Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

‘Pemurtadan Terselubung’ di Balik Terompet Tahun Baru?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Desember 2015 10:13 10:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Desember 2015 10:30
Bagikan
Penganut Yahudi membunyikan terompet dalam perayaan Rosh Hashana
Bagikan

Oleh: Bayu Fernando

 

MOMEN perayaan tahun baru merupakan waktu yang sangat ditunggu-tunggu sekali oleh kebanyakan orang terutama pada kalangan remaja.

Kebanyakan mereka mereka merayakan tahun baru dengan melakukan berbagai macam kegiatan hura-hura, diantaranya ada yang melakukan kemubadziran dengan konvoi keliling kota tanpa tujuan yang jelas bersama teman-temannya, ada yang  membakar uang dengan melakukan pesta kembang api dan petasan, ada yang berdua-duaan dengan pacarnya untuk melakukan perbuatan kemaksiatan, dan  ada pula yang menggunakan topi kerucut dan meniup-niup terompet kesana kemari sembari menunggu detik-detik pertukaran tahun baru masehi.

Pada momen pergantian tahun baru, banyak Muslim yang ikut-ikutan melakukan hal-hal yang jauh dari syari’at Islam. Bahkan, yang mereka lakukan adalah suatu perbuatan sia-sia yang bisa merusak aqidah mereka baik mereka sadari maupun tidak mereka sadari dengan mengikuti perayaan kaum kafir. Padahal Rasulullah telah dari 1400 tahun yang lalu mewanti-wanti kita agar tidak terjerumus ke dalam hal tersebut. Sebagaimana Rasulullah bersabda dalam haditsnya yang artinya:

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

“Sungguh kalian akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai-sampai jika mereka masuk ke dalam lobang biawak gurun tentu kalian akan mengikutinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Salah satu perbuatan yang disadari atau tidak disadari dapat merusak akidah kita bahkan bisa mengarahkan kita kearah kemurtadan tersebut adalah  meniup terompet dan memakai topi kerucut pada saat perayaan tahun baru. Mungkin banyak  komentar yang muncul, salah satunya: “Lho, kan cuma meniup terompet dan memakai topi kerucut saja, mana mungkin hal tersebut bisa merusak akidah saya.”

Sebelum pernyataan tersebut keluar dari lisan kita, mari kita telisik dulu asal muasal dari acara meniup terompet dan memakai topi kerucut ini.

Tahukah kita apa makna topi kerucut yang sering digunakan pada tahun baru tersebut? Sanbenito merupakan sebutan bagi topi tersebut. Pada masa Raja Ferdinand dan Ratu Isabela berkuasa di Andalusia. Ketika kaum Muslimin dibantai, keduanya memberi jaminan hidup kepada orang Islam dengan satu syarat, yakni keluar dari Islam. Maka untuk membedakan mana orang yang sudah murtad (converso) dan mana yang belum adalah dengan cara melihat seorang Muslim menggunakan baju seragam dan topi berbentuk kerucut dengan nama sanbenito.

Topi itu digunakan saat keluar rumah, termasuk ketika akan berpergian kemanapun.  Dengan menggunakan sanbenito, mereka akan aman dan tidak dibunuh. Kini, enam abad setelah peristiwa yang sangat sadis itu berlalu, para remaja dan anak-anak Muslim justru memakai  sanbenito untuk merayakan tahun baru masehi dan merayakan ulang tahun.

Meniup terompet dan memakai topi kerucut sanbenito sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah. Sebaliknya justru berasal dari kaum kafir, kaum yang sudah merampas kejayaan  Muslim Andalusia, dan  menghancurkan sebuah peradaban maju Islam di Andalusia ketika itu.

Sementara itu, budaya meniup terompet juga bukanlah datang dari Islam, melainkan budaya masyarakat Yahudi saat menyambut tahun baru bangsa mereka yang jatuh pada bulan ke tujuh pada sistem penanggalan mereka (bulan Tisyri). Walaupun setelah itu mereka merayakannya di bulan Januari sejak berkuasanya bangsa Romawi kuno atas mereka pada tahun 63 SM. Sejak itulah mereka mengikuti kalender Julian yang kemudian hari berubah menjadi kalender Masehi alias kalender Gregorian.

Rasulullah juga menolak ketika dahulu ada sahabat yang mengusulkan  menggunakan terompet ketika hendak memanggil kaum Muslimin untuk mendirikan sholat berjamaah dengan alasan bahwa hal tersebut adalah kebiasaan orang-orang yahudi, sebagaimana dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda yang artinya :

“Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi.” (HR Abu Dawud).

Sejarah diatas adalah deretan fakta tertulis dalam tinta sejarah yang tidak bisa kita pungkiri. Kaum Nashrani dan Yahudi tiada hentinya berupaya sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah berusaha memurtadkan umat Islam, terutama umat Islam yang jauh dari agamanya, agar minimal akrab dengan simbol-simbol mereka, lalu kemudian dimurtadkan tanpa mereka   sadari.

Sebagaimana hadits Rasulullah yang artinya :

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Abu Dawud).

Oleh karena itu, marilah kita membentengi aqidah kita dengan senantiasa meningkatkan keimanan dan keilmuan kita.  Mari kita pikirkan dan pahami terlebih dahulu setiap hal yang akan  dilakukan, jangan sampai perkataan dan perbuatan yang kita lakukan dapat merusak kemurnian aqidah kita apatah lagi membuat kita terjerumus dalam dosa syirik yang termasuk kedalam perbuatan dosa besar. Wallaahu’alam bi Shawwab.*

Penulis dai muda FSRMM – Riau

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:conversomurtadsanbenitotahun baruTerompetTopi kerucut
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Daud Rasyid Sebut Umat Islam Sering Diberi ‘Pil Tidur’
Tulisan selanjutnya MUI: Rayakan Tahun Baru Masehi dengan Sederhana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Berita
3 September 2026 14:11
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?