Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Cukup Dihadapi Geisz Chalifah Seorang Tampaknya

Bambang S
Terakhir diupdate: 19 Februari 2021 08:39 8:39 am
Bambang S
Dipublikasikan 19 Februari 2021 07:46
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com | Siapa yang tidak kenal Geisz Chalifah, khususnya para pegiat media sosial. Pria kurus tinggi dengan kepala plontos, itu juga acap nyembul di televisi dalam acara debat politik.

Orang bilang Geisz itu loyalis Anies Baswedan. Memang tidak salah. Geisz membersamai Anies, setidaknya sejak awal Anies mengikuti Konvensi Partai Demokrat (2013). Bahkan sejak sebelum itu, persahabatan di antara keduanya terjalin erat.

Geisz selalu pasang badan jika menyangkut sahabatnya Anies Baswedan itu. Geisz boleh dibilang tahu persis “anatomi” sahabatnya itu. Karenanya, ia total membersamainya.

Jika lalu Geisz “diganjar” Anies sebagai komisaris di PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (BUMD milik Pemprov DKI Jakarta), itu sudah sepantasnya. Malah yang mengenal Geisz mengatakan, tidak pasti tahu apakah diposisi itu ia untung, atau justru buntung.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Baca: Anies Penghibur Jokowi yang Baik

Geisz itu punya kegiatan sosial seabrek, ia juga pebisnis, diantara bisnisnya itu pada bidang properti. Ia menggarap bidang pendidikan, diantaranya SDIT Insan Mandiri, yang cukup menonjol itu.

Geisz aktif pula sebagai relawan di Medical Emergency Rescue Comite (MER C), pembina di Radio Silaturahim (Rasil AM 720), dan aktivitas sosial lainnya yang cukup beragam.

Ada yang menyebut Geisz itu laki-laki penuh warna. Ia sepertinya hadir di mana saja, dan konsisten saat mengerjakan sesuatu. Itu bisa dilihat pada aktivitas lainnya, dimana ia memproduseri Jakarta Melayu Festival, tiap tahun. Dimulai sejak 2012-2019, absen tahun 2020 karena pandemi.

Geisz punya pergaulan luas, tapi tidak memanfaatkan pergaulannya itu semata berdasar kepentingan pribadi, apalagi kepentingan sesaat. Ia hanya sebatas menikmati tulus pergaulan itu. Ia bergaul dengan semua lapisan. Tidak pilah-pilih pergaulan.

Satu lagi, Geisz itu jika membela apa yang diyakininya, termasuk kawan, ia selalu memilih di posisi yang tepat. Karenanya, ia akan membela sepenuh hati, total.

Karenanya, tidak salah jika banyak kawannya mengatakan, jika lalu ia diganjar sebagai salah satu anggota Komisaris BUMD, itu memang selayaknya. Bahkan bisa jadi di sana ia justru yang banyak merugi waktu.

Perpaduan Si Pitung dan Mahbub Djunaidi

Geisz itu putra asli Betawi. Lahir dan dibesarkan di Jakarta. Sekolah dari SD sampai perguruan tingginya pun di Jakarta. Lahir dan dibesarkan di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Geisz terkadang tampak bagai si Pitung, legenda Betawi asal Rawabelong, yang hadir di zaman kompeni Belanda dulu. Kalau si Pitung bersilat dengan parang, sedang Geisz dengan mulutnya yang tajam.

Geisz berdebat dengan siapa saja, dan lebih-lebih dengan mereka yang biasa disebut dengan buzzerRp. Perdebatan panas tapi tetap disampaikannya dengan santai, bahkan terkadang dengan jenaka.

Perdebatan di jejaring sosial dengannya, khususnya di Twitter, sulit “lawan” bisa menekuknya. Geisz selalu berangkat dengan data, jika berbicara tentang pembangunan Jakarta dibawa Gubernur Anies Baswedan. Sedang para buzzer itu hanya nekat bicara ngasal saja, buat opini tanpa sedikitpun berpijak pada data.

