Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Bebaskan Raffi Ahmad…

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 16 Januari 2021 11:08 11:08 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 16 Januari 2021 11:08
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

 

Hidayatullah.com | Raffi Ahmad terpilih mewakili kaum milenial, bersama Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Menteri Kesehatan, dan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai orang yang pertama kali disuntik vaksin COVID 19.

Tentu satu kebanggaan buatnya bisa terpilih dan bersanding terutama dengan RI-1. Raffi terpilih karena ia memang salah satu artis paling populer. Memiliki subscriber berjuta.

Sungguh memilihnya adalah pilihan tepat. Tidak salah. Pastinya banyak yang  ngiri, itu biasa. Setelah penyuntikan itu, Raffi diwawancara banyak media.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Pada hitungan menit hampir bersamaan puluhan media online lalu memberitakan berita yang hampir seragam. Tentang apa yang dirasakannya setelah disuntik vaksin itu.

Malam harinya, Rabu (13/01/2021), Raffi ditanggap “Mata Najwa”, dan ia lancar menjawabnya. Juga memberi nasihat, agar kita terus dan tetap menjaga protokol kesehatan.

Ternyata sepulang dari acara itu, Raffi lanjut ke acara lain bertemu beberapa orang dalam acara ultah Pak Ricardo Gelael, ayah Sean Gelael, teman Raffi.

Terlihat Ahok dalam tangkapan foto-foto yang beredar sedang nyanyi bersama vokalis Once Mikel. Tidak perlu dimasalahkan, suara Ahok enak atau bahkan fals. Terpenting, mereka sedang larut dalam pesta orang tajir.

Sayang Raffi dan lainnya tidak memakai masker, tampak riang gembira. Lupa dengan ucapan yang baru beberapa jam lalu disampaikan di hadapan Pak Erick Thohir, pada acara yang dipandu Najwa Shihab.

Maka keesokan harinya hebohlah jagad pemberitaan media. Foto-foto party malam itu beredar luas, entah siapa penyebarnya. Penyesalan dari istana dan kalangan artis tak lupa disemburkan. Bahkan caci maki netizen juga bermunculan.

Lalu Raffi muncul di televisi, dia akui khilaf dan meminta maaf, khususnya kepada presiden Jokowi. Sekali lagi di akhir penyesalannya itu, duta milenial ini menyelipkan nasihat 3 M dengan tetap percaya diri.

Lalu, ada pihak yang melaporkan Raffi Ahmad ke Polda Metro atas pelanggaran protokol kesehatan. Tapi kali ini yang lapor bukan Mas Muannas Alaidit, yang memang “hobi” lapor melaporkan.

Sebaiknya, Raffi tidak perlu diproses segala. Ia sudah meminta maaf, dan mestinya sudah selesai. Memaafkan orang khilaf itu, kata agama adalah sedekah.

Apa penghuni negeri ini sudah kehilangan rasa kemanusiaan, sehingga kata maaf yang tulus dari seorang Raffi, artis muda berbakat dengan fans berjibun, jadi tidak dianggap.

Kasihan Raffi jika harus sampai dibawa ke pengadilan segala dan ditahan. Raffi itu masuk kategori “pahlawan”, karena ia tampil sebagai pribadi yang berani untuk pertama kali disuntik vaksin COVID 19 dengan segala risikonya.

Pahlawan juga bisa salah, bukankah ia masih manusia juga. Maka kata bijak mesti dipunya, dan karenanya hanya ada satu kata buat Raffi Ahmad: Bebaskan.

Bagaimana lalu jika Raffi Ahmad dibebaskan, karena ia dianggap dekat dengan istana, dengan mereka yang juga melakukan kesalahan yang sama dengannya.

Harusnya semuanya yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan itu dibebaskan saja, termasuk Habib Rizieq Shihab. Kata maaf sudah disampaikan, baik Raffi maupun Habib Rizieq. Lalu mau apa lagi?

Jika Raffi dibebaskan dengan alasan memakai piranti hukum dan kemanusiaan, lalu Habib Rizieq tidak diperlakukan dengan menggunakan piranti yang sama, justru itu bermasalah.

Maka bebaskan semuanya, jika tidak ingin Raffi Ahmad harus ditahan-dipenjarakan. Keadilan di hadapan hukum harus diperlakukan sama pada setiap warga negara, tidak terkecuali. Sepakat?*

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19Habib Rizieq ShihabProtokol KesehatanRaffi Ahmad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Skotlandia Tolak Banding Keluarga Terpidana “Lockerbie 1988” Abdelbaset al-Megrahi
Tulisan selanjutnya Bersama Suami di Surga, Bagaimana Caranya?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

Berita
9 Juli 2026 19:00
MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?