Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Anies Lagi-lagi Menyambar Lagi, Apa-apaan Ini

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Maret 2021 16:49 4:49 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Maret 2021 16:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com | Sejak tangga 3 dan 4 Maret kemarin, Anies bisa kita lihat dalam berita berbeda. Tentu dalam pemberitaan media sosial. Pertama, berita “menggoreng” Anies, Gubernur DKI Jakarta, dalam kasus pelepasan saham di perusahaan bir, PT Delta Djakarta Tbk. Bisa diredam dengan bukti-bukti yang ada (lihat Opini, “Anies Lepas Saham Perusahaan Bir, Itu Bukan Kaleng-kaleng“, Rabu, 4 Maret).

Segala cara membalik opini akan terus diikhtiarkan, itu sudah jadi bagian dari mata pencaharian para buzzerRp. Mau tidak mau itu harus dilakukan, meski tahu efektifitasnya sudah tidak sekuat dulu lagi. Segala kreativitas coba dimunculkan, tapi berantakan saat bukti-bukti sebaliknya dihadirkan.

https://www.instagram.com/p/CL-83CvnMAL/?igshid=ee6etht1brwb

 

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Dan kemarin, Kamis (4 Maret), dan ini berita kedua, yang juga menyambar perhatian publik, itu tentang Anies Baswedan, lebih tepat tentang ibu kota Jakarta, yang masuk pada urutan ke-17 sebagai “Kota Tersehat di Dunia”. Sungguh pencapaian mencengangkan, sekaligus menggembirakan.

Pada kelompok tertentu, kabar pencapaian itu bukannya disambut riang melihat Jakarta terpilih sebagai salah satu dari 44 kota yang tersehat di dunia. Jakarta ada di urutan 17. Urutan Jakarta sebagai kota tersehat, itu ada di atas kota London, Paris, Seoul dan Jenewa. Adalah hal wajar jika lalu muncul dengungan, Anies lagi… Anies lagi…

Dan lalu semburan komentar negatif dengan kreativitas macam-macam dimunculkan. Biasanya yang muncul adalah komentar tentang lembaga yang mengganjar Jakarta sebagai kota tersehat di dunia. Celotehnya, apakah benar lembaga itu ada, dan bukan lembaga abal-abal yang cuma kerjanya memberi penghargaan dengan upeti tertentu. Dan, tentu celotehan-celotehan lainnya.

Padahal ini era bukan seperti dulu lagi. Untuk bisa mendapatkan informasi keotentikan sebuah lembaga itu eksis atau tidak, itu bukan hal sulit. Mudah sekali melihatnya, asal sikap malas dan dengki tidak menutup pikiran.

Lembaga Riset dari Inggris

Kerja Anies dan team Pemprov DKI Jakarta, adalah kerja terukur dan dengan target pencapaian tertentu. Maka pencapaian taget dalam semua aspek, tentu tanpa dimaksudkan berharap pada penghargaan, apalagi sekadar pencitraan. Dengan sendirinya penghargaan demi penghargaan akan didapat, serasa tanpa diburu.

Penghargaan demi penghargaan, itu secara otomatis hadir mengikuti pencapaian. Maka tidaklah aneh jika tiada pekan tanpa Anies atau Pemprov DKI diberitakan memperoleh penghargaan. Dan itu penghargaan beragam, tingkat nasional, atau bahkan internasional.

Penghargaan yang diterima Jakarta kemarin itu, dari YouGov, sebuah lembaga riset yang berbasis di Inggris. YouGov adalah salah satu perusahaan riset online terdepan dunia.

Berdasarkan studi yang dilakukan YouGov, dan itu berkenaan dengan pandemi Covid-19 yang telah merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk mengubah gaya hidup masyarakat perkotaan yang lalu menjadi lebih sehat.

Hasil survei ini tentu bentuk pengakuan dari lembaga internasional bergengsi itu tentang kinerja Pemprov DKI Jakarta, dan itu dalam meningkatkan kesehatan warga.

Maka saat YouGov memasukkan Jakarta dalam urutan ke-17 dari 44 kota di dunia, itu tentu beralasan. Pengukuran dalam risetnya bukan main-main, itu melibatkan 10 matrik akan kehidupan sehat, termasuk sampai pada obesitas dan tingkat polusi.

Masing-masing matrik mendapat skor, lalu digabungkan untuk mendapatkan skor total 100. Skor ini digunakan untuk menentukan peringkat 44 kota di dunia, mana yang terbaik untuk hidup sehat. Muncul Amsterdam di posisi pertama.

Mengganjar penghargaan pada Gubernur Anies Baswedan dan Pemprov DKI Jakarta dari dunia internasional, menunjukkan pandangan masyarakat dunia terhadap Jakarta mulai berubah.

Itu ditandai sebelumnya Jakarta mendapat penghargaan internasional, Sustainability Transportation Awards (STA), di mana Jakarta adalah satu-satunya kota di Asia Tenggara pertama yang mendapatkan penghargaan dalam penataan transportasi.

Entah sudah berapa puluh penghargaan dari instansi resmi negara dan swasta dalam negeri, juga dari lembaga-lembaga internasional yang Pak Anies Baswedan dan Pemprov DKI Jakarta terima.

Penghargaan itu bukti karya yang dikerjakan, yang meski dikecil-kecilkan pihak-pihak tertentu dengan memakai jasa para buzzerRp dan lembaga survei abal-abal, tetaplah sulit bisa dibendung untuk tidak dibicarakan positif.

“Anies Lagi-lagi Menyambar Lagi, Apa-apaan Ini”, adalah judul tidak biasa. Itu perasaan bercampur antara kaget-takjub melihat penghargaan demi penghargaan yang diterima. Tidak berpikir yang lain, apalagi niat mengolok, gak lah. (*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Baca Opini Ady Amar lainnya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anies BaswedanAnies lepas saham miras
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya kronologi Polisi Abdullah Hehamahua, Ketua TP3 Laskar FPI, Ini Profilnya
Tulisan selanjutnya komisi nasional penyandang disabilitas MPR Dukung Penuh Pembentukan Komisi Nasional Disabilitas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?