Baca: Kembalinya Iwan Fals dan Dendang Parau Densi

Tidaklah aneh penyikapan para buzzer atas seabrek penghargaan yang diterima Anies, tapi mereka tetap menganggap nothing. Mereka tidak saja menutup indera matanya, tapi juga mata hatinya.

Buzzer macam begini, yang hampir setiap hari Geisz hadapi seorang. Sebut saja satu persatu nama mereka itu, pasti semua pernah berhadapan dan bahkan berkali berhadapan dengannya.

Geisz punya kekuatan nalar dengan narasi dan gaya penyampaian yang renyah. Sesuatu yang berat disampaikan dengan bahasa ringan, menohok, dan membuat pembaca twit-nya tersenyum bahkan ngakak.

Geisz saat menjawab atau mengomentari para buzzer itu dengan santai, dengan aksen khas Betawi yang ngocol. Mengingatkan pada Bung Mahbub Djunaidi, kolumnis asli Betawi, yang jika menulis kolom, meski materi berat, tapi disampaikan dengan ringan, bahkan menghibur.

Geisz mencipta banyak julukan untuk kaum buzzer itu. Satu yang menonjol saat ia mengistilahkan para buzzerRp itu dengan OD.  Inisial dari Otak Dikit. Lalu julukan kaum OD bagi para buzzer itu jadi kelaziman.

Kamis (18/2/2021) kemarin, Geisz berhadapan dengan fotografer senior Arbain Rambey, yang setelah pensiun dari media surat kabar ternama, lalu banting profesi menjadi buzzer.

Baca: Akhir Hidup Para Buzzer, dan Dunia Baru

Arbain Rambey berkomentar atas hasil karya Ari Wibisono, yang menampilkan pemandangan Gunung Gede Pangrango, yang terlihat dari Kemayoran, Jakarta Pusat. Menurut Rambey, itu karya “tempelan”, artinya itu cuma editan. Bukan karya sebenarnya. Ia menolak bila gunung itu bisa dilihat dari Jakarta.

Melalui akun Twitter miliknya, Geisz Chalifah membagikan sebuah cuplikan Insta Story Ari Wibisono berisi klarifikasi foto gunung Gede Pangrango.

Komen Geisz, “Minta maaf  bagi sebagian orang memang hal yang sulit terutama bagi para buzzer yang rajin bikin Hoax. Tentang pasien rumah sakit di Pulomas satu diantaranya belum lagi yang lain. Kini dia ikut2an mengomentari foto gunung dari Kemayoran. Ternyata foto itu asli. Dan dia tetap saja berlaku Pecundang.”

Minta maaf bagi sebagian orang mmg hal yg sulit terutama bagi buzzer yg rajin bikin Hoax.
Ttg pasien rumah sakit di Pulomas satu diantaranya blm lagi yg lain. Kini dia ikut2an mengomentari foto gunung dr Kemayoran. Ternyata foto itu asli.
Dan dia ttp saja berlaku Pecundang. pic.twitter.com/8ihv7rVXMC

— Geisz Chalifah (@GeiszChalifah) February 18, 2021

Lanjutnya, “Lha gunungnya kelihatan lagi… Jakarta itu buat kaum buzzerRp Otak Dikit, ga boleh ada yang keliatan bagus, bahkan berkah dari Tuhan pun (udara bersih) mereka protes.”

Gunung Gede Pangrango bisa tampak dari Jakarta, kawasan Kemayoran, itu lantaran udara Jakarta yang mulai bersih dari polusi. Hal kasat mata itu yang mereka sanggah. Sulit juga ya ngadepi mereka itu. Bersyukur para buzzer yang bejibun itu, mampu dihadapi Geisz “si Pitung” Chalifah seorang diri. (*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Baca Opini Ady Amar lainnya

 

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anies Baswedanbuzzerfoto Gunung Gede PangrangoGeisz Chalifah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya meningkatnya islamofobia di eropa Turki Siapkan Komite Guna Selidiki Maraknya Islamofobia di Eropa
Tulisan selanjutnya universitas prancis Menteri Prancis Mengklaim Adanya Bahaya ‘Islam-Kiri’ di Universitas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?