Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Menag dan Kegaduhan yang Tidak Perlu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Oktober 2021 10:57 10:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Oktober 2021 12:30
Bagikan
Yaqut Cholil Qoumas sebelum jadi Menag mutasi kemenag
Bagikan

Oleh: KH. Athian Ali M. Da’i, Lc.,M.A.

Daftar isi
  • Buya Anwar Sayangkan Pernyataan Menag Yaqut Sebut Kemenag Hadiah Negara Khusus NU
  • Kementerian Agama, Benarkah Hadiah Khusus untuk NU?
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com | ENTAH apa yang menjadi dasar pertimbangan presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) menjadi Menteri Agama, figur yang sebelum menjadi Menag tidak jarang  membuat pernyataan kontroversial yang cukup menyesakkan dada khususnya ummat Islam di luar NU.

Sebelum kasus ini,  YCQ pun langsung membuat statemen yang mengejutkan dengan di antaranya menyatakan, jika dirinya sebagai Menag akan mengafirmasi Ahmadiyah dan syiah. Pernyataan yang tentu saja sangat  bertolak-belakang dari pernyataan sebelumnya:  “Saya menteri semua agama”, di mana dengan pernyataan tersebut  seharusnya yang bersangkutan sebagai Menteri Agama berkewajiban untuk mengayomi enam  agama resmi yang diakui negara: Islam, Protestan, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu, serta berupaya untuk melindungi kesakralan keenam agama tersebut dari upaya penodaan dan penistaan.  Termasuk melindungi kesucian agama Islam dari penodaan oleh aliran-aliran sesat berbaju Islam yang sangat banyak jumlahnya di negeri ini termasuk Ahmadiyah dan syiah.

Belum lagi pulih dan terobati perasaan ummat Islam yang  ingin menjaga dan melindungi kesucian dan kemurniaan agama Islam, serta menjaga persatuan dan kesatuan, kini malah muncul lagi pernyataan Menag YCQ yang dengan lantangnya menyatakan jika “Kemenag itu hadiah untuk NU, bukan umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU. Saya rasa wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag karena hadiahnya untuk NU.”  (Kanal YouTube TVNU, Rabu, 20-10-2021).

Pernyataan Menag YCQ  yang beraroma ananiyyah ‘asobiyyah firqah (egosentrisme kelompok) itu sontak mengundang reaksi dan sangat berpotensi untuk  semakin membuat jarak antara ummat Islam di luar NU dengan NU.  Kecaman demi kecaman pun bermunculan, di antaranya dari Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

“Cara berfikir dan cara pandang seperti ini kalau dikaitkan dengan masalah kebangsaan dan pengelolaan negara, tentu jelas sangat naif dan tidak mencerminkan akal sehat,” kata Buya Anwar Abbas.

Saking geramnya  sosok pengurus MUI  yang dikenal istiqamah ini menyatakan, jika seperti ini, “Saya minta Kementerian Agama lebih baik dibubarkan saja karena membuat gaduh dan mudharatnya pasti akan jauh lebih besar dari manfaatnya,” tegas dia, dikutip dari JPNN.

Buya Anwar Sayangkan Pernyataan Menag Yaqut Sebut Kemenag Hadiah Negara Khusus NU

Tidak kurang kerasnya pernyataan dari  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Barat , di mana Buya Gusrizal Gazahar melalui tulisannya yang berjudul:  “Kalau Hanya untuk NU, Jadikan Saja Kemenag NU, Kami di Luar!”  yang diunggah lewat akun Facebook- miliknya  Ahad, 24 Oktober 2021.

Setelah membaca situasi  yang tidak nyaman akibat dari pernyataan Menag YCQ , pihak PBNU segera bersikap melalui Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini yang kemudian mengeluarkan pernyataan yang menegaskan jika Kemenag bukan hanya milik NU. “Kemenag hadiah negara untuk semua agama, bukan hanya untuk NU atau hanya untuk umat Islam,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Ahad 24 oktober 2021.

Rakyat sebenarnya sudah cukup menderita dengan kondisi perekonomian yang semakin mencekik leher banyak penduduk negeri ini. Belum lagi pandemi covid-19 yang telah banyak memakan korban dan belum sepenuhnya berhasil diatasi,  di mana rakyat seharusnya membutuhkan ketenangan jiwa untuk meningkatkan imunitas tubuh mereka. Pemerintah seharusnya menciptakan ketenangan bukan malah membuat  kegaduhan sebagaimana yang dilakukan Menag YCQ .

Presiden Jokowi selayaknya mempertimbangkan kembali keberadaan menterinya yang satu ini.*

Ketum Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI)/ Ketum ANNAS Pusat

Kementerian Agama, Benarkah Hadiah Khusus untuk NU?

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berita islamHidayatullahKemenag Hadiah NUMedia IslamMenag Yaqut Cholil QoumasNahdlatul UlamaPortal Berita IslamPortal Berita IslamiPresiden Jokowi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Bongkar Situs Judi Online Berkedok Pornografi
Tulisan selanjutnya Anak Menteri Inggris Masuk Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?