Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Semoga Taliban Tidak Lepas dari Mulut Harimau Masuk Mulut Buaya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Agustus 2021 08:54 8:54 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Agustus 2021 09:00
Bagikan
Ilustrasi: TRTWorld
Bagikan

Oleh: Dr Anwar Abbas

Hidayatullah.com | AKHIRNYA berhasil merebut kekuasannya kembali setelah diambil alih oleh Amerika Serikat (AS) yang semula adalah sekutunya dalam mengusir penjajah Uni Soviyet. Tapi begitu Uni Soviet (sekarang bernama Russia) angkat kaki dari bumi Afghanistan, Amerika mulai menggerogoti kekuasan Taliban dan membentuk citra buruk tentang rezim tersebut dengan menuduh mereka tidak mengindahkan HAM dan sarang  teroris.

Stigma ini yang sangat-sangat merugikan nama baik Taliban, apalagi dengan peristiwa 11 September 2001 yang mengerikan itu , dimana  sebuah pesawat ditabrakkan ke sebuah gedung pencakar langit di New York,  mengakibatkan gedung itu hancur berkeping-keping,  dengan menuduh Osama bin Laden dan Taliban sebagai otak dan dalangnya. Padahal Osama bin Laden adalah seorang pengusaha kaya  yang telah diajak oleh Amerika Serikat untuk membiayai pengusiran Uni Soviet.

Tetapi begitu tujuan Amerika tercapai dan Uni Soviet hengkang dari Afghanistan, Osama bin Laden juga dimusuhi dan dikejar-kejar oleh Amerika sehingga praktis dengan demikian rezim yang berkuasa di Kabul yang dipegang Hamid Karzai, rezim boneka dari Amerika. Meski demikian,  Taliban tidak menyerah dan terus melakukan perang gerilya yang sangat merepotkan tentara Amerika, bahkan tidak hanya secara militer, tapi juga secara finansial dimana selama dua dekade tersebut Negara Paman Sam telah menghabiskan anggarannya lebih dari 2,2 Triliun USD ($ 2.200.000.000.000),  Jumlah ini setara sekitar 18 kali pendapatan RI pada APBN 2021 sebesar Rp 1.743,6 triliun/124,5 miliar dolar AS (kurs Rp 14 ribu/dolar AS).

Akhirnya setelah 20 tahun berlalu, Presiden AS Donald Trump kemudian dilanjutkan Joe Biden. Di bawah Joe Biden, ia bernegosiasi dengan Taliban dan memutuskan untuk menarik pasukannya secara total dari negeri itu selambat-lambatnya tanggal 31 agustus 2021.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Tapi sekitar dua minggu sebelum tenggat waktu tersebut, Taliban sudah bisa merebut ibu kota Kabul dan merebut kekuasan,  hingga presidennya terpaksa melarikan diri ke luar negeri.

Satu hal yang sangat penting untuk kita kemukakan di sini adalah begitu mereka berhasil menumbangkan rezim boneka tersebut, penguasa Taliban dengan cerdik memberikan penjelasan kepada dunia bahwa mereka akan menghormati HAM dan  memberikan kebebasan kepada perempuan untuk bergerak dan beraktifitas asal mereka memakai hijab.

Hal ini tentu saja telah berhasil membuat simpati dunia sehingga kesan buruk tentang Taliban selama ini mulai terkikis secara signifikan dan China sebagai negara yang bertetangga dengannya, dengan cerdik sekali memanfaatkan situasi yang ada, dimana pemerintah China, lawan utama Amerika, langsung menyatakan dirinya siap untuk bekerjasama dengan rezim Taliban.

Hal ini tentu saja akan di sambut baik oleh pemerintah Taliban karena mereka yakin memang tidak akan ada negara-negara maju di dunia sekarang ini yang akan bisa membantu mereka bagi memulihkan ekonomi negara mereka yang sudah hancur lebur tersebut, kecuali hanya China yang memang memiliki kekuatan ekonomi besar di dunia saat ini.

Tetapi kalau Taliban tidak berhati-hati dalam menjalin kerjasama, maka lewat kekuatan kapitalnya pemerintah, China tentu akan bisa menjepit rezim Taliban lewat jebakan hutangnya (debt trap).  Sehinggal hal ini tidak mustahil nasib buruk akan terulang kembali sehingga ada peribahasa, “Lepas Dari Mulut Harimau, Masuk ke Dalam Mulut Buaya,” tidak mustahil akan bisa menimpa mereka.

Dan itu tentu saja tidak kita inginkan karena kita berharap Afghanistan akan bisa menjadi sebuah negara  maju dan dihormati  serta benar-benar berdaulat. Baik berdaulat secara ekonomi maupun politik.*

Ketua PP Muhammadiyah, pengamat sosial ekonomi dan keagamaan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatchinaTalibanUni Soviet
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Taliban Temui Komunitas Sikh dan Hindu Afghanistan, Jamin Keamaan Mereka
Tulisan selanjutnya ekonomi pemerintah hilangnya agama pendidikan Peringati HUT RI Ke-76, Waketum MUI Pesan ke Pemerintah Perhatikan Keseimbangan Ekonomi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
MUI Soroti Pemblokiran Rekening Aktivis, Ingatkan Ancaman Penarikan Dana Massal
Operasi Penikaman Berhasil Lukai Warga ‘Israel’, Hamas: Itu Respon atas Kejahatan Zionis
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Terbaru

  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
  • 10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
  • Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
  • Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
  • ‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
  • Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?