Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Covid-19, dan Aroma Berebut Presiden Itu Tercium Sempurna

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Juli 2021 13:55 1:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juli 2021 13:55
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com | Gubernur Indonesia, itu julukan yang disematkan pada Anies Baswedan. Berawal dari entah itu disengaja, atau karena keseleo lidah, yang diucapkan Tjahjo Kumolo, saat itu Menteri Dalam Negeri. Tampaknya yang berbicara itu alam bawah sadarnya, hati yang berbicara. Karenanya, ia mengucapkan itu dengan jujur.

Dan dalam perjalanannya, julukan itu memang pas diberikan pada Pak Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta. Gubernur Indonesia, itu identik dengan Presiden. Dan itu bukan cuma potongan diri yang serasa Presiden, tapi langkah-langkah kerjanya bak Presiden.

Terakhir pada saat DKI Jakarta disebut zona merah, disamping daerah-daerah lain pun hampir sama. Anies tampak berbagi tugas dengan Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur dengan baik. Anies tidak butuh tampil  terus-menerus wawancara di televisi, dan itu diberikan pada wakilnya. Ia lebih bekerja kedalam, memastikan langkah-langkah yang akan diambil itu tepat. Maka kita jarang lagi melihat Anies muncul wawancara di televisi pada akhir-akhir ini.

Anies berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dan dengan jajaran di tingkat Provinsi, bersama Pangdam, Kapolda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) dengan baik. Saat berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Anies ajukan 4 (empat) permintaan, dan salah satunya ia meminta agar komunikasi publik pemerintah lebih intensif terkait pada keamanan, efektivitas dan kehalalan vaksin. Jelas Anies ingin memastikan bahwa vaksin yang diberikan pada warga DKI Jakarta adalah vaksin yang sudah dapat dipastikan kehalalannya.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Kami yang berada jauh dari Provinsi DKI Jakarta, terkagum pada pimpinan daerah yang memikirkan hak-hak warganya sampai segitunya. Memastikan bahwa hanya yang halal saja yang diberikan pada warganya. Anies berbicara pada hak mayoritas yang mesti dilindungi, dan itu pastinya tidak akan merugikan hak minoritas.

Memikirkan sampai segitunya, itu juga yang pastinya dirasakan warga di luar Jakarta lainnya. Tampaknya itu sederhana, tapi justru disitulah seorang pemimpin bisa dilihat. Dan Anies tidak segan bicara soal itu, yang lalu bisa digoreng mereka yang melihatnya sebagai kadrun. Dan benar saja, Ferdinand Hutahaean, langganan pengkritiknya, bisa punya kesempatan mengomentari, “Zaman begini kok masih bicara halal-haram”.

Itulah Anies Baswedan, yang ingin memastikan apa yang diberikan pada warganya hal yang baik. Jika ada yang halal, maka yang haram tetaplah haram, dan itu tidak dapat ditawar-tawar. Itulah bentuk pertanggungjawaban yang diberikan pada warganya, yang itu juga dipertanggungjawabkan pada Tuhannya. Hal sederhana, yang itu tidak sederhana dipandangan Anies.

Pansos Menyebalkan

Dalam kondisi demikian menjadi menyebalkan jika melihat pemimpin daerah yang kerjanya tidak jelas, kecuali tampil melayani wawancara dari satu televisi ke televisi nasional lainnya. Seperti pekerjaannya sebagai humas saja, yang ingin menyampaikan pada seisi negeri, bahwa ia bekerja. Tidak tampak Wakil Gubernur difungsikan selayaknya, sehingga nama sang Wakil itu jauh dari pemberitaan.

Menjadi aneh jika pada suasana Covid-19 yang amat mencekam, masih ada pimpinan daerah yang pansos muncul di televisi saban hari berkisah seolah ia bekerja dengan baik. Ia cuma berpikir bagaimana namanya tetap bisa bertengger di posisi atas dalam poling lembaga survei politik. Itu saja yang dipikirkan.

Anies Baswedan, sama sekali tidak bermaksud membesar-besarkannya, jauh dari kerja pansos. Ia bekerja secara padu dengan pelibatan unsur-unsur yang seharusnya. Ia mampu mengkoordinir semua unsur bekerja sepenuh hati.

Anies mampu memberi ketenangan pada warganya, setidaknya memberi harapan dengan kerja-kerja terukurnya. Tampak saat ia mesti berbicara yang disertai Pangdam, Kapolda, Kejati, ia menyampaikan hal yang sebenarnya, bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Meminta warganya diantaranya mematuhi untuk tidak keluar rumah jika tidak benar-benar penting. Anies menyampaikan dengan lugas, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan warganya menghadapi PPKM Darurat.

Cara bertuturnya dan sikapnya seolah mewakili tidak saja sebagai pimpinan daerah, Anies tampak tampil layaknya pemimpin nasional yang mewakili kita semua. Ia tidak butuh lagi tampil terus-menerus menghiasi televisi nasional, tapi ia libatkan seluruh unsur bekerja secara kolektif. Itu yang tampak, meski kita ada di kejauhan Jakarta.

Menuju Pillpres 2024, mestinya tidak dijadikan ajang pansos dari pemimpin yang digadang-gadang lembaga survei politik punya kans besar untuk memimpin negeri ini. Memakai bencana Covid-19 jadi alat pencitraan atau pansos, itu sikap rendah dihadapan akal sehat. Yang tampak dilakukan cuma sibuk tampilkan diri di media sosial dan televisi. Masyarakat sudah lebih pandai melihat itu semua, setidaknya tidak ingin lebih rendah dihadapan keledai, yang tidak ingin masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. (*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Baca: artikel lain Ady Amar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anies BaswedanPPKM Darurat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Embargo Vaksin India Puluhan Ribu Vaksin AstraZeneca Kadaluarsa Disuntikkan di Brazil
Tulisan selanjutnya Antara Latuharhary, H Agus Salim dan KH Wahid Hasyim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang

Berita
13 Oktober 2026 17:01
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?