakan komunitas LGBT di daratan Eropa semakin meluas hingga sampai ke kota-kota besar di Indonesia pada zaman Hindia Belanda.

Pro dan kontra terhadap keberadaan komunitas LGBT pun terjadi. Tidak hanya pada level internasional, dalam area lokal pun terjadi.

Psikolog Tika Bisono menyatakan bahwa homo adalah penyimpangan akal. Menurutnya, meskipun banyak yang mengatakan itu gen seperti layaknya hewan domba, tapi pembedanya adalah manusia diberi akal. Akal yang lurus akan berlandaskan agama (Radar Bogor, 22/8).

Menurut Sinyo (2014) dalam bukunya yang berjudul “Anakku Bertanya tentang LGBT” terdapat beberapa tip atau langkah-langkah untuk menangani fenomena LGBT.

Pertama, meluruskan niat. Seberapa kuat niat untuk berubah akan terlihat pada usaha yang dikerjakan. Niat yang kuat dari orang yang bersangkutan yang akan lebih membawa dampak nyata, bukan paksaan dari orang luar.

Kedua, tobat nasuha. Tobat semurni-murninya kepada Allah atas dosa yang telah diperbuat. Ini yang dapat menjadi pegangan kuat agar selalu ingat bahwa apa yang akan dilakukan harus dikembalikan ke niat semula.

Ketiga, menyalurkan atau menahan hasrat seksual. Penyaluran hasrat seksual dilakukan dengan cara islami yaitu menikah bagi yan sudah mampu. Kalau belum mampu ya berpuasa.

Keempat, mempertimbankan kehormatan diri, keluarga, saudara dan teman. Insyaallah semangat untuk berubah akan terus menyala dan tidak akan padam.

Kelima, sugesti untuk terus percaya diri. Yakin bahwa diri sendiri bisa mengatasi masalah tersebut.

Keenam, mencari lingkungan yang baik. Karena komunitas atau lingkungan akan membawa pengaruh pada pemikiran, gaya hidup termasuk ketertarikan seks.

Ketujuh, sabar dan sadar bahwa Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa melihat dan mengawasi apa yang kita perbuat.
Masalah Kita Bersama

Fenomena LGBT memang seperti gunung es. Apa yang terlihat bisa jadi hanya sebagian kecil dari yang sebenarnya terjadi di tengah masyarakat. Maka tentu hal ini tidak lagi menjadi permasalahan individu saja atau tugas Lembaga Swadaya Masyarakat saja, namun hal ini menjadi satu dari sekian banyak masalah kita bersama. Hendaknya semua elemen masyarakat bisa saling sinergi. Masyarakat pun harus melek info dan paham tentang semua hal yang berkaitan dengan LGBT, bagaimana pencegahan dan cara mengobatinya. Dan yang terpenting Negara lah yang harusnya berada di garda terdepan untuk menyelesaikan permasalahan ini sampai tuntas, sampai ke akarnya. Hal ini karena negaralah yang memegang power dengan kebijakan-kebijakan yang memiliki efek luas ke tengah masyarakat. Bukan malah membiarkan atau bahkan memfasilitasi penyebaran LGBT dengan Undang-undang yang berlaku. Na’udzubillahi mindzalika.*

Penulis buku

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:homoseksualKelainan penyakitkelainan seksuallgbt
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Bolehkan Polwan Gunakan Jilbab
Tulisan selanjutnya Air Terkontaminasi Norovirus 32.000 Orang di Turki Berbondong ke Rumah Sakit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?