Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Masjid Al Aqsha, Jangan Hilang Fokus

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Juli 2017 14:26 2:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Juli 2017 14:19
Bagikan
Masjid Al Aqsha
Bagikan

Oleh: Rofi Munawwar

 

SUATU teori terkenal, jadikan musuh bersama maka kalian akan bersatu dan kuat. Tapi fitnah akhir zaman teramat dahsyat. Jangankan kita menyatukan shaf-shaf ukhuwah, mengabaikan sekat-sekat khilafiyah, membangun persatuan demi hadirnya izzah.

Tentang Masjid Al-Aqsha saja, yang jelas musuhnya, yang jelas kezaliman atas mereka, hitamnya jelas benderang di atas putih, bahkan sudah jelaskan dikabarkan Allah dan Rasulnya, hari ini kita masih berdebat panas saling menyalahkan tentang mana sebenarnya Masjid Al-Aqsha.

Sudah lama energi umat Islam terbuang hanya dalam ranah ini. Kita kehilangan arah prioritas, energi habis kita tumpahkan disini. Ranah jagat media sosial ramai, berdebat tentang lokasi Masjid Al-Aqsha.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Padahal saudara kita di sana, dengan sekuat tenaga dan usaha. Bertahan di sekeliling tanah berkah ini, berteguh dihujam peluh dan darah, bertegap meneriakkan “Birruh, Biddam, Nafdika ya Aqsha” (dengan ruh, dengan darah, kami bela kau ya Aqsha).

Suara mereka merekah memecah setiap waktu walau datang gelapnya dinihari di pintu-pintu Masjid Al-Aqsha.

Baca: Imam Palestina Ingatkan Umat Islam: Wajib Bebaskan Masjidil Aqsha

Kadang, di sini, perdebatan berakhir kasar dan panas. Tuduhan terkena konspirasi Yahudi yang ingin menghancurkan Masjid Al-Aqsha pun terlontarkan. Padahal sudah seminggu ini Baitul Maqdis menegangkan. Masjid Al-Aqsha diambang 2 kemungkinan; Masjid Al-Aqsha kita 100% diambil alih oleh penjajah Zionis Israel sehingga umat tak dapat lagi menegakkan shalat di dalamnya, atau kita, umat Islam bangkit bersatu bersama-sama membebaskannya untuk menjadi pusat turunnya rahmat dan berkah Allah Subhanahu Wata’ala ke seluruh alam.

Cobalah berfikir, tentang perdebatan ini. Adakah manfaat untuk diri kita, atau apakah dapat membantu saudara-saudara kita di Palestina?

Cobalah memahami satu sama lainnya, cobalah memilah mana prioritas yang harus kita kerahkan energi kepadanya.

Bagi yang kokoh menganggap Masjid Al-Aqsha hanyalah Jami’ Al-Kabir (Masjid besar; berkubah hitam), cobalah dengar pendapat saudaramu, yaitu; Seperti Ka’bah, dialah lambang ikonik Masjid Al-Haram. Walaupun disana ada Multazam, Maqam Ibrahim, Hajar Aswad dan Hijr Ismail.

Baca: Al Jazeera: Inilah Para Pengawal Masjidil Aqsha

Begitupun Masjid Al-Aqsha, ada Qubah Ash-Shakra (Dome of the Rock; berkubah emas) sebagai lambang ikoniknya, walaupun ada banyak bangunan di dalam komplek seluas 14,4 Hektar, termasuk Jami’ Al-Kabir (Masjid Besar; berkubah hitam).

Semua areal ini masuk Masjidil Aqsha (Sahabat Al-Aqsha | PIC)

Cobalah berfikir, bagi yang menyatakan Masjid Al-Aqsha hanyalah Jami’ Al-Kabir (Kubah hitam), terimalah yang berpendapat Qubah Ash-Shakra sebagai lambang ikonik, bukankah masjid yang dimaksud tercakup di dalam komplek itu?

Bagi yang punya pendapat sebaliknya, tak perlu menghabiskan waktu memperpanjang debat, menghabiskan energi yang ada, cukup berikan argumen Anda, dan tanyakanlah perkara yang paling penting.

Tanyalah diri kita: “Apa yang sudah kulakukan untuk membebaskan Masjid Al-Aqsha?”

Permasalahan utama Masjidi Al-Aqsha itu tentang penjajahan, penjarahan dan penistaan. Peristiwa ini sudah berjalan selama 100 tahun, pertama oleh Inggris, dilanjutkan sejak 50 tahun oleh Zionis Israel.

Sudahkan doa-doa khuyu’ dan khusus kita tertuju ke tanah pusat berkah ini, sudahkah benar hati kita membenci kezaliman yang dilakukan atas mereka, sudahkah kita menyeberkan informasi ini, menginfakkan harta terbaik kita atau menyiapkan diri jika sewaktu-waktu Allah kondisikan kita untuk berjihad ke sana. Sungguh sekecil apapun, pembelaan adalah pertanggungjawaban kita.

Atau malah, kita aktif berdebat tentang mana Masjid Al-Aqsha sebenarnya. Tapi masih minum produk Nestle, makan di KFC atau McD, ngopi di Starbuck atau menikmati produk-produk penyokong zionis Israel lainya.

Sadarlah, detik-detik ini berjalan: Apakah Masjidil Alqsha akan ditutup dan diambil alih oleh penjajah selamanya, atau Allah izinkan kita ikut membebaskannya, selama-lamanya jadi berkah untuk seluruh dunia. Mari tulis sejarah kita dengan tinta emas, berikanlah yang terbaik: Doa, Lisan, Harta dan Jiwa. Amin.*  

Penulis tinggal di Jakarta

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akhir zamanBaitul MaqdisDome of the Rockfitnah zamanHaram al SyarifMasjid Al AqshaMasjidil AqshapalestinaQubah Ash-Shakra
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Turki Bantah Klaim Israel Al-Quds Ibu Kota Penganut Yahudi
Tulisan selanjutnya Soal Kemerdekaan Palestina, Syeikh Khalid: Umat Islam Harus Optimistis Raih Kemenangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?