Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Jargon Keadilan, dan Terawangan Fiksional Seorang Kawan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Maret 2021 08:16 8:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Maret 2021 07:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com| Jagad negeri ini senantiasa dirundung persoalan demi persoalan. Susul menyusul persoalan hadir dengan sendirinya, atau memang sengaja dihadirkan. Sungguh fenomena yang menyesakkan dada.

Penangkapan terhadap Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, Anton Permana, dan lainnya, yang terkena sasaran UU ITE. Tapi keadilan tidak dikenakan yang sama pada kasus Permadi Arya dan mereka yang dikenal dekat dengan rezim.

Permadi Arya, dikenal juga dengan nama Abu Janda, jelas-jelas lewat Twitternya berujar rasisme dan penodaan agama, tapi aman-aman saja. Sampai sekarang kasusnya diambangkan tidak jelas.

Lalu menyusul peristiwa Tol Km 50 Jakarta-Cikampek. Itu peristiwa 6 nyawa anak manusia eks Laskar FPI, terbunuh oleh peluru yang dilesakkan polisi. Mereka adalah para pengawal Habib Rizieq Shihab (HRS). Kasusnya masih bergulir, tapi entah bergulir ke mana.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Perlakuan beda jika yang disasar anggota TNI, seperti kasus di sebuah cafe di daerah Cengkareng, Jakarta Barat, dimana seorang polisi membabi buta menembak hingga mati dua orang warga sipil dan satu TNI. Pada kasus ini langsung diproses.

Lalu penangkapan HRS, yang dianggap punya kesalahan melanggar protokol kesehatan, saat menikahkan puterinya, dan saat perayaan Maulud Nabi SAW di Megamendung, Bogor, terjadi kerumunan massa.

Bandingkan dengan apa yang dilakukan Presiden Jokowi di Maumere, NTT, (23/2), yang itu juga pelanggaran protokol kesehatan. Makna kerumunan antara HRS dan Presiden Jokowi, lalu dibuatkan tafsir seolah punya perbedaan.

Setelah itu mulailah kasus demi kasus terhadap diri HRS dimunculkan. Entah sudah berapa kasus untuknya dimunculkan. Seolah tidak puas-puas menzalimi ulama satu ini.

Peristiwa selanjutnya sungguh peristiwa menyayat hati, kematian Ustad Maher ath-Thuwailibi, di tahanan Bareskrim Polri. Kesalahan yang dituduhkan adalah penghinaan, dan dilaporkan dengan UU ITE.

Sakit di penjara mestinya dibantarkan di RS sampai ia sehat kembali. Tapi haknya untuk itu tidak diberikan. Bahkan terungkap belakangan, bahwa saat sakit keras, ia ditempatkan pada sel tahanan yang terletak di bassement gedung Bareskrim. Sungguh mengenaskan.

Sang istri menceritakan, saat menjenguk di tahanan, pernah suatu saat si suami dalam kondisi pingsan, tapi tetap tidak diindahkan bisa di rawat selayaknya di rumah sakit. Sampai ajal itu pun tiba.

Ajal 6 laskar eks FPI dan Ustad Maher, memang di tangan Tuhan. Tapi lewat peristiwa apa ajal itu dicabut, itu persoalan tersendiri. Tanggung jawab para pihak akan dipertanggung jawabkan, itu pada saatnya. Tidak ada yang bisa lepas dari keadilan Tuhan.

Lalu Zaim Saidi pun ditahan, itu karena membuka pasar muamalah, bertransaksi dengan Dinar dan Dirham, mengenalkan cara yang dipakai Rasulullah ﷺ

Bukannya apresiasi yang didapat Zaim, tapi justru ia harus meringkuk dalam tahanan kepolisian. Tidak lagi dibuka ruang mendiskusikan, kenapa digunakan alternatif transaksi itu dimunculkan.

Terawangan Seorang Kawan

Melihat peristiwa beragam di atas hati rasa terenyuh, ada apa sebenarnya dengan negeri ini, yang semakin tampak buas. Kemanusiaan adil dan beradab bagai jargon usang yang tidak lagi disakralkan, meski BPIP dihadirkan, tapi tanpa ruh.

Negeri yang tadinya bertabur kelembutan, senyum mengembang, penuh keramahan, tiba-tiba menjadi keras. Serasa ada pembelahan dalam masyarakat, memang itu sulit bisa dijelaskan.

Suasana menjadi tampak tidak menentu, saling serang seakan menghadapi musuh sejati. Satu peristiwa muncul, bisa jadi dimunculkan, dan lalu disusul peristiwa lainnya tanpa henti.

Belum selesai satu kasus diselesaikan, muncul kasus lain lagi seolah menutup kasus sebelumnya, begitu seterusnya. Sehingga ingatan publik pada satu peristiwa seolah ingin disumpal.

Pagi itu, seorang kawan jurnalis senior kirim pesan lewat WhatsApp, menanyakan bagaimana kabar Habib Rizieq, ia heran dengan sikapnya yang tiba-tiba lembut.

Sikap yang biasanya garang dengan pekikan takbir, itu tanyanya penuh heran, kok bisa demikian lembut dengan tidak meminta umat untuk jihad membebaskannya, atau setidaknya bersikap atas penahanannya. Saya heran, tambahnya.

Lalu, sarannya, jika punya akses pada para pimpinan eks FPI, sebaiknya agar tetap tenang, cukup angkat tangan saja di masjid, minta pada Tuhan. Pasti akan di dengar pada saatnya, tutupnya.

Kawan satu ini, memang perangainya makin alim. Acap menerawang kejadian satu dengan lainnya, dan menurutnya setiap kejadian saling berkelindan.

Kawan satu ini tetap aktif menulis, meski tidak terlampau produktif. Tapi tulisannya sungguh bernas, kuat pada ide, dan berwarna. Lebih menulis hal-hal ukhrawi fiksional yang tidak biasa. (*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Baca Opini Ady Amar lainnya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hukumkeadilanUU ITE
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Talak WhatsApp Ulama Saudi Talak Melalui WhatsApp Sah, kata Ulama Senior Saudi
Tulisan selanjutnya WHO: 200 Juta Vaksin AstraZeneca akan Dikirim ke 142 Negara Sebelum Akhir Mei 2021

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?